Archive for the ‘sedih’ Category

RIP Pak Raden…

Posted: 31 Oktober 2015 in sedih

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

Pagi ini, ada kabar tentang meninggalnya Pak Suyadi atau yang lebih dikenal sebagai Pak Raden, dalam cerita Si Unyil. Beliau adalah seorang legenda dalam dunia perwayangan/pendongengan.

Waktu kecil dulu, saya sering dipanggil Pak Raden oleh teman-teman saya. Entah kenapa. Eh, ternyata setelah tua dewasa saya menjadi guru, dimana saya dituntut untuk banyak mendongeng 😀

Memang, setiap ucapan itu adalah do’a. Kita memang harus hati-hati dengan setiap ucapan kita…

Anyway… Selamat jalan, Pak Raden… Semoga segala amal baik Anda diterima Allah SWT…

Amin..

Iklan

update ^^

Posted: 31 Oktober 2009 in cerita, curhat, sedih

Tiga minggu sudah saya menyandang status baru. Seorang ‘suami’ … 🙂

Maaf, karena tidak sempat mengumumkan event ini melalui blog seperti yang pernah  saya janjikan dahulu. Namun, berbagai kesibukan yang harus dijalani di dunia nyata membuat saya jadi jarang sekali menengok blogosphere 😦

Bulan Juni-Juli yang lalu, saya disibukkan dengan kegiatan Praktikum Kedua di Bagian Multimedia Universitas Otto von Guericke Magdeburg.

Bulan Agustus, disibukkan dengan kepindahan ke Berlin dan persiapan kepulangan kembali ke Indonesia. Saya harus mengikuti Seminar Penutupan yang diselenggarakan oleh InWEnt, mengirimkan barang-barang yang terlalu berat untuk dibawa masuk pesawat (demi memenuhi batas maksimal bagasi 20 kg), dan membeli berbagai macam souvenir.

Bulan September, disibukkan dengan proses adaptasi kembali dengan lingkungan di Indonesia. Lingkungan kerja dan lingkungan sosial, di rumah. Saya harus mempelajari kembali dan membiasakan diri dengan banyak hal. Di bulan ini juga, saya mulai mempersiapkan acara pernikahan. Membeli cincin, barang-barang untuk seserahan, dan mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan.

Bulan Oktober, saya pun masih sibuk. Pernikahan yang dilangsungkan pada tanggal 10 Oktober 2009, di saat SMKN 1 Panji mempersiapkan diri untuk menjalani audit eksternal (terkait ISO). Terhitung mulai bulan ini juga, saya menerima 2 tugas baru; Koordinator Stasiun Penyiaran TV Edukasi Situbondo dan Kaprog Multimedia.

Ternyata, PNS Guru (cowok) itu tidak berhak mendapatkan cuti. Tidak ada namanya cuti bagi guru (cowok). Yang ada hanyalah izin untuk menikah, yang lamanya tergantung pada kebijakan tiap2 sekolah/daerah. Saya mendapatkan izin selama seminggu, sementara istri saya diizinkan untuk libur selama 2 minggu >.<

Jadi, bukan honeymoon, tapi honeyweek.. hiks

Tapi, yang paling menyedihkan adalah; saya dan istri saya menjalani long distance relationship (lagi) T___T

Dia tetap tinggal di Malang, karena masih harus menyelesaikan tugas mengajarnya sampai pihak sekolah mendapatkan guru pengganti, sementara saya harus menjalankan tugas-tugas di Situbondo. Jadi, saya hanya dapat menemui istri saya pada hari Sabtu dan Minggu 😦

Yang membuat tambah jengkel adalah… Pada hari Sabtu saya mengajar sampai jam 17.00 WIB >_<

Aaanyway… Walau demikian, saya tetap bahagia dan bersyukur karenanya 🙂

Alhamdulillah

ps :

foto-foto menyusul 😛

curhat… T__T

Posted: 19 November 2008 in cerita, curhat, jerman, sedih

Hidup sebagai mahluk sosial itu… tidak mudah. Adaaa saja, hal-hal yang membuat hubungan antar-individu dalam masyarakat itu jadi kacau.

