Arsip untuk Maret, 2008

To : You

Posted: 25 Maret 2008 in serius

I know that there is no way for you to love me…

I realize that long ago, you know…

but still, I find that you are perfect…

right now, at least… :mrgreen:

Iklan

freedom & destiny

Posted: 21 Maret 2008 in renungan

do we really have a freedom?

because there is always a destiny…

ribet

Posted: 20 Maret 2008 in pendidikan, serius

Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan seorang rekan sesama penerima Beasiswa Unggulan Depdiknas. Beliau dari jurusan yang berbeda (Desain), namun masih dalam koridor yang senada. Beliau juga seorang guru, yang mengajar di SMK Seni.
Pertemuan kami itu, berlangsung di sebuah warung nasi. Warungnya itu berlokasi di depan BNI, di pojokan jalan Ganesha. Lumayan murah… Lah, ini malah membahas soal warung… 👿 Oke, balik ke topik utama!!

Nah, sambil makan, kami ngobrol ngalor-ngidul. Membahas macem-macem, mulai dari tesis, tugas-tugas kuliah, sampai uang beasiswa yang agak tersendat. Sampai akhirnya, waktu lele di piring beliau tinggal tersisa kepala dan tulang belulang berserakan, obrolan kami sampai ke topik tentang awal keberangkatan ke Bandung ini.

Beliau : “Heh? Jadi, sampeyan dulu itu dikirim oleh sekolah toh?”
Saya : “Iya, Pak… Loh, memangnya Bapak ndak dikirim sama sekolah?”
Beliau : “Walah, kalau saya itu ndak begitu… Harus berjuang sendiri, bahkan sedikit dipermasalahkan. Katanya dak boleh berangkat lah… administrasinya belum beres lah… heh, susah…”

Dan, begitulah… Ada banyak cerita sejenis yang pernah saya dengar. Intinya adalah, rekan-rekan guru itu mengalami kesulitan dalam usaha meningkatkan kualitas dirinya. Minimnya publikasi beasiswa, ruwetnya proses perijinan yang harus dilalui (Alhamdulillah, saya tidak sampai mengalami hal ini), dan beratnya meninggalkan keluarga merupakan 3 alasan yang paling sering saya dengar dari teman-teman yang menahan diri untuk mengajukan beasiswa.

Ruwetnya proses perijinan berada di peringkat kedua. Padahal, pemerintah telah menetapkan pendidikan sebagai salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus. Alokasi 20% dari APBN di luar gaji merupakan salah satu bukti (yang masih belum terbukti sampai saat ini) akan keseriusan pemerintah terhadap hal ini. Namun kenapa proses perijinan untuk meninggalkan tugas selama belajar itu masih saja ruwet?

Padahal ada banyak rekan guru yang benar-benar serius dalam usaha meningkatkan kualitas dirinya… 😦

Ah, ribet! Jadi pusing mikirin hal ini…

ps:

Alhamdulillah, saya tidak mengalami keruwetan ini karena pemerintah daerah di kota tempat asal saya itu begitu concern dengan urusan pendidikan sehingga sangat mendukung setiap kali ada tenaga pendidik yang mengajukan beasiswa, bahkan pada beberapa kesempatan, mengalokasikan dana dari APBD untuk kepentingan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Selain itu, urusan perijinan juga dipermudah.

3 pertanyaan…

Posted: 15 Maret 2008 in iseng, mimpi

Ada 3 pertanyaan…

  1. what will you do, if I say I love you?
  2. what do you think about an old, bald, pot-bellied man? like it, or not like it?
  3. will you taking care of me, so I won’t become an old, bald, pot-bellied man? in return, I will taking care of you si you will become a nice and cute grandmother… what do you say?

