ngiming ngimingi…

Posted: 21 Oktober 2008 in jerman, pendidikan, serius

Sudah hampir dua bulan saya di negeri orang. Tapi, kok masih aja sering terkaget-kaget saat bangun pagi dan melihat pemandangan di luar jendela ya? Bukan hanya itu. Sering sekali terjadi, saat jalan-jalan ke Stadt (bener-bener jalan-jalan, bukan naik bus atau S-Bahn😐 ), saya tersadar…

Iya ya, aku sekarang ada di Jerman

Itu kalimat yang sering tiba-tiba terlintas di benak, saat melihat orang-orang di sekeliling saya yang bule semua. Atau saat angin dingin mulai bertiup menggugurkan dedaunan. Atau saat mencicipi masakan di kantin yang ekstrim (terlalu asin atau hambar sama sekali T___T ).

Bukan… Saya tidak bermaksud pamer atau bagaimana dengan menuliskan hal ini. Saya hanya ingin berbagi cerita. Bahwa ternyata, pergi ke luar negeri itu tidak terlalu berat. Bahwa ternyata, di sini pun saya sering merasa bahwa saya masih ada di Indonesia.

Oke. Harus saya akui bahwa perasaan masih di kampung sendiri itu dikarenakan saya masih berkumpul dengan teman-teman satu grup ILT 2008 (20 orang) plus grup ILT 2007 (10-an orang) dari Indonesia. Dan, saya menyadari bahwa nanti pada saat kami harus berpisah (jika menjalani praktikum di Firma berbeda) dan tinggal di kota yang berbeda-beda, mungkin saya akan merasakan kesepian. Namun, untuk saat ini, alhamdulillah saya tidak merasakan kesepian itu dan dapat enjoy dalam menjalani hari-hari di negeri orang.

Walaupun, teteup, saya sering juga merasakan yang namanya “kangen”. Tapi, yah, it’s still managable

Tidak… Saya tidak akan membahas tentang bagaimana cara mengatasi kangen pada saat jauh dari orang-orang tersayang. Tidak pula tentang tips hidup bahagia di negeri orang. Saya hanya ingin ngiming-ngimingi teman-teman, saudara-saudara, dan murid-murid saya (merekalah target utama dari tulisan ini), agar mereka ‘tergoda’ untuk merantau keluar kampung halaman.

Jangan lah kalian (murid-murid) menolak bekerja di luar kota dengan alasan yang tidak dapat saya terima itu. Masak dengan alasan; jauh dari rumah, Pak… kalian tidak mau berangkat ke Surabaya? Jangan sampai kalian mengatakan itu di depan saya. Awas saja kalau berani (ngancam.com)… Ingat, murid harus lebih baik dari gurunya. Jadi, kalau saya sudah ke Eropa, kalian nanti harus menjelajahi Eropa dan Afrika. Kalau saya sudah sampai di Eropa dan Afrika, kalian nanti harus menjelajahi Eropa, Afrika, dan Amerika. Dan seterusnya. Kalian bisa melakukan itu. Saya yakin. Dimana ada niat, di situ ada jalan…🙂

Ah iya, satu lagi. Tahun depan, rencananya ada program ILT lagi. Tapi, saya masih belum mendapat info lengkapnya. Temanya, saya juga masih kurang jelas. Tapi, para partisipan direncanakan sudah sampai di Saarbrücken pada bulan Juli. Artinya, kemungkinan besar (berdasarkan pengalaman saya sendiri), proses rekrutmen dan pelatihan bahasa di Indonesia sudah akan dimulai pada akhir tahun ini (proses mulai pendaftaran sampai keberangkatan dulu memakan waktu 6 bulan-an). Karena itu, bagi teman-teman yang tertarik, sebaiknya sering-sering membuka situs InWEnt.

Mungkin, hal yang paling memberatkan adalah biaya tiket Indonesia-Jerman pp. yang harus dibayar sendiri (atau oleh instansi tempat bekerja). Tapi jangan khawatir. Es gibt immer einen Weg nach Rom. Selalu ada jalan ke Roma. Iya, kan?😉

Terus, mana tulisan ngiming-ngiminginya?

Mungkin ada yang bertanya seperti itu. Jawabnya, tuh, lihat tulisan saya yang lainnya, tentang kota-kota yang sudah saya kunjungi dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan..😛 Kalian (murid-murid saya) dak pengen tah, berkunjung ke kota-kota itu juga?😉

Komentar
  1. suandana mengatakan:

    Ayo, SEMANGAT!!!

  2. phiy mengatakan:

    Kalo merantau ke luar kota,
    phiy mah stiap hari….

    Jakarta — Depok

    *LoLz*

  3. ali mengatakan:

    wah enak nih.

    *pengen mode on*

  4. Chimod mengatakan:

    wew keren kaka merantau ke negeri orang, klo saiah mah boro-boro ke negeri orang, kdang pelesir ke luar kota aja masih kangen mamah😦
    btw lam kenal ya ka🙂

  5. nurma mengatakan:

    bukannya gitu pak.., tapi bahasanya itu loh…..
    kalo papernya ditulis pakek basa jawa boleh ndak?

    (serius ON)
    iya pak, saya akan lebih semangat lagi ^^ tp jangan jerman deh…, yg laen aja *tetep nawar*

  6. sososibuk mengatakan:

    Jerman??

    Jauh……………….

  7. Bayu Herdiawan mengatakan:

    Biaya keluar negara mahal, satu – satunya jalan tentu beasiswa. Ah, andai aku cukup fasih berbahasa Prancis, aku ingin menuju Paris…😀

  8. suandana mengatakan:

    # Afiy😆
    Ja, ja… *mencoba nahan ketawa, tapi dak bisa*😆

    # Ali
    Sering-sering buka situs organisasi penyedia beasiswa aja. Insya Allah, yang namanya kesempatan itu akan selalu ada. SEMANGAT!!!😀

    # Chimod
    Salam kenaaaal🙂
    Kangen, wajar… Yang penting, bisa me-manage-nya dengan baik dan benar…😀

    # Nurma
    Hmm… Papernya ditulis pakai Bahasa Jawa. Bisa sih, mungkin, kalau ke Suriname:mrgreen:
    Kalau dak mau ke Jerman, gimana kalau ke Prancis? Sekalian menapaktilasi perjalanannya Ikal dan Arai (Laskar Pelangi_Edensor). Gute Idee, kan?😉

    # Sososibuk
    Iya… Jauh… T___T

    # Bayu Herdiawan
    Biasanya di Program2 Beasiswa itu, ada tahapan pelatihan bahasanya loh… Jadi, usaha aja… SEMANGAT!!!😀

  9. itikkecil mengatakan:

    saya juga pengen……

  10. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Makanya, Mbak… Bulan madunya ke sini saja…:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s