I lost my heart in Heidelberg…

Posted: 14 Oktober 2008 in Uncategorized

Heidelberg adalah sebuah kota yang indah. Tua, tenang, dan romantis. Apalagi di musim gugur seperti sekarang. Daun ginkgo (Ginkgo biloba) yang telah berubah warna menjadi kekuningan, menghiasi Heiligenberg (bukit di seberang sungai Neckar) dan taman di sekitar Kastil, menambah kesan romantis itu. Tidak salah apabila ginkgo disebut sebagai Leaf of Love… Banyak pasangan (tua dan muda, serta beberapa keluarga) yang berkumpul di sekitar pohon-pohon itu. Mereka membikin saya iri… T____T

Taman Kastil Heidelberg

Taman Kastil Heidelberg

Heidelberg yang tua (didirikan pada tahun 1196) itu, selamat dari pemboman pada masa Perang Dunia karena satu hal. Universitas Heidelberg adalah universitas tertua di Jerman (didirikan oleh Rupert I, Elector Palatine, pada tahun 1386), dan cukup terkenal. Salah satu Jenderal yang memimpin pasukan Amerika di PD II merupakan alumni dari Universitas Heidelberg. Karena itu, Heidelberg selamat dari bom (cerita ini, entah benar atau tidak, merupakan alasan yang disampaikan oleh setiap pemandu yang saya tanyai tentang keberhasilan Heidelberg dalam menghindari kehancuran)😕

Heidelberg dilihat dari Kastil

Heidelberg dilihat dari Kastil

Tuh, di gambar kedua. Kelihatan kan, tuanya Heidelberg? Bangunan besar di tengah (yang ada menaranya) itu adalah salah satu gereja tertua di Heidelberg. Sekarang, gereja itu merupakan sebuah gereja Protestan, namun dulu pada masa awal dibangunnya, merupakan gereja Katolik. Arsitekturnya juga gabungan dari gaya Gothic dan Baroque. Saat ini, 40% penduduk Heidelberg adalah Protestan, 40% Katolik, dan 20% lainnya (Muslim, Yahudi, dan lain-lain).

Ikon utama dari Heidelberg adalah reruntuhan kastilnya, yang disebut sebagai “The most beautiful ruin in the northern side of Alpen“. Sayang, kamera HP saya yang hanya 2 MP itu tidak dapat merekam keindahannya T___T

Obyek lain yang menjadi daya tarik sehingga banyak wisatawan datang berkunjung ke Heidelberg adalah sungai Neckar. Dengan membayar 16 Euro, orang-orang dapat berpesiar menggunakan kapal dari Heidelberg ke Mannheim. Sebenarnya saya ingin mencoba, tapi ternyata pada hari saya berkunjung ke Heidelberg, tidak ada kapal yang berangkat menuju Mannheim T__T. Yah, kapan-kapan aja deh… Toh, masih ada waktu 1 bulan (pada bulan Desember tidak direkomendasikan untuk melakukan boat trip 😛 ).

Namun saya tidak terlalu kecewa, karena kemarin itu saya juga melakukan boat trip di Neckar. Tidak sampai ke Mannheim, tentu saja. Hanya dari ujung Heidelberg ke ujung lainnya, bolak-balik. Namun itu pun sudah cukup. Apalagi, kapal yang dinaiki termasuk kapal istimewa. NeckarSonne (The Sun of Neckar), sesuai namanya, adalah kapal komersial bertenaga matahari dan, katanya, adalah yang terbesar di dunia. Kapal itu mampu membawa 40 orang (tapi, kemarin itu overload gara-gara kami:mrgreen: ), dan dapat mencapai kecepatan 20-an mph. Di atas kapal itu ada restoran, namun kami memilih untuk berkumpul di dek terbuka di belakang kapal. Mumpung matahari sedang cerah, dan hawa tidak terlalu dingin.

Interior NeckarSonne

Interior NeckarSonne

Es war eine schoene Wochenende…

Tidak salah kalau sampai ada yang bernyanyi ich hab’ mein Herz in Heidelberg verloren

Es war an einem Abend,
Als ich kaum 20 Jahr’.
Da küßt’ ich rote Lippen
Und gold’nes, blondes Haar.
Die Nacht war blau und selig,
Der Neckar silberklar,
Da wußte ich, da wußte ich,
Woran, woran ich war:

Ich hab’ mein Herz in Heidelberg verloren,
In einer lauen Sommernacht.
Ich war verliebt bis über beide Ohren
Und wie ein Röslein hat ihr Mund gelacht.
Und als wir Abschied nahmen vor den Toren
Beim letzten Kuß, da hab ich’s klar erkannt:
Daß ich mein Herz in Heidelberg verloren.
Mein Herz, es schlägt am Neckarstrand.

Und wieder blüht wie damals
Am Neckarstrand der Wein,
Die Jahre sind vergangen,
Und ich bin ganz allein.
Und fragt ihr den Gesellen,
Warum er keine nahm,
Dann sag ich euch, dann sag ich euch,
Ihr Freunde, wie es kam.
Ich hab’ mein Herz . . . . .

Was ist aus dir geworden,
Seitdem ich dich verließ,
Alt-Heidelberg, du Feine,
Du deutsches Paradies?
Ich bin von dir gezogen,
Ließ Leichtsinn, Wein und Glück,
Und sehne mich, und sehne mich
Mein Leben lang zurück.
Ich hab’ mein Herz . . . . . .

Kalau dalam Bahasa Inggris, jadi seperti ini.