Le, kamu harus bisa membawa diri dalam bergaul dengan orang lain… Sebelum melakukan sesuatu, pikirkan dulu bener-bener… Apakah itu akan menyinggung perasaan orang lain atau tidak…

Begitu pesan dari orang tua saya dulu. Dan, saya selalu berusaha menjalankannya. Kapanpun dan dimanapun saya berada. Dan, alhamdulillah, selama ini saya selalu bertemu dengan orang-orang yang juga menjalankan pesan yang sama dari orang tua mereka. Sehingga akhirnya saya beranggapan bahwa prinsip itu adalah hal yang berlaku umum di setiap bangsa, setiap negara…

Karena itu, saya jadi terkaget-kaget saat bertemu dengan orang-orang yang tidak menerapkan prinsip itu. Yang selalu menuntut agar haknya dipenuhi, tanpa peduli dengan kebutuhan, perasaan, dan bahkan hak orang lain. Saya mengalami Culture Shock… 😯

Sebenarnya, sebelum berangkat, saya sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan orang-orang yang seperti itu (setelah mendapatkan cerita dari teman-teman yang sudah pernah ke LN sebelumnya). Namun, yang membuat saya terkaget-kaget, saya tidak menemukan sifat yang seperti itu dari orang Jerman! 😯

Setiap orang Jerman yang saya temui sampai saat ini selalu ramah dan baik hati. Alhamdulillah…

Saya menemukan orang-orang yang memiliki sifat ingin menang sendiri dan kekanakan itu justru dari sesama orang Asia!!! Asianya sudah di barat sih, yang banyak padang pasirnya, dan tempat turunnya banyak nabi itu… 😦

Jadi tidak habis pikir saya… Kok bisa lho, mereka itu menyerobot antrian untuk mengambil makan (kami semua makan di kantin, dijatah, seperti di penjara gitu 🙄 ) … Ngobrol keras-keras di kelas dalam bahasanya sendiri, padahal sedang waktunya pelajaran Bahasa Jerman… Dan, menanyakan setiap kata yang diucapkan oleh guru, padahal kata yang sama baruuuuuuuuu saja ditanyakan artinya oleh teman sekelas yang lain…

Dan, yang paling membuat terkejut, adalah saat saya minta untuk menunggu giliran… Lha wong sang guru sedang menjelaskan tentang satu topik, eh, kok ya bertanya tentang hal lain yang sama sekali berbeda… Dan, waktu diminta untuk menunggu giliran… dia itu kok ya ‘meledak’… Langsung membanting buku dan alat tulisnya, kemudian teriak-teriak… I have a right to ask a question!! I don’t care with the others!!! I want my right!!!! 😯

Bisa membayangkan???

Kok sampai segitunya ya? Kayak anak kecil banget, kan? 😐

…..

…..

Yah, sudahlah… Lumayan, ada tambahan ilmu… Ilmu hidup bersama anak-anak yang bukan anak-anak… 🙂

SEMANGAT!!!

Voices…

Posted: 23 Oktober 2008 in renungan, sedih, serius

hitotsume no kotoba wa yume
nemuri no naka kara
mune no oku no kurayami wo sotto
tsuredasu no

futatsume no kotoba wa kaze
yukute wo oshiete
kamisama no ude no naka e
tsubasa wo aoru no
 
tokete itta kanashii koto wo
kazoeru you ni
kin’iro no ringo ga
mata hitotsu ochiru
 
mita koto mo nai fuukei
soko ga kaeru basho
tatta hitotsu no inochi ni
tadoritsuku basho
 
furui mahou no hon
tsuki no shizuku yoru no tobari
itsuka aeru yokan dake
 
we can fly
we have wings
we can touch floating dreams
call me from so far
through the wind
in the light
 
mittsume no kotoba wa hum ..
mimi wo sumashitara
anata no furueru ude wo
sotto tokihanatsu

Kemarin, saya menemukan lagu ini di Youtube (maaf, tidak di-link, males… :mrgreen: ). Dan, langsung jatuh hati. Lagu ini merupakan OST dari Macross Plus, berjudul Voices, dan dinyanyikan oleh Yoko Kanno. Selain karena musiknya yang pas banget untuk menemani tidur di telinga saya, juga karena syairnya yang… ein bisschen philosophisch

Terjemahan bebasnya ke Bahasa Inggris itu jadi seperti ini…

The first word is dream
from my sleep
the darkness within my heart
it gently takes out

The second word was wind
telling me my destination
into the arms of a god
I flap my wings

As if counting sad things
that have melted away
a golden apple
falls again

A place I haven’t seen
there I will return
in this one life
I will find my way

Book of old magic
a drop of moon on a curtain of night
only a hunch that someday we can meet

we can fly
we have wings
we can touch floating dreams
call me from so far
through the wind
in the light

The third word is hum…
when you strain your ears
your trembling arms
I will gently release

Entah kenapa, tapi saya suka banget sama bagian yang ini… A place I haven’t seen, there I will return and in this one life, I will find my way… 🙂

Somehow, lirik itu mengingatkan bahwa kematian itu adalah sesuatu yang misterius. Namun, kematian itu juga adalah awal dari kehidupan yang lain, yang dipengaruhi oleh apa yang kita lakukan pada kehidupan sebelum kematian…

ps:

Tulisan ini dibuat sebagai memento bagi Mbah Saleh, salah satu kakek saya yang telah meninggalkan kami, keluarganya, untuk selamanya. Sekaligus sebagai permohonan maaf, karena tidak dapat hadir…

m(_ _)m