Archive for the ‘iseng’ Category

Ayo… nge-blog yuk… Anggap saja sebagai ajang latihan menulis… Kalau sudah bisa menulis dengan baik, jadi master writer, kan lumayan tuh… dapat duit banyak dari nulis 😀

Semangat ya, nak-kanak…

Go Blog 2015 !!!

Iklan

Eine Reise am Wochenende…

Posted: 5 Desember 2008 in hobby, iseng, jalan-jalan, jerman

Judul di atas itu, kalau diterjemahkan secara bebas, artinya adalah Perjalanan Di Akhir Pekan.

Di Jerman sini, serba mahal. Yang namanya tiket S-Bahn (kereta trem) itu bisa sampai 2,10 Euro sekali jalan. Kalau di-rupiah-kan, jadi lebih dari 30 ribu tuh… (dengan kurs 1 Euro = 15.000). Bandingkan dengan busway yang sekali naik cukup bayar 3.500 (?). Jauh banget kan, bedanya? Itu pun, kalau ganti kereta ya harus membayar lagi… Pokoknya, mahal deh… 😦

Karena itu, orang-orang Jerman sendiri jarang banget jalan-jalan. Tapi, sekalinya jalan-jalan, langsung ke luar negeri :mrgreen:

Kami, para penerima beasiswa, juga terkena imbasnya. Kami jadi susah kalau mau jalan-jalan ke kota lain (selain ekskursi yang diprogramkan oleh InWEnt). Bisanya hanya di akhir pekan, karena setiap akhir pekan ada penawaran istimewa dari Perusahaan Kereta. Schönes Wochenende Ticket.

Dengan satu tiket seharga 35 Euro, 1-5 orang dapat bepergian kemana saja di seluruh Jerman pada akhir pekan. Dengan catatan, hanya dapat menumpang kereta tipe RB, RE, S-Bahn, dan Bus saja. Itupun di kelas 2. Tidak boleh di kelas 1. Apalagi ICE (kereta peluru), IC (kelasnya sedikit lebih rendah daripada ICE), dan EC… sangat dilarang keras… verboten!

Das ist OK… Bagi kami yang dananya terbatas. Lagipula, dengan perjuangan keras, sebuah perjalanan akan terasa lebih berarti kan? 😀

Nah, begitulah… Hari Sabtu kemarin, 29 Nopember 2008, saya bersama 6 orang kawan lain (total 7 orang) melakukan perjalanan nekat menuju München dengan memanfaatkan Schönes Wochenende Ticket. Saya katakan nekat, karena awalnya kami hanya berencana untuk kembali ke Heidelberg. Tapi kemudian, tiba-tiba muncullah ide itu. Yang disetujui oleh semua. Walaupun ada juga yang sedikit menggerutu dan mengeluh… 😛

starting the journey

starting the journey

Jam 10 pagi kami berangkat dari Mannheim Hauptbahnhof. Tapi tidak langsung ke München. Tidak ada kereta RE atau RB yang langsung jalan ke München dari Mannheim. Kami harus pergi ke Bad Friedrichhalls dulu, kemudian ganti kereta ke Wurzburg. Di Wurzburg, ganti kereta lagi ke Nürnberg. Dari Nürnberg, barulah kami bisa menuju München. Maklum, kereta ekonomi 😀

Karena harus beberapa kali ganti kereta itu, kami baru sampai di München saat matahari sudah menghilang di balik cakrawala dan lampu kota mulai dinyalakan. Jam 16.58 (musim dingin, siang hari lebih pendek dari malam hari 😀 )…

Yang pertama kali dilakukan, sudah pasti… Mencari tempat makan dan toilet 😆 Setelah itu, merencanakan perjalanan pulang di mesin penjual tiket terdekat. Lalu, barulah dapat menikmati suasana München di malam hari.

Orang-orang Jerman bagian selatan ternyata lebih ramah daripada yang tinggal di bagian utara. Beberapa orang yang kami temui dan tanyai (tentang arah), menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dengan ramah dan memberikan petunjuk yang jelas. Bahkan, saat kami kesasar, seorang Ibu tua membantu kami tanpa dimintai bantuan. Waktu itu, kami kesasar ke Pasing Marienplatz (namanya mirip dengan Marienplatz, pusat kota München). Ibu itu menyapa kami yang sedang kebingungan dengan Bahasa Inggris yang fasih… “Excuse me, can I help you?” begitu katanya. Alhamdulillah… Orang baik itu ada di mana-mana… 🙂

di depan Rathaus

di depan Rathaus

Tapi di München itu, kami hanya dapat berkunjung ke Marienplatz yang penuh orang karena sedang ada Jahrmarkt (pasar tahunan menyambut Natal). Waktu yang sedikit itu langsung kami manfaatkan untuk foto-foto di sekitar Rathaus.

