Arsip untuk Juni, 2008

CS…

Posted: 24 Juni 2008 in Uncategorized

Fire in the hole !!!

Sebuah granat flashbang melayang ke mulut koridor. Efek dari ledakannya dapat membuat orang yang berada di sekitar jadi buta dan tuli untuk sesaat, sehingga tidak akan dapat merespon dengan cepat.

BLASST

Granat flashbang itu meledak. Beberapa personil lawan yang berada di dekat lokasi ledakan langsung panik begitu merasakan efek yang ditimbulkan ledakan itu. Dalam kepanikannya, mereka bergegas mundur menjauhi ujung koridor…

Go go go !

Perintah sang komandan, yang langsung dipatuhi anak buahnya yang bergegas menyerbu ke ujung koridor.

DHUAARR!!!  DOR! DOR! DOR! RATATATATATAT…!

Gema tembakan membahana, mengiringi lesatan butir-butir peluru tajam menuju sasaran masing-masing. Beberapa tubuh terkapar, tertembus peluru-peluru kaliber 9 mm dari sub-machine gun MP5.

DOR!

Tiba-tiba sebuah suara tembakan tunggal membahana, diikuti dengan robohnya satu personil, bersimbah darah dengan kepala bolong tertembus peluru kaliber magnum.

Sniper!!

Teriak salah satu personil di jalur komunikasi. Serentak, seluruh personil segera berlindung di balik berbagai obyek yang ada di sekitar lokasi.

Where are they?

Seseorang bertanya…

DOR!

Satu personil lagi kembali menjadi korban dari sniper yang bersembunyi itu.

Enemy spotted!

Sniper tim berhasil menemukan lokasi persembunyian dari sniper tim lawan yang telah meminta dua korban itu.

Get in the position and wait for my go!

Perintah komandan tim. Seluruh personil segera menyebar, mencari posisi lain, sambil melepaskan suppressing fire ke arah posisi sniper tim lawan untuk mencegahnya menembak personil yang berlarian.

RATATATATATATAT…!

Sniper tim membidik ke arah lokasi tempat sniper tim lawan berada. Untunglah, sniper itu masih ada di sana, membidik ke arah personil tim yang sedang berlari menuju posisi masing-masing, tidak mempedulikan suppressing fire yang dilepaskan oleh beberapa personil tim. Setelah beberapa saat, sniper tim melihat bahwa kepala sniper tim lawan berada tepat pada persilangan scope-nya…

DOR!

Tembakan tunggal dari senapan AWP yang disandang oleh sniper tim itu langsung merobohkan sniper lawan, yang merupakan  personil terakhir dari tim lawan.

Terrorist Win!

Satu ronde selesai, dengan kemenangan tim teroris…

Ha ha ha ha ha ! Gimana nih, CT-nya kok melempem ? 17-0 gitu loh

Ah, tunggu aja kalianBentar lagi giliran kami yang menang ini… Biasa lah, kalau di pilem-pilem itu kan, pahlawannya kalah lebih dulu…

Saling ejek yang diikuti dengan gelak tawa untuk menutupi rasa frustasi akibat kebanyakan coding dan tulisan buku tesis yang masih belum selesai, menjadi ritual rutin setiap kali satu ronde selesai..

Ah, untung sekali ada game ini. Terima kasih, para pembuat CS… m(_ _)m

Iklan

duh…

Posted: 20 Juni 2008 in Uncategorized

21 Juni 2008… Empat hari lagi, batas akhir pengumuman hasil ujian dari Goethe (katanya). Enam hari lagi, waktu pelaksanaan pengujian produk tesis (pakai angket). Tanggal yang sama, bulan depan, sidang tesis (Insya Allah. Amin).

Oke.

SEMANGAAATTT!!!

minna, arigatou ^_^

Posted: 19 Juni 2008 in Uncategorized

In this wide, wide world,
in such a long, long time,
encountering just one special person…
could be thought of as a miracle.

