mereka yang berada di balik layar…

Posted: 8 Mei 2010 in film, hobby, pendidikan, Uncategorized

Bagus tidaknya sebuah film tidak hanya ditentukan oleh akting memukau dari para pemeran, improvisasi nan kreatif dari sutradara atau cerita memikat yang dibuat oleh seorang penulis naskah. Sebuah film adalah hasil kolaborasi apik dari banyak orang yang justru tidak dikenal oleh para penonton. Orang-orang yang tampil hanya dalam bentuk tulisan pada credit title yang muncul pada akhir film. Orang-orang yang hampir tidak pernah disebut jika sebuah film memenangkan penghargaan karena tidak ada kriteria untuk mereka. Padahal, mereka adalah kunci keberhasilan sebuah film.

shooting sepulang sekolah

shooting sepulang sekolah

Orang-orang seperti asisten sutradara yang bertugas menterjemahkan instruksi sutradara ke dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh para kru. Orang-orang yang bertugas mengangkat reflektor. Orang-orang yang bertanggung jawab terhadap mendorong doli. Orang-orang yang bertanggung jawab mengatur konsumsi para kru. Orang-orang yang berperan sebagai figuran, yang memberikan kesan wajar dalam sebuah film. Orang-orang yang merekrut para figuran…

clapper

clapper

Mereka semua ikut memberikan andil dalam sebuah film. Mereka juga menyumbangkan semangat di sana. Mereka adalah tim yang ikut menentukan kualitas sebuah film. Jika pemegang reflektor tidak melaksanakan tugas dengan baik, maka pencahayaan yang diinginkan oleh penata artistik tidak akan didapatkan. Jika pendorong doli tidak mengerahkan seluruh tenaga, maka kamera tidak akan dapat mengikuti gerakan Dian Sastro yang sedang berlari mengejar Nicholas Saputra (Ada Apa Dengan Cinta). Jika petugas konsumsi tidak menyediakan konsumsi tepat waktu, maka para kru akan kehilangan semangat (men are moved by their stomach, kata seorang jenderal). Jika para figuran tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankan perannya, maka tak mungkin ada adegan antrian di loket tiket busway yang begitu normal (Ungu Violet). Bayangkan jika unit manager merekrut para preman yang disewa oleh PH saingan untuk mengganggu proses produksi…

petugas konsumsi

Sayangnya, penghargaan untuk mereka-mereka itu masih sangat sedikit dan, menurut saya pribadi, masih sangat kurang jika dibandingkan dengan dedikasi yang mereka curahkan dalam proses pembuatan film. Orang-orang sering tidak mempedulikan credit title yang menayangkan nama-nama para personil ini. Orang-orang memilih untuk segera beranjak dari kursi bioskop sambil membahas betapa cool-nya Nicholas Saputra sebagai Gie. Atau memilih untuk menghentikan film, mengeluarkan keping DVD dari tray, dan mengganti dengan judul yang lain. Bahkan, ada yang mengusulkan agar credit title itu dihilangkan saja…

Terus terang, saya baru menyadari pentingnya orang-orang seperti mereka pada saat terlibat dalam sebuah kegiatan produksi film. Memang, menunggu sampai credit title selesai ditayangkan seluruhnya itu agak membosankan. Tapi, itu adalah salah satu cara untuk menunjukkan apresiasi kita pada mereka yang berada di balik layar tersebut. Jadi, mari, tonton credit title sampai akhir… SEMANGAT!!!😀

Komentar
  1. chugy mengatakan:

    Keren mas artikelnya….bisa jd inspirasi bt saya. Kbtulan ad tgs dr kmpus ni buat CD reportase ,tapi masih amatir ni heheeeee masih butuh pembelajaran yang lebih..! thanks

  2. suandana mengatakan:

    bagus

    jangan hanya komentar kayak gini, Le…

  3. Amirul Bahri mengatakan:

    hahah, betul mas. belakangan saya juga jadi sering bgt merhatiin credit title setiap film saya tonton pas setelah saya membuat film sederhana bersama temen”.😀

    salam kenal🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s