alasan…

Posted: 13 Juni 2008 in iseng

Liebe… Warum muss ich du einen Grund geben? Liebe noetig nicht einen Grund! Deshalb habe ich nicht geantwortet deine Frage: Warum rufst du mich jeden Abend an? Hast du nicht genug von et?

Ich rufe dich jeden Abend an weil ich deine Stimme hoeren moechte. Ist das falsch? Wenn ja, entschuldigung!  [1]

Then, why do you want to hear my voice?

That’s probably your next question. And, once again, I can’t give you any good answer. The only thing I can think of as a reason is just because I like you. That’s all… [2]

Lah, beremma caretana pas bisa senneng ka sengko’?

Paleng padhena nika pertanyaanna empiyan saterossa.. Padha bai, kule ta’ bisa ajeweb se teppa’. Se terrang, empiyan genika nyennengngi, raddin, penter, ben nyambung manabi eajak acator. Manabi kula nelpon, rassana genika ce’ manteppa. Bunga ce’ sarana. Pera’ nelpon. Napa pole manabi katemo… Fuh, ta’ usah etanyaagi baremma rassana. Ta’ bisa ekacator… [3]

Nyennengne yo opo?

Paling iku sing bakal mbok tako’ne. Bener, to? Jawaban kanggo pertanyaan kuwi yo sih durung mantep. Sing jelasa, kabeh soko awakmu kuwi nggarai wong senneng. Suaramu, logatmu, pokoke kabeh lah… [4]

Kok bisa?

Ich weiss noch nicht. That’s the characteristic of feeling. Ta’ bisa epajellas ngangguy akal. Isone kuwi mung dirasakke. Bener kan? Jadi, sudahlah… Tak perlu kau tanyakan alasan apa yang mendasari semua yang telah kita lakukan sampai saat ini. Terima saja kalau itu karena ich liebe dich und du liebst mich auch:mrgreen:

OK? Well then, have a nice day und toi toi toi. [5]

Ganbaro!!!😆

ps:

  1. Bagian pertama menggunakan Deutsch hasil belajar selama 6 minggu. Jadi, kalau ada kesalahan, mohon dimaafkan. m(_ _)m
  2. Bagian kedua menggunakan Bahasa Inggris. Sama, kalau ada kesalahan kata (penulisan atau gramatika), mohon maaf yang sebesar-besarnya. m(_ _)m
  3. Bagian ketiga menggunakan Bahasa Madura. Campur (enggi-enten dan enja’-iya), sepertinya. Sebenarnya ingin menggunakan enggi-enten, namun saya tidak terbiasa menggunakannya, sehingga banyak yang lupa. Juga, mungkin ada beberapa kata yang penulisannya tidak sesuai dengan yang seharusnya. Hal ini disengaja, agar lebih mudah. Nyo’on sapora se raje… m(_ _)m
  4. Bagian keempat, Bahasa Jawa ngoko, yang biasa saya pergunakan saat berkomunikasi dengan nawak-nawak di sini. Kalau ada salah, mohon maaf.. m(_ _)m
  5. Bagian kelima, campuran…:mrgreen:
Komentar
  1. suandana mengatakan:

    Tidak ada niat untuk pamer atau bagaimana… Namun, ada beberapa kalimat yang rasanya lebih pas kalau diucapkan dalam bahasa tertentu (alesan ajah:mrgreen: …)

    Oke… Ada yang perlu kamus?
    😆 😆😆
    SEMANGAAATTT!!!

