Arsip untuk Desember, 2007

auguri, bon anno…

Posted: 31 Desember 2007 in Uncategorized

DECI!!!ย 

Sebenarnya, pengen membuat kaleidoskop, tapi sedikit bingung. Jadinya ya, membuat tulisan ini…

NOVE!!!

Tahun 2007 ini, banyak pengalaman baru yang saya dapatkan. Tabrakan motor lawan motor di awal tahun, seminggu sebelum saya harus berangkat ke Bandung untuk memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa (lagi)… kepergian seorang sahabat untuk selamanya, dua hari sebelumย perkuliahan program magister resmi dimulai… sahabat-sahabat baru yang tidak kalah baiknya (walau kadang bikin jengkel juga ๐Ÿ‘ฟ )… Semuanya ikut memberikan warna dalam kehidupan yang saya jalani sepanjang tahun 2007…ย 

OTTO!!!

Tidak… Tidak ada yang saya sesali dari keseluruhan proses di tahun 2007 itu. Penolakan lamaran saya kepada seorang gadis, bukankah justru merupakan tanda bahwa gadis itu bukanlah pasangan terbaik yang telah disiapkan Allah untuk saya? *menghibur diri, nih… :mrgreen: * Tidak diikutkannya game yang saya buat dalam daftar game yang diikutkan kompetisi itu bukankah merupakan isyarat bahwa saya memiliki waktu yang lebih panjang untuk membuat game yang lebih bagus lagi? Kegagalan adalah kebahagiaan yang tertunda, kata orang… ๐Ÿ˜€

SETTE!!!

Kalau ditanya tentang momen yang paling membahagiakan pada tahun 2007, maka saya akan kesulitan untuk menjawabnya. Apakah itu saat saya mulai nge-blog? Ataukah waktu saya membeli laptop? Ataukah pada saat Ira datang ke Bandung? Atau waktu saya pergi ke Banten untuk menghadiri pernikahan Afta? Saya tidak dapat memastikan karena semua itu merupakan momen yang membahagiakan… ๐Ÿ™„

SEI!!!

Kehidupan dalam sebuah keluarga besar yang penuh dengan intrik dan bertaburan permasalahan juga ikut membentuk saya, agar dapat menjadi pribadi yang lebih dewasa, bertanggung jawab, dan mampu menanggung amanah. Yah, semoga saja saya mampu menjalankan tugas sebagai kepala keluarga besar (nanti… entah kapan… ๐Ÿ™„ )

CINQUE!!!

Mulai tahun 2007 ini pula, saya memulai perjalanan karir sebagai seorang PNS. Terus terang, dulu saya tidak pernah memimpikan untuk menjalani kehidupan sebagai orang gajian negara. Impian saya itu adalah menjadi seorang ilmuwan-peneliti-petualang seperti Indiana Jones ๐Ÿ˜ณ yang pergi menjelajah ke berbagai pelosok dunia untuk menemukan pemecahan atas berbagai misteri. Mimpi itu belum dilepaskan sih… ๐Ÿ˜€

QUATTRO!!!

Saya sangat berterima kasih pada semua sahabat, rekan, dan saudara yang telah mengenalkan saya pada dunia blog. Walaupun awalnya merupakan tugas yang terkait perkuliahan, namun ternyata dunia ini telah membuat saya jadi kecanduan (sampai dana bulanan jebol buat beli pulsa T___T). Namun, yah, ada banyak manfaat yang saya dapatkan dari kegiatan nge-blog ini. Latihan menulis, salah satunya.

TRE!!!

When I thought that this year that shone like a treasure was about to end… I feel a bit reluctant to part with it…

Kata-kata tersebut diucapkan oleh Akari, dalam salah satu anime favorit saya, Aria the Animation

DUE!!!

Sebenarnya, saya sudah membuat rencana untuk melewatkan pergantian tahun ini dengan pergi ke Gede-Pangrango atau ke Pangandaran. Namun, yah, manusia berencana, Allah yang berkuasa… Adaaa saja halangan yang membuat saya tidak dapat pergi keluar kota Bandung dan terpaksa menghabiskan malam dengan OL di kosan yang sepi. Tapi, saya dak menyesal kok… ^_^

UNO!!!

Sebenarnya ingin nge-paskan postingnya jam 12, tapi sepertinya dak mungkin… Jadi , yah, saya ucapkan sekarang saja…

AUGURI! BON ANNO!

It’s the beginning of a fresh bright year… what colour it will end up as, is up to us… may the year that is about to start be filled with happiness…

Itu quote lain dari Aria the Animation… Kayaknya cukup mengena, kan? Jadi, sekali lagi… AUGURI! BON ANNO!

