Archive for the ‘narsis’ Category

januari – mei

Posted: 3 Juni 2009 in cerita, jerman, narsis

Enam bulan sudah berlalu sejak saya melakukan update terakhir di blog ini. Ada banyak hal yang saya alami dalam kurun waktu itu. Ada yang menyenangkan, ada yang menyedihkan, ada yang membuat saya bangga bukan main, dan ada pula yang tidak ingin saya ingat.

Momen-momen besar yang saya alami selama kurun waktu antara Januari s.d. Juni ini adalah sebagai berikut; (lebih…)

Liebe Lies,

Du, ich vermisse Dich. Es sind schon zwei Monate. Ich habe zwei Vollmonde geschaut, aber ich habe Dich niemals gesehen. Ich möchte Dich anschauen wie die Rosen möchten der Sonne im Winter zu sehen. Ich liebe Dich. Weißt Du das?

Am letzte Wochenende fuhr ich nach Paris, die Stadt der Liebe. Die Stadt war schön und ziemlich romantisch. Es gab viele schöne und historische Sehenswürdigkeiten: Avenue des Champs Elysees, Arc de Triomphe, Eiffel-Turm, Grand Palais, und vieles Andere.

ich war in der Avenue des Champs Elysees mit Freunde

ich war in der Avenue des Champs Elysees mit Freunde

Das ist mein erste Foto. Weißt Du der Avenue des Champs Elysees? Das ist eine bekannte Straße in Paris. Wir mussten auf diese Straße zu Arc de Triomphe laufen.

Arc de Triomphe

Arc de Triomphe

Der Arc de Triomphe, das Denkmal der Napoleons Siege. Das Denkmal war schön, groß, und edel wie der Kaiser.

ich schaute der Eiffel-Turm an

ich schaute den Eiffel-Turm an

Ich machte dieses Foto an der Place du Chatillot. Ich kannte Eiffel-Turm völlig gesehen.

ich war an der Eiffel-Turm

ich war an der Eiffel-Turm

Dieses Foto braucht keine mehr Informationen oder was? Ich war an der Eiffel-Turm. Am bekannteste Icon von Paris.

Ich und meine Freunde auf den Pont de l'Alma

Ich und meine Freunde auf den Pont de l'Alma

Der Eiffel-Turm tagsüber war elegant. Aber am Abend war er elegant und schön. Schau mal dieses Foto! Wir machten dieses Foto auf den Pont de l’Alma, eine Brücke über der Seine. Wunderschön, oder?

ich suchte Gare de l'Est

ich suchte Gare de l'Est

Manchmal musste ich Stadtplan gesehen weil ich die Treffpunkt für Rückfahrt finden musste. Ich machte dieses Foto an der St.Laurent Kirche. Wie findest Du dieses Foto? GJ oder was? 🙂

Hast Du gemerkt? Ich trug meine Jacke, Mütze, und Handschuhe. Jetzt ist Herbst, deshalb war es kalt in Paris. Aber das machte die Lage mehr romantisch. Und die Leute! Viele Leute küssten sich an der Seine, am Eiffel-Turm, an der Metro-Station, in der Metro… An jedem Platz! Das machte, dass ich Dich noch mehr vermisse. Ich wünschte, du wärst mit mir auf dieser Reise gewesen… T__T

So… Das ist meine Geschichte. Schreib mir Deine Geschichte in Indonesien, bitte. Ich vermisse Dich. Viele Küsse

Dein Adith

ps:

  1. Meine Schätzie, wie findest Du meine Brief? Gut, oder was?
  2. Buat yang minta terjemahan… Maaf ya, kali ini tidak bisa saya lakukan :mrgreen:
  3. Cerita kali ini, intinya saya pergi ke Paris. Itu saja, kok… :mrgreen:

*resurrection no jutsu*

*bangkit dari alam kematian*

Alhamdulillah…

Akhirnya…

Saya hanya ingin mengucapkan dua kata saja.