Wuaa… Gara-gara nonton ulang Love Generation nih. Jadi bertanya-tanya, kapan saya bisa mengajukan ketiga pertanyaan itu… 😳 

Pertanyaan kedua dan ketiga itu merupaka quote dari dorama tersebut di atas. Di episode terakhir (atau satu episode sebelum terakhir ya?), waktu Teppei melamar Riko…

Kalau pertanyaan pertama, saya sudah pernah menanyakannya pada seorang gadis, dan jawabannya… di luar dugaan. Dak usah diceritain bagaimana jawabannya, tapi yang jelas, membuat saya jadi seneeeng banget! :mrgreen:

Ah, ya, sudahlah… Kembali ke laptop! 😆

SEMANGAT!!!

anak-anak…

Posted: 13 Maret 2008 in serius

Buat anak-anak kelas 3 di SMKN 1 Panji Situbondo, yang sebentar lagi akan menempuh Ujian Nasional…

Gimana Tugas Akhir kalian? Lancar saja kan? Dak ada masalah berarti yang ditemui kan? Kalaupun ada, saya yakin kalau Bu Oni, Pak Dedy, Pak Budi, Pak Dian, dan para guru lain dapat memberikan bantuan yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Ah iya, sebelumnya saya mau minta maaf. Dulu, sebelum berangkat ke Bandung, saya pernah berjanji kalau saya akan berusaha untuk menyelesaikan kuliah di sini secepatnya, dan kembali ke Situbondo pada bulan Maret untuk menulis buku tesis di sana, sambil menemani kalian mempersiapkan diri untuk menjalani UN. Ternyata, saya tidak dapat memenuhinya, karena selain tesis ternyata masih ada satu mata kuliah tersisa yang harus saya ikuti dan ada banyak tugas terkait kuliah tersebut yang harus saya kerjakan. Maaf, ya… m(_ _)m

Tapi, saya yakin kok, kalau kalian akan dapat menjalani semua proses menuju kelulusan ini dengan paripurna. Kalian kan anak-anak saya… Yang menerapkan prinsip 3 PA sepenuhnya :mrgreen:

Saya nggak akan berpesan panjang lebar tentang pentingnya kalian belajar intensif setiap hari dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore (kan, dari dulu kalian sudah menjalani proses belajar seperti itu… yah, walaupun dak semuanya 🙄 ). Saya juga ndak akan memberikan trik agar dapat bekerja sama pada waktu UAN dengan menggunakan kode-kode tertentu, karena saya yakin kalian tidak memerlukannya 😈

Saya hanya ingin berpesan agar kalian tidak mendahului nasib. Itu saja. Kalian ndak tahu apa yang ditakdirkan untuk kalian. Contohnya, dak usah jauh-jauh. Cukup guru kalian yang cakep ini 😎 .

Saya dibesarkan di desa dekat sekolah kita itu. Termasuk desa penerima IDT. Dan, saya juga bersekolah di sana. Di sebuah sekolah desa, yang hanya punya satu kelas untuk setiap tingkat, sehingga dari kelas 1 sampai kelas 6, teman sekelas saya ya itu-itu saja, dak ada perubahan, kecuali waktu kelas 5 (ada anak baru, pindahan dari Madura, lumayan cakep :mrgreen: ). Waktu itu, semua berpikiran kalau setelah lulus, saya akan melanjutkan ke SMP di daerah pinggiran kota (prediksi ini benar), kemudian masuk ke SMA 1 (prediksinya juga benar), lalu melanjutkan ke IKIP atau paling banter ke Unej, jurusan ilmu pendidikan, lalu kembali untuk menjadi guru di Situbondo.

Tidak ada yang menduga kalau saya akan lulus UMPTN untuk masuk ITS. Begitu kabar itu tersebar, semua langsung memperkirakan kalau saya akan bekerja di salah satu perusahaan besar yang ada di Jakarta atau Surabaya, dan kemudian tinggal di salah satu dari dua kota itu.

Tidak ada yang mengira bahwa selepas kuliah saya akan kembali ke Situbondo dan mengajar di SMK. Begitu mengetahui bahwa saya menjadi guru, banyak yang berpikiran kalau saya harus menunggu sekian tahun untuk diangkat menjadi guru penuh dan berstatus pegawai negeri, menunggu giliran dengan teman-teman yang telah lebih dulu mengabdikan diri menjadi guru.