Iklan

gara-gara GTO nih…

Posted: 27 Desember 2007 in narsis, renungan

Di GTO, ada pertanyaan begini… What does “school” mean to you? What does “teacher” mean to you?

Jawaban yang diberikan oleh beberapa karakter itu bermacam-macam.

Ada yang bilang… It’s a place where you get together with your friends, right? Forget studying, we do that at cram school

Cram School itu, semacam kursus ya? Saya lupa terjemahannya… ๐Ÿ˜ฆ

Orang kedua bilang… A place to sleep, I think…

Jawaban yang bagus dan mengena… ๐Ÿ˜•

Orang berikutnya bilang… School should be a place you can go if you choose to…

Demikianlah seharusnya sekolah itu (menurut saya pribadi lho ya…). Tak perlu lah, anak-anak yang memang tidak berminat ke sekolah itu dipaksa-paksa untuk pergi ke sekolah. Jadi, saya sebagai guru dapat bersenang-senang bersama mereka yang benar-benar berminat. Tidak perlu menghadapi mereka-mereka yang hanya bersikap negatif…

Untuk pertanyaan kedua, jawabannya agak lebih ‘serem’

Orang pertama bilang begini… A punching bag? ๐Ÿ˜ฏ

Kalau ada anak saya yang mengatakan begini, apa yang harus saya lakukan ya? ๐Ÿ™„ Mungkin saya akan bilang Bring it on! sambil pasang kuda-kuda :mrgreen: (lumayan, ada teman untuk sparring)

Orang kedua bilang begini… They think they’re so much smarter than we are? They teach out of schoolbooks…

Yah… Diakui atau tidak, memang banyak guru yang melakukan hal ini. Saya sendiri kadang juga begitu… ๐Ÿ˜ณ

Orang berikutnya bilang begini… Totally, anyone can be a teacher. All you need’s a certificate… And we’re supposed to respect them and stuff?

Hmm… Ada benernya juga. Saya bukan lulusan sekolah guru, namun karena punya sertifikat Akta IV, saya dapat menjadi guru. Jadi, salahkah saya karena memilih menjadi guru? ๐Ÿ™„

Dalam volume lain, ada perenungan yang dilakukan oleh Pak Uchiyamada, principal-nya Onizuka yang sudah mengabdi selama 29 tahun. Pak Uchiyamada bertanya-tanya pada dirinya sendiri… Why do I keep doing it? What do I think I’m going to find? What truth? Who is it for? What is it for?

Pak Uchiyamada merenung begitu pada saat terbaring tak berdaya di rumah sakit (gara-gara ulah Onizuka). Selain itu, dia juga memikirkan murid-murid yang pernah dididiknya selama karir mengajar yang 29 tahun itu. Ada yang jadi pedagang sukses, ada yang jadi istrinya orang kaya, namun keduanya tidak ada yang pernah mengontaknya lagi. Ada juga muridnya yang jadi pembunuh pedofil berantai, dan membuat Pak Uchiyamada ikut terkenal (karena dalam artikel tentang pembunuh itu disebutkan bahwa sang pembunuh pernah dididik di sekolah tempat Pak Uchiyamada mengabdi ๐Ÿ˜• )

Saya sendiri juga jadi bertanya-tanya… Bagaimana nanti pada saat saya sudah mengabdi selama 29 tahun ya? Akankah semangat saya masih tetap sama seperti sekarang? Akankah saya dapat berubah mengikuti perkembangan jaman?

Saat ini, saya sangat menikmati belajar bersama anak-anak. Namun, akankah perasaan itu tetap sama untuk seterusnya?

***

***

***

Aaaghh… Kenapa juga saya mikir begini ya? *garuk-garuk kepala* Masa depan kan masih jauh ya… Bukan merupakan sesuatu yang harus dikhawatirkan terlalu jauh. Ada tesis yang jauh lebih urgent… Jalani saja hidup ini… Iya kan? ๐Ÿ˜†

SEMANGAT!!!!!!!!!

Dapatkah kita lepas dari masa lalu?

Judul posting ini merupakan quote yang diambil dari sebuah film korea berjudul S Diary. Mungkin karena belum dapat lepas dari masa lalu itu, saya sampai membuat tulisan offline seperti berikut ini.ย 

KEPADAย SAHABAT

Tulisan ini kutujukan kepada engkau yang secantik bunga liar yang tumbuh di tepian kali di depan rumah. Juga kepada engkau yang seanggun burung laut yang meluncur tenang di atas ombak. Dan, engkau yang sehangat hembusan angin yang berhembus di puncak perbukitan di selatan kota…Aku baik-baik saja… Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya ingin menyapa dan membongkar kembali lembaran-lembaran usang yang lama tersimpan dalam kotak kenangan… Lembaran-lembaran yang bertuliskan mimpi-mimpi yang kita rajut bersama. Lembaran-lembaran yang bercerita tentang berbagai petualangan yang pernah kita jalani bersama. Dan lembaran-lembaran yang akan selalu mengingatkan bahwa tawa bahagia dan tangis kesedihan sering hadir berdampingan. Lembaran-lembaran itu memang sudah usang, namun mereka adalah salah satu hartaku yang paling berharga…