SAYA LULUUUUSSS!!! 😆

Terima kasih semuanya… m(_ _)m
Buat yang sedang berjuang… SEMANGAT!!! Kapan nyusul? 😈

*harakiri no jutsu* 😀

*kembali ke alam kematian*

And he dies…

Itu adalah kalimat penutup dari salah satu tulisan Shakespeare, yang ada King Lear -nya itu lho (kalau dak salah).

Dan, itu pula yang terjadi dengan blog ini.

Die..

Namun, saya tidak akan menghapus blog ini. Biarlah blog ini menjadi memento salah satu perioda dalam hidup yang harus saya lalui.

Jadi,

selamat tinggal semuanya…

Sayonara…

Au revoir…

Auf wiedersehen…

Good bye…

And the curtain is closed.

Beberapa tahun yang lalu, waktu saya masih kos di Gebang Lor, Surabaya, pernah ada seorang kawan yang berkata…

Kalau kamu sukses membuat dua orang jadi menikah, maka akan dibuatkan rumah di surga…

Redaksionalnya ndak seperti itu sih 🙄 , tapi inti kalimatnya seperti itu. Nah (terlepas dari apakah ucapannya itu benar atau tidak), karena ucapannya itu, beberapa orang kawan akhirnya memutuskan untuk berprofesi sebagai pemburu rumah di surga a.k.a. mak comblang (saya juga… :mrgreen: ). Tidak sampai serius banget sih… Paling hanya men-courage beberapa orang teman yang sedang berusaha mengakhiri masa lajang dan mencoba bergabung dengan klub Under 25 (maksudnya, menikah di bawah atau pada umur 25 tahun). Lumayan sukses loh… Sampai ada terbersit pikiran gokil untuk mendirikan sebuah biro jodoh :mrgreen:

Menjadi seorang pemburu rumah di surga, ada suka dan dukanya. Sukanya tuh, kalau provokasinya sukses. Reward dari kawan yang berbahagia itu, lumayan loh… Waktu itu, minimal ditraktir mi pangsit di warungnya Pak Jali (tukang jualan mi di kampus TF). Kadang juga, lebih elit sedikit, ditraktir nasi sambel Wonokromo (yang bisa bikin orang yang dak biasa pedes sampai tipus). Apalagi kalau sampai menikah… Wah, nama sang pemburu bakal ada di deretan paling atas daftar undangan.

Tapi, ada juga dukanya… Kalau pasangan yang dibidik itu ternyata tidak dapat bersatu karena satu dan lain hal, biasanya para pemburu bakal menjadi tempat buang sampah curhat yang pertama. Karena itulah, salah satu syarat untuk menjadi seorang pemburu adalah harus memiliki kemampuan mendengar dan empati yang baik.

Alhamdulillah, ada cukup banyak kawan satu angkatan saya yang bergabung dengan klub Under 25. Saya tidak mengklaim bahwa itu adalah hasil kerja para pemburu lho ya… Karena kami tidak tahu, apakah provokasi-provokasi yang kami lancarkan waktu itu menjadi bahan pertimbangan pada saat kawan-kawan itu memutuskan untuk bergabung ke dalam klub, atau apakah provokasi itu dapat dihitung sebagai suatu pahala yang layak mendapatkan hadiah berupa rumah di surga 🙂 .

Oke. Begitu. Lucunya, sampai sekarang, saya malah masih belum menikah 😐 . Sehingga justru menjadi target bidikan pemburu yang lain :mrgreen: . Di kampus sini (ITB), ada beberapa kawan yang mencoba menjodohkan saya dengan seorang teman yang juga masih melajang. Walaupun provokasinya masih kurang sukses, namun saya harus berterima kasih pada mereka. Terima kasih banyak kawan, atas perhatiannya *membungkuk dalam-dalam penuh rasa terima kasih*. Saran ya, kalau ingin menjadi pemburu yang sukses, yang dibidik itu jangan hanya yang cowok (baca: saya) dong. Tapi, calon pasangannya juga… Oke? 😉 😆

