Eine Reise am Wochenende…

Posted: 5 Desember 2008 in hobby, iseng, jalan-jalan, jerman

Judul di atas itu, kalau diterjemahkan secara bebas, artinya adalah Perjalanan Di Akhir Pekan.

Di Jerman sini, serba mahal. Yang namanya tiket S-Bahn (kereta trem) itu bisa sampai 2,10 Euro sekali jalan. Kalau di-rupiah-kan, jadi lebih dari 30 ribu tuh… (dengan kurs 1 Euro = 15.000). Bandingkan dengan busway yang sekali naik cukup bayar 3.500 (?). Jauh banget kan, bedanya? Itu pun, kalau ganti kereta ya harus membayar lagi… Pokoknya, mahal deh…😦

Karena itu, orang-orang Jerman sendiri jarang banget jalan-jalan. Tapi, sekalinya jalan-jalan, langsung ke luar negeri:mrgreen:

Kami, para penerima beasiswa, juga terkena imbasnya. Kami jadi susah kalau mau jalan-jalan ke kota lain (selain ekskursi yang diprogramkan oleh InWEnt). Bisanya hanya di akhir pekan, karena setiap akhir pekan ada penawaran istimewa dari Perusahaan Kereta. Schönes Wochenende Ticket.

Dengan satu tiket seharga 35 Euro, 1-5 orang dapat bepergian kemana saja di seluruh Jerman pada akhir pekan. Dengan catatan, hanya dapat menumpang kereta tipe RB, RE, S-Bahn, dan Bus saja. Itupun di kelas 2. Tidak boleh di kelas 1. Apalagi ICE (kereta peluru), IC (kelasnya sedikit lebih rendah daripada ICE), dan EC… sangat dilarang keras… verboten!

Das ist OK… Bagi kami yang dananya terbatas. Lagipula, dengan perjuangan keras, sebuah perjalanan akan terasa lebih berarti kan?😀

Nah, begitulah… Hari Sabtu kemarin, 29 Nopember 2008, saya bersama 6 orang kawan lain (total 7 orang) melakukan perjalanan nekat menuju München dengan memanfaatkan Schönes Wochenende Ticket. Saya katakan nekat, karena awalnya kami hanya berencana untuk kembali ke Heidelberg. Tapi kemudian, tiba-tiba muncullah ide itu. Yang disetujui oleh semua. Walaupun ada juga yang sedikit menggerutu dan mengeluh…😛

starting the journey

starting the journey

Jam 10 pagi kami berangkat dari Mannheim Hauptbahnhof. Tapi tidak langsung ke München. Tidak ada kereta RE atau RB yang langsung jalan ke München dari Mannheim. Kami harus pergi ke Bad Friedrichhalls dulu, kemudian ganti kereta ke Wurzburg. Di Wurzburg, ganti kereta lagi ke Nürnberg. Dari Nürnberg, barulah kami bisa menuju München. Maklum, kereta ekonomi😀

Karena harus beberapa kali ganti kereta itu, kami baru sampai di München saat matahari sudah menghilang di balik cakrawala dan lampu kota mulai dinyalakan. Jam 16.58 (musim dingin, siang hari lebih pendek dari malam hari😀 )…

Yang pertama kali dilakukan, sudah pasti… Mencari tempat makan dan toilet😆 Setelah itu, merencanakan perjalanan pulang di mesin penjual tiket terdekat. Lalu, barulah dapat menikmati suasana München di malam hari.

Orang-orang Jerman bagian selatan ternyata lebih ramah daripada yang tinggal di bagian utara. Beberapa orang yang kami temui dan tanyai (tentang arah), menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dengan ramah dan memberikan petunjuk yang jelas. Bahkan, saat kami kesasar, seorang Ibu tua membantu kami tanpa dimintai bantuan. Waktu itu, kami kesasar ke Pasing Marienplatz (namanya mirip dengan Marienplatz, pusat kota München). Ibu itu menyapa kami yang sedang kebingungan dengan Bahasa Inggris yang fasih… “Excuse me, can I help you?” begitu katanya. Alhamdulillah… Orang baik itu ada di mana-mana…🙂

di depan Rathaus

di depan Rathaus

Tapi di München itu, kami hanya dapat berkunjung ke Marienplatz yang penuh orang karena sedang ada Jahrmarkt (pasar tahunan menyambut Natal). Waktu yang sedikit itu langsung kami manfaatkan untuk foto-foto di sekitar Rathaus.

Rame banget euy...

Rame banget euy...

Belum puas foto-foto, kami harus kembali ke Hauptbahnhof, karena kereta yang akan membawa kami ke Memmingen akan segera berangkat. Kami harus lari-lari di stasiun seperti di pilem-pilem roman jaman dahulu kala… 

Saya dan Pak Ari

Saya dan Pak Ari

Dari Memmingen, kami ganti kereta ke Stuttgart. Sepanjang perjalanan, salju tebal menghiasi pemandangan di luar kereta. Di daerah selatan, saljunya lebih banyak daripada daerah tengah tempat saya berada sekarang (di Mannheim, salju hanya datang selama 2 hari T__T ).