But then, maybe every encounter is a miracle…

Quote itu diambil dari anime Aria the Natural episode 23, That Ocean That Love Those Feelings… Yang merupakan komentar Akari pada saat menyaksikan sepasang suami istri yang sedang merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang entah keberapa (suami istri itu sudah jadi kaken-kaken dan ninen-ninen) dengan menyelenggarakan upacara Wedding to the Sea.

Yang paling mantep, menurut saya, adalah kata-kata yang paling akhir. Every encounter is a miracle. Contohnya adalah pertemuan di blogosphere. Begitu menakjubkannya, sehingga saya sampai hampir ‘kecanduan’ :mrgreen: untuk membuat tulisan, memberikan komentar di blog orang lain, menjawab komentar di blog sendiri, dan terkadang menjadi silent reader.

Dak terasa, sudah setahun (lebih satu bulan :mrgreen: ) saya nge-blog. Bukan waktu yang pendek, saya rasa. Dan, sudah banyak pengalaman yang saya dapatkan darinya. Buaanyaaak banget, sampai susah untuk di-list satu persatu. Karena itu, walaupun telat, ijinkan saya untuk menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah berkunjung ke blog ini. Baik itu yang memberikan komentar maupun yang tidak. Terima kasih atas semua kritik, saran, dan informasi yang telah diberikan… m(_ _)m

Dalam rentang waktu setahun itu, dari sekian banyak tulisan itu (belum lihat statistik :mrgreen: ), tidak tertutup kemungkinan adanya tulisan dan komentar saya yang memuat informasi tidak benar sehingga kemudian menimbulkan perasaan tidak berkenan dan menyinggung, atau bahkan menyakiti perasaan pembaca. Karena itu, melalui postingan ini, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya… m(_ _)m

Trus, biasanya, dalam ajang semacam ini, ada pembagian award gitu ya? Award-nya dibagi dalam dua kategori. Kategori pertama adalah yang terkait dengan blog ini sendiri, macam tulisan terpanjang, tulisan terpendek, tulisan paling banyak dikomentari, dan tulisan yang paling banyak dibaca. Kategori kedua adalah yang terkait dengan pembaca, macam pemberi komentar pertama, pemberi komentar terbanyak, komentar terpanjang, komentar terpendek, dan komentar ter-gokil 🙄 . Gimana ya? Sebenarnya sih, saya ingin membuat, tapi deadline pengerjaan produk untuk tesis tinggal 9 hari lagi, jadi… ya… (alesan :mrgreen: ).

Oke lah, kapan-kapan aja buat posting tentang award ini… (nambah satu janji lagi deh 🙂 )

Sekali lagi, terima kasih semuanya…

SEMANGAT!!!

😛

ngaku…

Posted: 18 Juni 2008 in Uncategorized

Membaca komentarnya bu Lei di posting yang kemarin, saya jadi tersadar. Betapa banyak yang telah saya sia-siakan selama ini…

hiks… 😥

love of my life

Posted: 17 Juni 2008 in renungan, Uncategorized

I don’t know when I can claim that I have found it.
They said that you don’t need to search for love,
because when the time comes love will find you.
So, just calm down. The one who is destined for you will come eventually.

But, do they understand this lonely feeling I have?
even in the middle of a crowd, I am still alone.
I can feel a pain in my heart.
I feel… incomplete. There’s something missing from me, and I don’t know what it is.

They said that when you find the one who is meant for you,
you will feel some warmth in the heart.
And you will feel happy.
You will never feel alone anymore,
because you know that someone will always be there.
At your side, accompanying you…
Because you know that someone will always ready to hear you.
To help you when you have a problem…

But…

What if that someone is not like the one in our dream?
What if that someone differs so much with us?
What if that someone make us sad?
What if that someone have a wrong perception about us?

Should we simply claim that that someone is not Love of Our Life?
Should we simply deny the feeling in our heart?
Should we simply looking for other person?
Should we simply walk away?