Engkau yang secantik bunga liar di tepian kali… Maafkan aku, yang begitu bodohnya sehingga tidak menyadari bahwa semua ciptaan itu adalah indah. Maafkan aku, yang baru dapat melihat kecantikanmu saat engkau jauh dariku. Maafkan aku…

Engkau yang seanggun burung laut… Terima kasih karena telah membantuku dalam memilih jalan yang harus kutempuh. Ketenanganmu saat bermain di antara ombak yang begitu ganas telah memberikan inspirasi bagiku dalam menempuh jalan yang tidak mudah ini… Terima kasih…

Engkau yang sehangat hembusan angin di puncak perbukitan… Betapa aku merindukan engkau yang selalu menemani saat aku sedang kelelahan dan kehilangan semangat… Dimakah kamu berada kini?

Aku tahu, kalau aku tidak boleh hidup di masa lalu… Dan, aku tidak ingin hidup seperti itu. Namun, aku yang sekarang merupakan bentukan dari masa laluku, dimana kalian merupakan bagian darinya. Boleh kan, kalau aku menengok sebentar untuk kembali menata diri? Jadi, dak pa-pa ya, kalau aku membuat tulisan seperti ini? Cuma sesekali, kok… ๐Ÿ˜Ž

Yah, saya tahu kalau itu nggak keren… terlalu mellow dan sebangsanya… Tapi, mau bagaimana lagi? ๐Ÿ˜

cerita dari kampung…

Posted: 25 Desember 2007 in narsis

Tidak banyak yang dapat diceritakan sih… Wonderful and exciting… Seperti biasa…ย Tingkah polah anak-anak di sekolah yang lucu-lucu dan sedikit lugu ^_^ … Hari raya kurban yang sedikit berbeda suasananya (entah kenapa ๐Ÿ™„ )… Cangkrukan di warung dengan anak-anak sambil cerita macem-macem (mulai dari tugas akhir mereka sampai ke rencana masa depan) dan tertawa bareng-bareng… Pokoknya menyenangkan deh…

Selain itu… Ada juga cerita tentang wabah DBD di Situbondo. Banyak anak kecil (orang dewasa juga…) yang tertular, termasuk adik saya satu-satunya dan ponakan saya yang kecil, lucu, imut-imut itu… Makanya, jaga kesehatan… Ingat 3M!

Terus… Ada juga cerita tentang pernikahan orang kedua yang pernah menghuni pojokan hati saya (di kapling paling pojok, dipenuhi bunga beraneka warna ๐Ÿ˜€ ). Belum sih, karena dia baru akan menikah tanggal 30 Desember besok. Namun undangannya sudah sampai T_T. Sayang saya tidak dapat datang… Padahal dulu (waktu di PHK) pernah bikin janji kalau akan saling menghadiri pernikahan masing-masing ๐Ÿ˜ . Yah, karena tesis sudah menunggu, makanya saya cepet-cepet balik ke Bandung.

Kemudian, ada cerita tentang para pemburu rumah di surga (baca: mak comblang). Setidaknya, yang saya temui langsung itu ada dua pemburu. Satu orang itu rekan mengajar di sekolah yang sama dengan saya, dan satu lagi masih terhitung kerabat (walaupun dulu pernah mengajar saya di SD). Yang tidak dapat saya temui ada banyak… Rata-rata merupakan rekan-rekan Bunda. Alhamdulillah, ternyata saya ini terbilang laris juga ya… Buktinya, banyak yang antri menjodohkan :mrgreen:

Rekan saya itu menawarkan untuk mempertemukan saya dengan sepupunya. Sebenarnya, sih, gadis itu bukan orang baru bagi saya, karena dulu kami pernah sekelas waktu masih SMA. Dan, dulu, dia (yang akan dipertemukan dengan saya itu) merupakan salah satu dari top 10 di sekolah yang bermimpi untuk menjalin hubungan bilateral dengannya pun saya tidak berani. Tapi sekarang, sepupunya menawarkan untuk menjodohkan saya dengan dia. Bahkan, orang tua gadis itu (kebetulan merupakan sahabat Bunda) juga setuju waktu rekan saya itu menyampaikan rencananya… Jadi terharu @_@ …

Kemudian Pak Lek saya yang jadi mantri kesehatan di Puskesmas itu menawarkan untuk menjodohkan saya dengan salah satu dokter di tempat kerjanya… Wuaah… Jadi terharu lagi… @_@ … Mimpi apa saya, kok mau dijodohkan dengan seorang dokter. Apalagi dokter itu juga sudah terkenal sebagai dokter yang baik hati, ramah, selain cantik tentunya…

Tapi saya jadi bingung… Harus pilih yang mana ya?

