Archive for the ‘curhat’ Category

Fotografi, bagi saya, sangat terkait erat dengan yang namanya kenangan. Sebuah foto yang bagus itu, bagi saya lagi, adalah foto yang menunjukkan sebuah kenangan yang sangat berharga bagi orang-orang yang ada di dalam foto itu. Karena alasan ini, mungkin, maka saya lebih suka foto-foto yang ada orangnya, yang diambil secara candid. Walaupun hal ini (candid) agak sulit dilakukan dan agak ribet terkait release nantinya.. Tapi, yah, saya kan jarang jualan foto yang seperti itu ^_^

Pendapat pribadi ini, mungkin, karena sebenarnya saya ingin balas dendam 😀 . Waktu kecil, sampai saya SMA, keluarga saya tidak punya kamera sendiri karena benda itu termasuk kebutuhan tersier bagi kami. Akibatnya, sedikit sekali foto-foto dari masa kecil saya… sedikit sekali ada foto yang memuat gambar orang-orang yang sering saya rindukan saat ini…

Makanya, saya dapat memaklumi anak-anak saya di sekolah yang sering wefie satu geng/satu kelas di waktu pelajaran. Mereka ingin menyimpan sebanyak-banyaknya kenangan… karena kenangan adalah salah satu harta yang paling berharga…

Sebanyak-banyaknya, mungkin, karena mereka merasa bahwa foto yang dihasilkan masih kurang keren. Jadilah mereka bereksperimen sebisanya. Jepret berkali-kali sampai dapat satu foto yang bagus, lalu buang yang jelek dan simpan yang bagus itu. Toh, fotonya berbentuk file digital. Tidak ada uang yang terbuang untuk mencetak. Tidak seperti jaman dulu, jaman saya harus menyisihkan uang jajan sebulan untuk mencetak 1 rol film isi 36 🙂

Balik flashback lagi..

Jaman itu, karena biaya foto mahal, maka keluarga kami jaraaaaang banget foto-foto. Makanya foto orang-orang yang sering saya rindukan itu jadi sangat sedikit.. dan dari yang sangat sedikit itu, kok gambarnya ya… -_-

watashi...

Si Temon

Jadi.. ya… tetap semangat berkarya.. buatlah kenangan sebanyak-banyaknya… dan hargailah kenangan itu… 🙂

update ^^

Posted: 31 Oktober 2009 in cerita, curhat, sedih

Tiga minggu sudah saya menyandang status baru. Seorang ‘suami’ … 🙂

Maaf, karena tidak sempat mengumumkan event ini melalui blog seperti yang pernah  saya janjikan dahulu. Namun, berbagai kesibukan yang harus dijalani di dunia nyata membuat saya jadi jarang sekali menengok blogosphere 😦

Bulan Juni-Juli yang lalu, saya disibukkan dengan kegiatan Praktikum Kedua di Bagian Multimedia Universitas Otto von Guericke Magdeburg.

Bulan Agustus, disibukkan dengan kepindahan ke Berlin dan persiapan kepulangan kembali ke Indonesia. Saya harus mengikuti Seminar Penutupan yang diselenggarakan oleh InWEnt, mengirimkan barang-barang yang terlalu berat untuk dibawa masuk pesawat (demi memenuhi batas maksimal bagasi 20 kg), dan membeli berbagai macam souvenir.

Bulan September, disibukkan dengan proses adaptasi kembali dengan lingkungan di Indonesia. Lingkungan kerja dan lingkungan sosial, di rumah. Saya harus mempelajari kembali dan membiasakan diri dengan banyak hal. Di bulan ini juga, saya mulai mempersiapkan acara pernikahan. Membeli cincin, barang-barang untuk seserahan, dan mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan.

Bulan Oktober, saya pun masih sibuk. Pernikahan yang dilangsungkan pada tanggal 10 Oktober 2009, di saat SMKN 1 Panji mempersiapkan diri untuk menjalani audit eksternal (terkait ISO). Terhitung mulai bulan ini juga, saya menerima 2 tugas baru; Koordinator Stasiun Penyiaran TV Edukasi Situbondo dan Kaprog Multimedia.