Or…

Must we live on with the difference, sadness, and other wrong doings that was made by that someone?

ps:

Tulisan di atas itu 🙄 dibuat beberapa tahun yang lalu, pada waktu sedang pusing mikir Tugas Akhir, tapi masih relevan, sepertinya…

Can I Walk With You…

Posted: 17 Juni 2008 in Uncategorized

Tulisan saya beberapa waktu yang lalu, yang memuat lirik lagu dari India Arie berjudul ‘Can I Walk With You’ saya hapus. Bagi mereka yang penasaran dengan lirik lagu itu, saya muat dalam posting ini. Mohon maaf bagi mereka yang sudah bersusah payah memberikan komentar di posting itu (takochan dan linda)… m(_ _)m

I woke up this morning you were the first thing on my mind
I don’t know where it came from all I know is I need you in my life
You make me feel like I can be a better woman
If you just say you wanna take this friendship to another place

[chorus]
Can I walk with you through your life
Can I lay with you as your wife
Can I be your friend till the end
Can I walk with you through your life

You’ve got me wondering if you know that I am wondering about you
The feeling is so strong that I can’t imagine you’re not feeling it too
You’ve known me long enough to trust that I want what’s best for you
If you wanna be happy then I am the one that you should give your heart to

[chorus]

Now everyday ain’t gonna be, like the summer’s day
Being in love for real it ain’t like a movie screen
But I can tell you all the drama aside you and I can find what the worlds been
looking for forever friendship and love together

[chorus]

Can I walk with you through your life till the day that the world stops turning
Can I walk with you till the day that my heart stops beating
Can I walk with you through your life
Can I walk with you till the day that the birds no longer take flight till the moon is underwater
Can I walk with you
Can I walk with you

This is the moment I’ve been waiting for
Can I walk with you
Can I walk with you
Can I walk with you

You are everything I’ve been looking for
Can I walk with you
Creative intellectual
Can I walk with you
Through your life
Can I walk with you
as your wife
Can I walk with you

Jadi seperti itu… Saya belum pernah mendengar lagu ini sih (karena belum nemu mp3-nya, dan secara streaming juga dak bisa karena koneksi yang lambat), namun lagu ini menduduki posisi teratas dalam tangga lagu pribadi beberapa orang. Selain meine Liebe, ternyata Adel, seorang teman, juga menyukai lagu ini. Karena itu, coba aja dengerin. Siapa tahu suka dan merasa cocok… 😀

Oke… begitu saja.

SEMANGAT!!!

Beberapa tahun yang lalu, waktu saya masih kos di Gebang Lor, Surabaya, pernah ada seorang kawan yang berkata…

Kalau kamu sukses membuat dua orang jadi menikah, maka akan dibuatkan rumah di surga…

Redaksionalnya ndak seperti itu sih 🙄 , tapi inti kalimatnya seperti itu. Nah (terlepas dari apakah ucapannya itu benar atau tidak), karena ucapannya itu, beberapa orang kawan akhirnya memutuskan untuk berprofesi sebagai pemburu rumah di surga a.k.a. mak comblang (saya juga… :mrgreen: ). Tidak sampai serius banget sih… Paling hanya men-courage beberapa orang teman yang sedang berusaha mengakhiri masa lajang dan mencoba bergabung dengan klub Under 25 (maksudnya, menikah di bawah atau pada umur 25 tahun). Lumayan sukses loh… Sampai ada terbersit pikiran gokil untuk mendirikan sebuah biro jodoh :mrgreen:

Menjadi seorang pemburu rumah di surga, ada suka dan dukanya. Sukanya tuh, kalau provokasinya sukses. Reward dari kawan yang berbahagia itu, lumayan loh… Waktu itu, minimal ditraktir mi pangsit di warungnya Pak Jali (tukang jualan mi di kampus TF). Kadang juga, lebih elit sedikit, ditraktir nasi sambel Wonokromo (yang bisa bikin orang yang dak biasa pedes sampai tipus). Apalagi kalau sampai menikah… Wah, nama sang pemburu bakal ada di deretan paling atas daftar undangan.