Rame banget euy...

Rame banget euy...

Belum puas foto-foto, kami harus kembali ke Hauptbahnhof, karena kereta yang akan membawa kami ke Memmingen akan segera berangkat. Kami harus lari-lari di stasiun seperti di pilem-pilem roman jaman dahulu kala… 

Saya dan Pak Ari

Saya dan Pak Ari

Dari Memmingen, kami ganti kereta ke Stuttgart. Sepanjang perjalanan, salju tebal menghiasi pemandangan di luar kereta. Di daerah selatan, saljunya lebih banyak daripada daerah tengah tempat saya berada sekarang (di Mannheim, salju hanya datang selama 2 hari T__T ).

Di Stuttgart, kami beli makan lagi (hawa dingin membuat perut cepat terasa lapar 😀 ). Kemudian lari lagi mengejar kereta yang menuju Karlsruhe… Begitu sampai di dalam, langsung naik ke lantai 2, dan menemukan tempat kosong yang pas. Kami langsung duduk di situ. Eh, kok ndilalah ternyata di dekat kami itu juga duduk rombongan suporter sepakbola dari Karlsruhe yang sedang mabuk  (perjalanan jadi tidak nyaman karena para suporter itu terus teriak-teriak dan nyanyi-nyanyi dak karuan). Untung saja, mereka turun di stasiun berikutnya. Alhamdulillah…

Kami turun di Karlsruhe-Durlach. Di sini, kami harus menunggu kereta yang menuju ke Heidelberg selama 2 jam lebih… Dingiiiin banget (termometer menunjukkan -2 derajat Celcius), sementara kami hanya memakai jaket dan sepatu yang seadanya saja. Jadi deh… Ngelakuin hal-hal aneh di stasiun yang, untungnya, sepi itu. Mulai dari yang Poco-poco, sampai merencanakan perjalanan ke Roma, Italia. Pokoknya, asal gerak! 😀

Kedinginan tapi tetep narsis

Kedinginan tapi tetep narsis

Di stasiun itu, kami juga memperbarui tiket kami karena Schönes Wochenende Ticket hanya berlaku sampai jam 03.00 dini hari. Sementara, kereta yang ke Heidelberg baru datang jam 03.37… Jadilah kami membeli 2 set tiket baru. Setelah mendapatkan tiket baru itu, sempat terlintas ide untuk tidak langsung pulang ke Mannheim pagi itu, tapi jalan-jalan dulu ke Mainz. Tapi, rencana itu dibatalkan setelah melihat termometer dan membayangkan kehangatan kamar 

Jam 03.37, kereta yang menuju Heidelberg datang. Kami langsung melompat masuk kereta yang kosong itu. Rencana tidur di kereta tidak dapat dilakukan karena takut kebablasan…

Turun di Heidelberg, kami pindah ke Bus yang membawa kami langsung menuju Mannheim Hauptbahnhof. Di situ temperatur sudah lumayan lebih baik (pas 0 derajat 😀 ). Dari Hauptbahnhof kami naik S-Bahn nomor 3 dan turun di halte dekat asrama InWEnt.

Herr Schaala (resepsionis) terlihat sedikit kaget saat melihat kami yang pulang dengan muka kusut dan lelah namun puas itu. Ugh… hangat banget… Alhamdulillah…

Kami memutuskan tidak langsung tidur, tapi masak mi rebus dulu (untuk sarapan dan menghangatkan badan) kemudian makan bersama.

Setelah Subuh (06.10), saya memasang tanda do not disturb di pintu kamar, dan langsung berangkat lagi ke Malang, menjemput Lies untuk pergi bareng ke Situbondo 😀

*resurrection no jutsu*

*bangkit dari alam kematian*

Alhamdulillah…

Akhirnya…

Saya hanya ingin mengucapkan dua kata saja.

SAYA LULUUUUSSS!!! 😆

Terima kasih semuanya… m(_ _)m
Buat yang sedang berjuang… SEMANGAT!!! Kapan nyusul? 😈

*harakiri no jutsu* 😀

*kembali ke alam kematian*

And he dies…

Itu adalah kalimat penutup dari salah satu tulisan Shakespeare, yang ada King Lear -nya itu lho (kalau dak salah).