Di Stuttgart, kami beli makan lagi (hawa dingin membuat perut cepat terasa lapar😀 ). Kemudian lari lagi mengejar kereta yang menuju Karlsruhe… Begitu sampai di dalam, langsung naik ke lantai 2, dan menemukan tempat kosong yang pas. Kami langsung duduk di situ. Eh, kok ndilalah ternyata di dekat kami itu juga duduk rombongan suporter sepakbola dari Karlsruhe yang sedang mabuk  (perjalanan jadi tidak nyaman karena para suporter itu terus teriak-teriak dan nyanyi-nyanyi dak karuan). Untung saja, mereka turun di stasiun berikutnya. Alhamdulillah…

Kami turun di Karlsruhe-Durlach. Di sini, kami harus menunggu kereta yang menuju ke Heidelberg selama 2 jam lebih… Dingiiiin banget (termometer menunjukkan -2 derajat Celcius), sementara kami hanya memakai jaket dan sepatu yang seadanya saja. Jadi deh… Ngelakuin hal-hal aneh di stasiun yang, untungnya, sepi itu. Mulai dari yang Poco-poco, sampai merencanakan perjalanan ke Roma, Italia. Pokoknya, asal gerak!😀

Kedinginan tapi tetep narsis

Kedinginan tapi tetep narsis

Di stasiun itu, kami juga memperbarui tiket kami karena Schönes Wochenende Ticket hanya berlaku sampai jam 03.00 dini hari. Sementara, kereta yang ke Heidelberg baru datang jam 03.37… Jadilah kami membeli 2 set tiket baru. Setelah mendapatkan tiket baru itu, sempat terlintas ide untuk tidak langsung pulang ke Mannheim pagi itu, tapi jalan-jalan dulu ke Mainz. Tapi, rencana itu dibatalkan setelah melihat termometer dan membayangkan kehangatan kamar 

Jam 03.37, kereta yang menuju Heidelberg datang. Kami langsung melompat masuk kereta yang kosong itu. Rencana tidur di kereta tidak dapat dilakukan karena takut kebablasan…

Turun di Heidelberg, kami pindah ke Bus yang membawa kami langsung menuju Mannheim Hauptbahnhof. Di situ temperatur sudah lumayan lebih baik (pas 0 derajat😀 ). Dari Hauptbahnhof kami naik S-Bahn nomor 3 dan turun di halte dekat asrama InWEnt.

Herr Schaala (resepsionis) terlihat sedikit kaget saat melihat kami yang pulang dengan muka kusut dan lelah namun puas itu. Ugh… hangat banget… Alhamdulillah…

Kami memutuskan tidak langsung tidur, tapi masak mi rebus dulu (untuk sarapan dan menghangatkan badan) kemudian makan bersama.

Setelah Subuh (06.10), saya memasang tanda do not disturb di pintu kamar, dan langsung berangkat lagi ke Malang, menjemput Lies untuk pergi bareng ke Situbondo😀

Komentar
  1. suandana mengatakan:

    Akhir tahun besok, rencananya mau backpacking keliling Jerman…😆

  2. itikkecil mengatakan:

    iri………
    itu menjemput ke malangnya dalam mimpi kan?😆

  3. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Jangan hanya iri, Mbak… Tapi langsung nyusul aja…😎

    itu menjemput ke malangnya dalam mimpi kan? 😆

    Iya…😳
    Soalnya ponakannya dah kangen sama tantenya tuh…:mrgreen:

  4. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    duh, bener2 ketinggalan informasi saya, hiks. wah, selamat atas beasiswanya, pak adit, mudah2an kuliahnya cepet kelar, lalu pulang ke tanah air utk membangun dunia pendidikan kita yang lebih mencerahkan dan bermartabat.

  5. Aki Herry mengatakan:

    Asiknya jalan-jalan diakhir pekan.
    Semoga sukses dan cepet balik lagi ketanah- air.
    Iya nih, tul kata Pak Sawali, membangun pendidikan, satu diantara sekian banyak yang perlu sekali dibangun.
    Schoene gruesse aus Bandung

  6. phiy mengatakan:

    Ish! mending 15.000 dapet kreta layak daripada 1.500 kreta bauk (T-T)

  7. suandana mengatakan:

    # Pak Sawali
    Amiin… Terima kasih atas doanya, Pak…😀

    # Aki Herry
    Amiiiin… Vielen Dank für die Wünsche…😀
    Schöne Grüße zurück!

    # afiy
    Iya sih, tapi di sini dak ada kereta yang bauk lho…😛

  8. grace mengatakan:

    MAHAL!!!😯
    kalo LRT di tempat saya cuman sekitar 15rb udah bolakbalik…ga bau juga kok…
    btw, jadi pengin juga…
    *ngepak2 barang siap2 pergi ke….*
    *…………….timbuktu*:mrgreen:

  9. ninoy mengatakan:

    hueeeeeeeee mupenggggggg cape2 juga tapi seru ya melihat2 pemandangan negri orang, ah nunggu honeymoon ajah *ngarep*

  10. suandana mengatakan:

    # grace
    Itu dia… Mahal banget… T__T
    Tapi, yah, lumayan… Jadi sering jalan kaki. Itung-itung olah raga…:mrgreen:

    Ke Timbuktu ya… Janjian sama Takodok kah?😆

    # ninoy
    Amiiiiin…. Semoga honeymoonnya ninoy nanti di negeri orang… (honeymoon saya juga:mrgreen: )

  11. Kashita mengatakan:

    Wah asik tuh pak, tapi capek banget tuh.
    Emang naik RB, RE enaknya buat jarak dekat dan medium aja yah…maksimal 5 jam perjalanan.
    Biar lebih puas jalan2nya…
    Salam kenal pak dari Berlin….silahkan berkunjung ke Blog saya.

  12. Kashita mengatakan:

    di kashita.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s