Tapi, ada juga dukanya… Kalau pasangan yang dibidik itu ternyata tidak dapat bersatu karena satu dan lain hal, biasanya para pemburu bakal menjadi tempat buang sampah curhat yang pertama. Karena itulah, salah satu syarat untuk menjadi seorang pemburu adalah harus memiliki kemampuan mendengar dan empati yang baik.

Alhamdulillah, ada cukup banyak kawan satu angkatan saya yang bergabung dengan klub Under 25. Saya tidak mengklaim bahwa itu adalah hasil kerja para pemburu lho ya… Karena kami tidak tahu, apakah provokasi-provokasi yang kami lancarkan waktu itu menjadi bahan pertimbangan pada saat kawan-kawan itu memutuskan untuk bergabung ke dalam klub, atau apakah provokasi itu dapat dihitung sebagai suatu pahala yang layak mendapatkan hadiah berupa rumah di surga 🙂 .

Oke. Begitu. Lucunya, sampai sekarang, saya malah masih belum menikah 😐 . Sehingga justru menjadi target bidikan pemburu yang lain :mrgreen: . Di kampus sini (ITB), ada beberapa kawan yang mencoba menjodohkan saya dengan seorang teman yang juga masih melajang. Walaupun provokasinya masih kurang sukses, namun saya harus berterima kasih pada mereka. Terima kasih banyak kawan, atas perhatiannya *membungkuk dalam-dalam penuh rasa terima kasih*. Saran ya, kalau ingin menjadi pemburu yang sukses, yang dibidik itu jangan hanya yang cowok (baca: saya) dong. Tapi, calon pasangannya juga… Oke? 😉 😆

Di sekolah tempat saya mengajar juga begitu. Ada banyak senior dan rekan yang memprovokasi saya untuk menjalin hubungan dan mengakhiri masa lajang. Ada yang mencoba menjodohkan saya dengan anak murid di kelasnya. Ada yang mencoba menjodohkan saya dengan santriwati di pesantrennya. Ada juga yang mencoba mendekatkan saya dengan beberapa rekan guru perempuan yang belum menikah. Dan, ada yang mengenalkan saya pada teman yang beliau temui pada saat menjalani pelatihan. Terima kasih banyak semuanya, atas perhatian yang telah diberikan pada saya. *membungkuk dalam-dalam penuh rasa terima kasih*

Dari banyak pemburu itu, ada beberapa yang kemampuannya itu outstanding. Salah satunya adalah Pak Sandy, guru Bahasa Jerman di sekolah saya. Provokasinya mantep betul. Yang di-provokasi itu tidak hanya saya, namun juga gadis yang coba dijodohkan dengan saya itu. Saya sampai kehilangan kata-kata saat mengetahui kegigihan beliau. Terima kasih banyak, Pak… Mohon bantuannya terus, ya. Maklum lah, walaupun saya ini mantan pemburu, namun kalau disuruh berurusan sendiri dengan seorang gadis itu, jadi grogi (lugunya keluar lagi 😳 ).

Terus, bagaimana tips untuk menjadi pemburu yang baik? Apa saja persyaratannya (selain punya kemampuan mendengar dan empati yang bagus)? Mungkin ada yang bertanya seperti itu. Terus terang, saya tidak dapat menjawab. Karena pengalaman saya sebagai pemburu masih sedikit. Maaf… m(_ _)m

ps to Pak Sandy:

Makasih banyak lho, Pak… Jangan marah kalau saya buat tulisan seperti ini ya. Met liburan (sebentar lagi, sekolah libur kan?), dan titip salam buat Bu April 🙂 . Du bist ein guten Lehrer und Freund.

ps zu Meine Liebe (soll ich dich ‘Meine Schaetzi’ rufen?):

Hast du diesen Aufsatz gelesen? Wenn ja, nicht wuetend werden, bitte… Ich habe gesagt dass ich hier mehr expressiv lerne. Oke? ^_^

ps to all:

I am sorry for making another unimportant post. But, I need to express this feeling… Oke? ^_^

ps buat semuanya:

Ada yang mau bergabung dengan korps Pemburu Rumah di Surga? 😆