Di sekolah tempat saya mengajar juga begitu. Ada banyak senior dan rekan yang memprovokasi saya untuk menjalin hubungan dan mengakhiri masa lajang. Ada yang mencoba menjodohkan saya dengan anak murid di kelasnya. Ada yang mencoba menjodohkan saya dengan santriwati di pesantrennya. Ada juga yang mencoba mendekatkan saya dengan beberapa rekan guru perempuan yang belum menikah. Dan, ada yang mengenalkan saya pada teman yang beliau temui pada saat menjalani pelatihan. Terima kasih banyak semuanya, atas perhatian yang telah diberikan pada saya. *membungkuk dalam-dalam penuh rasa terima kasih*

Dari banyak pemburu itu, ada beberapa yang kemampuannya itu outstanding. Salah satunya adalah Pak Sandy, guru Bahasa Jerman di sekolah saya. Provokasinya mantep betul. Yang di-provokasi itu tidak hanya saya, namun juga gadis yang coba dijodohkan dengan saya itu. Saya sampai kehilangan kata-kata saat mengetahui kegigihan beliau. Terima kasih banyak, Pak… Mohon bantuannya terus, ya. Maklum lah, walaupun saya ini mantan pemburu, namun kalau disuruh berurusan sendiri dengan seorang gadis itu, jadi grogi (lugunya keluar lagi 😳 ).

Terus, bagaimana tips untuk menjadi pemburu yang baik? Apa saja persyaratannya (selain punya kemampuan mendengar dan empati yang bagus)? Mungkin ada yang bertanya seperti itu. Terus terang, saya tidak dapat menjawab. Karena pengalaman saya sebagai pemburu masih sedikit. Maaf… m(_ _)m

ps to Pak Sandy:

Makasih banyak lho, Pak… Jangan marah kalau saya buat tulisan seperti ini ya. Met liburan (sebentar lagi, sekolah libur kan?), dan titip salam buat Bu April 🙂 . Du bist ein guten Lehrer und Freund.

ps zu Meine Liebe (soll ich dich ‘Meine Schaetzi’ rufen?):

Hast du diesen Aufsatz gelesen? Wenn ja, nicht wuetend werden, bitte… Ich habe gesagt dass ich hier mehr expressiv lerne. Oke? ^_^

ps to all:

I am sorry for making another unimportant post. But, I need to express this feeling… Oke? ^_^

ps buat semuanya:

Ada yang mau bergabung dengan korps Pemburu Rumah di Surga? 😆

will you…

Posted: 17 Mei 2008 in narsis, serius

Meine Liebe,

Will you accept me? If you say yes, then you’ll have to accept my family too… And, in return, I will make you and your family part of my life, my precious ones…

Will you share my dreams and accompany me, supporting me, so I can fulfill those dreams? In return, I will make your dreams to be mine and I will use everything I have to make sure they are fulfilled…

I am not very good to speak in romantic language, but I can guarantee that I will always love you…

So, what will you say???

it’s a good day

Posted: 26 April 2008 in hobby, iseng, narsis

*tarik nafas dalam-dalam*

*hembuskan*

Aaah… Segarnya… Dunia ini indah ya??? 🙂

Matahari bersinar dengan cerah, walaupun dihalangi oleh awan cirrus yang tipis. Internet lancar, logistik lengkap, to-do-list sudah tersedia…Yup, it’s a good day!

SEMANGAT!

Sebenarnya, tadi ingin menulis tentang kekacauan rutin yang terjadi setiap tahun selama pelaksanaan Ujian Nasional, seperti kasus bocornya soal, perubahan jawaban oleh guru, dsb… Tapi kemudian, setelah melihat kondisi hari yang begitu cerah saat ini, rasanya kok jadi sayang banget untuk dirusak oleh hal-hal negatif macam itu.

It is a good day…

Walaupun mulai besok itu saya akan berada dalam travelling mode (harus jalan jauh, pulang-pergi Bandung-Jakarta-Situbondo) dalam waktu 3 hari, selagi masih harus memenuhi target tesis, namun ternyata semangat saya masih tetap tinggi tuh dan optimis semuanya dapat terselesaikan dengan baik. Amin.

*melihat kondisi di luar*

Sepertinya… Nyantai sebentar dak pa-pa nih. Ada yang mau jalan-jalan? :mrgreen:

SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTT!!!