Ternyata, PNS Guru (cowok) itu tidak berhak mendapatkan cuti. Tidak ada namanya cuti bagi guru (cowok). Yang ada hanyalah izin untuk menikah, yang lamanya tergantung pada kebijakan tiap2 sekolah/daerah. Saya mendapatkan izin selama seminggu, sementara istri saya diizinkan untuk libur selama 2 minggu >.<

Jadi, bukan honeymoon, tapi honeyweek.. hiks

Tapi, yang paling menyedihkan adalah; saya dan istri saya menjalani long distance relationship (lagi) T___T

Dia tetap tinggal di Malang, karena masih harus menyelesaikan tugas mengajarnya sampai pihak sekolah mendapatkan guru pengganti, sementara saya harus menjalankan tugas-tugas di Situbondo. Jadi, saya hanya dapat menemui istri saya pada hari Sabtu dan Minggu 😦

Yang membuat tambah jengkel adalah… Pada hari Sabtu saya mengajar sampai jam 17.00 WIB >_<

Aaanyway… Walau demikian, saya tetap bahagia dan bersyukur karenanya 🙂

Alhamdulillah

ps :

foto-foto menyusul 😛

curhat… T__T

Posted: 19 November 2008 in cerita, curhat, jerman, sedih

Hidup sebagai mahluk sosial itu… tidak mudah. Adaaa saja, hal-hal yang membuat hubungan antar-individu dalam masyarakat itu jadi kacau.

Le, kamu harus bisa membawa diri dalam bergaul dengan orang lain… Sebelum melakukan sesuatu, pikirkan dulu bener-bener… Apakah itu akan menyinggung perasaan orang lain atau tidak…

Begitu pesan dari orang tua saya dulu. Dan, saya selalu berusaha menjalankannya. Kapanpun dan dimanapun saya berada. Dan, alhamdulillah, selama ini saya selalu bertemu dengan orang-orang yang juga menjalankan pesan yang sama dari orang tua mereka. Sehingga akhirnya saya beranggapan bahwa prinsip itu adalah hal yang berlaku umum di setiap bangsa, setiap negara…

Karena itu, saya jadi terkaget-kaget saat bertemu dengan orang-orang yang tidak menerapkan prinsip itu. Yang selalu menuntut agar haknya dipenuhi, tanpa peduli dengan kebutuhan, perasaan, dan bahkan hak orang lain. Saya mengalami Culture Shock… 😯

Sebenarnya, sebelum berangkat, saya sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan orang-orang yang seperti itu (setelah mendapatkan cerita dari teman-teman yang sudah pernah ke LN sebelumnya). Namun, yang membuat saya terkaget-kaget, saya tidak menemukan sifat yang seperti itu dari orang Jerman! 😯

Setiap orang Jerman yang saya temui sampai saat ini selalu ramah dan baik hati. Alhamdulillah…

Saya menemukan orang-orang yang memiliki sifat ingin menang sendiri dan kekanakan itu justru dari sesama orang Asia!!! Asianya sudah di barat sih, yang banyak padang pasirnya, dan tempat turunnya banyak nabi itu… 😦

Jadi tidak habis pikir saya… Kok bisa lho, mereka itu menyerobot antrian untuk mengambil makan (kami semua makan di kantin, dijatah, seperti di penjara gitu 🙄 ) … Ngobrol keras-keras di kelas dalam bahasanya sendiri, padahal sedang waktunya pelajaran Bahasa Jerman… Dan, menanyakan setiap kata yang diucapkan oleh guru, padahal kata yang sama baruuuuuuuuu saja ditanyakan artinya oleh teman sekelas yang lain…

Dan, yang paling membuat terkejut, adalah saat saya minta untuk menunggu giliran… Lha wong sang guru sedang menjelaskan tentang satu topik, eh, kok ya bertanya tentang hal lain yang sama sekali berbeda… Dan, waktu diminta untuk menunggu giliran… dia itu kok ya ‘meledak’… Langsung membanting buku dan alat tulisnya, kemudian teriak-teriak… I have a right to ask a question!! I don’t care with the others!!! I want my right!!!! 😯

Bisa membayangkan???

Kok sampai segitunya ya? Kayak anak kecil banget, kan? 😐

…..

…..

Yah, sudahlah… Lumayan, ada tambahan ilmu… Ilmu hidup bersama anak-anak yang bukan anak-anak… 🙂

SEMANGAT!!!