Tidak ada yang menduga kalau setelah satu tahun mengabdi, saya berhasil lulus tes CPNS dan kemudian ditempatkan di SMKN 1 Panji. Mendengar berita ini, beberapa orang menyebarkan isu bahwa itu semua saya alami karena ada KKN dalam prosesnya 👿

Begitulah seterusnya, sampai saat informasi bahwa saya dikirimkan untuk menempuh S2 di ITB tersebar…

Sebagai manusia, kita hanya dapat menduga, memperkirakan, dan menyusun rencana. Namun, yang namanya nasib itu, tetap milik Allah. Ingat selalu hal ini!!!

Kalian tidak tahu (saya juga tidak), perjalanan nasib bagaimana yang digariskan bagi kalian. Karena itu, selalulah memberikan usaha terbaik yang kalian bisa. Tidak hanya untuk menghadapi UN yang akan kalian hadapi sebentar lagi. Namun untuk seterusnya, selepas kalian lulus nanti.

Ingat janji yang pernah kita buat pada waktu awal kebersamaan kita. Waktu kalian masih kelas 1, dan baru mengenal saya. Kalian akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai apa yang sudah saya capai, melihat apa yang pernah saya lihat, mengetahui apa yang saya ketahui, menguasai apa yang saya kuasai, mengunjungi tempat-tempat yang pernah saya kunjungi. Bahkan, kalau bisa, melebihi saya. Namun, saya juga masih akan terus berkembang dan berusaha mencapai yang lebih… Ingat janji itu kan? 😉

Saya selalu ingat janji itu, lho… Dan, sekarang ini sedang berusaha memenuhinya. Saya terus mengembangkan diri. Konsekuensinya, saya mengharapkan hal yang sama dari kalian semua. Ayolah, itu gak terlalu sulit. Kalian hanya perlu melanjutkan kuliah S1 (adik-adik angkatan kalian nanti harus melanjutkan sampai S2, bahkan S3 *amiiin 😀 * ), menjadi seorang guru, atau bekerja di sebuah perusahaan di luar Situbondo, atau membangun sebuah bisnis. Gampang kan? Kalian pasti mampu melakukannya.

Jangan takut untuk pergi keluar dari Situbondo. Yang penting; luruskan niat, dan sempurnakan ikhtiar. Ingat, semua petualangan hebat itu diawali dari sebuah langkah kecil.

🙄

Sudah banyak yah… Oke, selamat mempersiapkan diri untuk menghadapi UN dan segala macam prosesi untuk menentukan kelulusan itu, deh. Sekali lagi, ingat 3 PA! SEMANGAT!!!

ps:

Saya tahu, kalau ini terlalu awal. Tapi, mau bagaimana lagi? Tidak ada salahnya kan? Siapa tahu, saya tidak akan sempat membuat tulisan lagi setelah ini, karena kesibukan mengerjakan tesis. Terus, saya rasa tulisan ini juga kalian perlukan, mengingat heboh hasil try-out kemarin yang mengerikan itu (90% tidak lulus). Tak usah lah hasil itu kalian pedulikan! Itu hanya try-out… Yang terpenting, kalian berusaha sebaik mungkin dan tidak mendahului nasib! SEMANGAT!!!

bekerja dalam tim itu…

Posted: 10 Maret 2008 in serius, tesis

Lumayan berat, ya… Yang satu maunya begini, yang satu lagi maunya begitu. Jadi ribet… 😕

Apalagi kalau anggota tim-nya pada pinter-pinter n ahli di bidangnya masing-masing. Jadilah orang seperti saya, yang kurang menguasai pemrograman ataupun proses kerja perangkat keras ini, yang kerepotan. Aarrrggghhh! 👿

Sudah H-54 nih… Dan, sistem masih belum kelihatan bayangan bentuknya… 😦

Tapi, saya yakin kok, pasti lah ada jalan yang bakal ditunjukkan oleh Yang Maha Mengatur Segala. Yakin! Insya Allah.

SEMANGAT!!!

ps:

ada yang tahu dimana saya bisa memperoleh peta kontur daerah Bandung yang dapat menunjukkan perbedaan ketinggian tanah pada wilayah seluas 1 km persegi?

Yakin!
SEMANGAT!!!

ps:
Katanya sih, tulisan yang menjadi judul itu, ada dalam salah satu video klip-nya Bon Jovi (info dari film d’Bijis) 😛