  2. takochan mengatakan:

    Bukan kamus lagi, translete semuanyaaaaa!😈
    *ngeloyor nyari aspirin*

  3. suandana mengatakan:

    # takochan

    Bukan kamus lagi, translete semuanyaaaaa!😈

    😆
    Sori… m(_ _)m
    Tapi, kalau saya translet semuanya, nanti dak seru lagi. Si Liebe itu jadi ngerti, nanti… Padahal kan secret makes something something😎😆

  4. takochan mengatakan:

    Si Liebe itu jadi ngerti

    ngapain diposting haaaaaaa?😈
    Lha, kenapa coba? Kan kekasih tercinta Liebe mas Adit, harus terbuka dong ah😛

    *lari jauh2 sebelum disate*

  5. nurma mengatakan:

    empiyan genika nyenenggi, raddin.. dst

    mahluk normal mana yg dak suka cewek cantik pak?😆 pak adit normal tnyt *lega..*

    Manabi kula nelpon, rassana genika ce’ manteppa. Bunga ce’ sarana. Pera’ nelpon. Napa pole manabi katemo…Fuh, ta’ usah etanyaagi baremma rassana.

    halah..halah.., dasar cowok!😆 kalo lagi kasmaran bisa ilang logikanya lgsg menjelma jd pujangga dadakan, jadi terdengar merayu, sok puitis pak😆

    kabeh soko awakmu kuwi nggarai wong senneng. Suaramu, logatmu, pokoke kabeh lah…

    emang yah, klo udah kadung cinta, jadi gak bisa jawab mulai kpn & atas dasar apa🙂 napa yah pak??!

    Terima saja kalau itu karena ich liebe dich und du liebst mich auch:mrgreen:

    halah..halah.. mekso! piye toh?! kulo dados mboten saged mbedaken ingkang naminipun “cinta” kalihan “nafsu”:mrgreen: haduh kpriben niki.. *pulang sambil nyanyi lagunya Aa’ jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini..*

  6. suandana mengatakan:

    # takochan

    Lha, kenapa coba?

    Ya.. Itu karena nanti saya kan jadi malu kalau ketemu dengan dia😛 (alesannya gak masuk akal, yak?😆 )

    # nurma

    pak adit normal tnyt

    Lah… Jadi, selama ini saya dianggep dak normal, gitu ya?😈

    kalo lagi kasmaran bisa ilang logikanya lgsg menjelma jd pujangga dadakan,

    😆
    Saya sendiri juga heran… Kok bisa ya, saya bikin tulisan seperti itu😎

    emang yah, klo udah kadung cinta, jadi gak bisa jawab mulai kpn & atas dasar apa🙂 napa yah pak??!

    Kan sudah dijelaskan dalam tulisan… Karena itu adalah karakteristik dari yang namanya perasaan. Dak bisa dijelaskan secara logis. Itu hanya bisa dirasakan. Iya, kan???😀 *jawaban orang yang belum berpengalaman dalam cinta*

    halah..halah.. mekso!piye toh?!

    😆
    Bukannya orang yang sedang jatuh cinta itu akan menjelma jadi orang paling egois?😆

    kulo dados mboten saged mbedaken ingkang naminipun “cinta” kalihan “nafsu”:mrgreen: haduh kpriben niki..

    Sepertinya topik ini perlu dibahas lebih mendetil, nih… Gimana kalau nurma yang buat?😀

  7. itikkecil mengatakan:

    kalo maksudnya biar tidak dimengerti untuk apa ditulis?

  8. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Karena saya ini pemalu. Walaupun saya dapat membuat tulisan seperti itu🙄 , kalau disuruh mengucapkan yang semacam itu langsung di depan seorang gadis, saya dak bakalan bisa…😐

  9. itikkecil mengatakan:

    jadi…. apa gunanya ditulis kalo yang bersangkutan gak bakalan ngerti?

    *tetep ngeyel*

  10. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Ya… Biar saya jadi lega, karena sudah mengutarakan perasaan (walaupun tidak langsung ke orangnya)…:mrgreen:

  11. […] Juga karena  aseli! saya gak paham bhs jerman. Kalo bait pertama sih bisa saya nalar karena pak adit sering nyebut kata ini, walau katanya “Liebe” itu panggilan untuk temen juga (iya kan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s