๐Ÿ™„ Eh… Kok cerita dari kampung malah lebih banyak cerita tentang proses perjodohan yang baru sampai tahap perkenalan atawa nontoni ini ya? Jadi malu ๐Ÿ˜ณ

Tapi dak ada cerita lain yang dapat disampaikan nih, jadi ya… Saya akhiri sampai di sini saja deh… m/(_ _)\m

hiatus : off…

Posted: 25 Desember 2007 in narsis

Sebenarnya, dak usah pakai pengumuman begini pun sudah jelas ya… Tapi, ada yang bilang pamali… hiatus-nya pakai pengumuman, kok balik normalnya dak ada pengumuman apapun…

Jadi, yah… Ini lah…

HIATUS: OFF!

Saya sudah di Bandung lagi… ๐Ÿ™‚

pulkam…

Posted: 19 Desember 2007 in Uncategorized

Ada pepatah… “Dewa Apollo aja gak selalu memegang busur dalam keadaan tegang“. Maksudnya, harus sesekali santai… Supaya tidak stress… ๐Ÿ™‚

Nah, dalam rangka mengikuti saran tersebut… Saya pulang kampung (siapa juga yang pengen tahu ya?) …

Perjalanan pulang, berjalan lancar. Lancaaaar sekali… Sampai-sampai perkiraan waktu yang saya buat jadi error. Saya memperkirakan tiba jam 4 sore… Ternyata jam 13.30 sudah sampai di rumah dengan selamat tidak kurang satu apapun. Alhamdulillah…

Padahal sempat was-was karena harus melewati Lapindo. Alhamdulillah lancar. Tidak ada kemacetan.

Tapi, rencana mampir ke ITS dan jalan-jalan di Surabaya terpaksa dibatalkan. ๐Ÿ˜ฆ

Mungkin sampai tanggal 24 Desember, akses saya ke internet bakal terbatas. Karena itu, sekalian saja hiatus… Insya Allah setelah tanggal 25 Desember itu, akses saya sudah bakal normal lagi.

Jadi, selamat berlibur semuanya… selamat Idul Adha… dan… SEMANGAT!!! :mrgreen:

sepi…

Posted: 16 Desember 2007 in cerita, renungan

Kalau sedang sepi begini… Pikiran jadi ngelantur kemana-mana… Makanya, hati-hati…

Contohnya, seperti yang baru saja terlintas di benak saya. Bagaimana ya, rasanya menjadi orang terakhir yang masih normal di Bumi? ๐Ÿ™„

Gara-gara nonton film I am Legend nih…

Bercerita tentang seorang doktor (apa dokter ya?) yang tinggal sendirian di kota New York (ditemani seekor anjing sih…).

Dokter tersebut merupakan manusia normal terakhir di New York, karena sebuah epidemi virus telah membuat manusia lainnya (bahkan di seluruh dunia) bermutasi menjadi mahluk semacam vampir yang buas dan aktif di malam hari karena tidak tahan sinar matahari. Tiga tahun, sang dokter menjalani hari-hari yang sepi di kota itu. Berburu, menjelajah kota bersama Sam, anjingnya, untuk mencari barang-barang yang dapat dimanfaatkan, dan menyiarkan pengumuman tentang keberadaannya di kota itu, mengundang survivor lain untuk datang. Dan, sang dokter juga berusaha membuat obat untuk memusnahkan virus yang mirip dengan G-virus (Resident Evil) itu.

Di akhir film, sang dokter berhasil menemukan formula yang tepat untuk memusnahkan virus itu. Dan, dia juga bertemu dengan seorang wanita bersama anaknya (?) yang mendengar siaran radio dan datang ke New York. Namun, pak dokter itu mati saat berusaha menahan para mutan yang menyerang laboratorium tempat pengembangan vaksin. Vaksinnya sendiri diselamatkan oleh si wanita yang kemudian berhasil menemukan sebuah shelter perlindungan tempat sekelompok survivor bermukim. Happy but sad ending

Makanya, jadi kepikiran… Kalau saya mengalami kejadian itu… Apa yang bakal saya kerjakan ya? Nge-blog, dak ada yang baca… Jalan-jalan, hanya bisa siang hari dan tidak kalah berbahayanya dengan malam hari… Nge-net, beritanya basi… Belajar di perpus, mungkin… Apa pindah tempat tinggal ke toko buku saja ya? ๐Ÿ™„ …

Ah, kalau Anda gimana? Apa yang bakal dilakukan kalau mengalami situasi itu?