Dan, itu pula yang terjadi dengan blog ini.

Die..

Namun, saya tidak akan menghapus blog ini. Biarlah blog ini menjadi memento salah satu perioda dalam hidup yang harus saya lalui.

Jadi,

selamat tinggal semuanya…

Sayonara…

Au revoir…

Auf wiedersehen…

Good bye…

And the curtain is closed.

alasan…

Posted: 13 Juni 2008 in iseng

Liebe… Warum muss ich du einen Grund geben? Liebe noetig nicht einen Grund! Deshalb habe ich nicht geantwortet deine Frage: Warum rufst du mich jeden Abend an? Hast du nicht genug von et?

Ich rufe dich jeden Abend an weil ich deine Stimme hoeren moechte. Ist das falsch? Wenn ja, entschuldigung!  [1]

Then, why do you want to hear my voice?

That’s probably your next question. And, once again, I can’t give you any good answer. The only thing I can think of as a reason is just because I like you. That’s all… [2]

Lah, beremma caretana pas bisa senneng ka sengko’?

Paleng padhena nika pertanyaanna empiyan saterossa.. Padha bai, kule ta’ bisa ajeweb se teppa’. Se terrang, empiyan genika nyennengngi, raddin, penter, ben nyambung manabi eajak acator. Manabi kula nelpon, rassana genika ce’ manteppa. Bunga ce’ sarana. Pera’ nelpon. Napa pole manabi katemo… Fuh, ta’ usah etanyaagi baremma rassana. Ta’ bisa ekacator… [3]

Nyennengne yo opo?

Paling iku sing bakal mbok tako’ne. Bener, to? Jawaban kanggo pertanyaan kuwi yo sih durung mantep. Sing jelasa, kabeh soko awakmu kuwi nggarai wong senneng. Suaramu, logatmu, pokoke kabeh lah… [4]

Kok bisa?

Ich weiss noch nicht. That’s the characteristic of feeling. Ta’ bisa epajellas ngangguy akal. Isone kuwi mung dirasakke. Bener kan? Jadi, sudahlah… Tak perlu kau tanyakan alasan apa yang mendasari semua yang telah kita lakukan sampai saat ini. Terima saja kalau itu karena ich liebe dich und du liebst mich auch :mrgreen:

OK? Well then, have a nice day und toi toi toi. [5]

Ganbaro!!! 😆

ps:

  1. Bagian pertama menggunakan Deutsch hasil belajar selama 6 minggu. Jadi, kalau ada kesalahan, mohon dimaafkan. m(_ _)m
  2. Bagian kedua menggunakan Bahasa Inggris. Sama, kalau ada kesalahan kata (penulisan atau gramatika), mohon maaf yang sebesar-besarnya. m(_ _)m
  3. Bagian ketiga menggunakan Bahasa Madura. Campur (enggi-enten dan enja’-iya), sepertinya. Sebenarnya ingin menggunakan enggi-enten, namun saya tidak terbiasa menggunakannya, sehingga banyak yang lupa. Juga, mungkin ada beberapa kata yang penulisannya tidak sesuai dengan yang seharusnya. Hal ini disengaja, agar lebih mudah. Nyo’on sapora se raje… m(_ _)m
  4. Bagian keempat, Bahasa Jawa ngoko, yang biasa saya pergunakan saat berkomunikasi dengan nawak-nawak di sini. Kalau ada salah, mohon maaf.. m(_ _)m
  5. Bagian kelima, campuran… :mrgreen:

hmm…

Posted: 21 Mei 2008 in iseng

Sedang mikir… Enaknya gimana ya??? Ada yang punya saran???

Dipukul sampai klepek-klepek tidak sadarkan diri, habis itu dipotong kecil-kecil lalu dibakar di atas api unggun…

Diiris dulu lehernya sampai mati, kemudian ditusuk lalu ditaruh di atas api. Diasapi gitu lah…

Atau cukup digoreng pakai minyak panas sampai kering ya?

🙄

:mrgreen:

sibuk…

Posted: 14 Mei 2008 in iseng

Maaf, belum bisa memenuhi janji untuk menunjukkan foto-foto hasil pulang kemaren… m(_ _)m

*kembali berkutat dengan berbagai macam e-books dan berbagai tugas yang *terhutang*