It was a summer evening,
Just twenty I had seen,
When I kissed ruby lips and
Hair of golden sheen.
The night was blue and blissful,
The Neckar flowed pristine,
It was then I knew, it was then I knew,
What all to me did mean..

I lost my heart in Heidelberg for all time,
On a balmy summer night.
In love head over heels, oh were she all mine,
And like a rose, her laughing mouth my light.
As by the gates she said: “Good-bye my lover,”
That last sweet kiss, it did confirm once more,
I’d lost my heart in Heidelberg forever.
My heart still beats on Neckar’s shore.

And once again the vines bloom,
As then, on Neckar’s shore,
The years have passed so slowly,
And I’m alone once more.
And if you ask this fellow,
Why he took none to wed,
Then I will tell, then I will tell,
My Friends, what to this led:
I lost my heart . . . .

Whatever happended to you,
Since you and I did part,
Oh Heidelberg of legend,
Oh city of my heart?
I went away and left you,
Left luck and happy days.
I long to be, I long to be,
Back in your arms always
I lost my heart . . . .

ps:

Meine Schätzie, es ist nur ein Lied, nicht der Realität. Weil ich mein Herz nur bei dir verloren hab’…

Komentar
  1. suandana mengatakan:

    Ada yang mau berkunjung ke Heidelberg juga?🙂

  2. jelita alamanda mengatakan:

    saya mau…….
    duh kapan ya maen ke jerman?😀
    mas suandana domisilinya dimana sih?

  3. Koen mengatakan:

    Kota yang benar2 menawan!🙂

    Versi lain kenapa kota ini terselamatkan adalah bahwa Jerman yakin akan bisa menduduki Inggris. Maka waktu mengebom Inggris besar2an, mereka mengecualikan Oxford dan Cambridge — kedua kota akademik itu lebih berharga dalam keadaan utuh. Dan akibatnya, setelah turning point, AU Inggris membalas budi dengan mencegah jatuhnya bom di kota akademis Heidelberg. Beginilah konon negara beradab bertempur habis2an: menggunakan perkecualian untuk akademis. Tapi … konon🙂

  4. itikkecil mengatakan:

    indahnya…
    *nunggu dikirimi tiket ke jerman*

  5. nurma mengatakan:

    Pak Adit……, kangen rek “celotehan”nya:mrgreen:
    cantiknya yah??! tp sayang bahasanya saya ndak ngerti pak, bisa tulung di-translate? *dijitak*

  6. dreesyach mengatakan:

    Kereeeen dit!

    oya, taqaballallhu minna wa minkum, maab lahir batin. subhanallah tuh pohon, indah bener ya, jadi kebelet.. eh.. kepingin liat langsung nih.. *berandai-andai*
    rizqimu luar biasa dit *ngiri mode on* hehehe
    itu hasil jepretanmu asli?

    Yah?! verloren ma sopo siy bro?

    Ajarin nopo jermane. Ora mudeng iki.

  7. suandana mengatakan:

    # jelita
    Kalau saya dan teman-teman di sini, malah bertanya “kapan bisa ke Belanda yah?”:mrgreen:

    mas suandana domisilinya dimana sih?

    Program training saya itu cuma 1 tahun. 1 bulan pertama di Saarbruecken, 3 bulan di Mannheim, 2 bulan di entah kota mana, 3 bulan di kota lain lagi, 2 bulan di kota lainnya lagi, dan 1 bulan terakhir di Berlin. Jadi, banyak jalan-jalannya…😀

    # Koen
    Ach so, begitu rupanya… Versi yang ini baru saya ketahui tuh… Makasih informasinya ^^

    # Mbak Ira
    Heee??? Mbak Ira mau bulan madu ke Jerman toh? Nikahnya kapan? *salah paham*:mrgreen:

    # nurma
    *jitak Nurma*😛
    Tuh, sudah saya update, tak kasih terjemahan Bahasa Inggrisnya…😀

  8. nurma mengatakan:

    aduh! *benjol gede*
    Nah, klo ditranslate gtu kan saya jadi paham, ikut terharu malah…

    “1 bulan pertama di Saarbruecken, 3 bulan di Mannheim, 2 bulan di entah kota mana, 3 bulan di kota lain lagi, 2 bulan di kota lainnya lagi, dan 1 bulan terakhir di Berlin.”
    ckckck…, bener2 dreams come true…
    *mupeng ON*

  9. phiy mengatakan:

    bayarin😦

    *mahasiswakere.com*

  10. imcw mengatakan:

    Seandainya punya banyak duit dan bisa main kesana.

  11. suandana mengatakan:

    # Andre

    itu hasil jepretanmu asli?

    Iya.. Pakai kamera di HP. Yang pakai kamera bagus (punya temen:mrgreen: ) masih belum di-uplot

    kepingin liat langsung nih.. *berandai-andai*

    Dak usah berandai-andai, Dre… Nanti bulan madunya di Jerman aja. Aku bersedia kok, jadi guide gratisan. Asal dibayari biaya nginep sama makannya aja…😆

    # Nurma

    kepingin *mupeng ON*

    Ikut program beasiswa aja. Erasmus Mundus atau InWEnt ini..😀

    # Afiy

    bayarin😦

    Maksudnya, saya dimintai tolong untuk membayarkan uang tiket ke perusahaan penerbangannya kan? Kenapa dak bayar sendiri? Kan, ada pemesanan online tuh…:mrgreen:

    # imcw

    Seandainya punya banyak duit dan bisa main kesana

    dimana ada niat, di situ ada jalan, bos…😀

  12. rey2 mengatakan:

    mana fotonya? katanya banyak?? kotanya sich bagus…tp orangnya sembunyi dimana??? mejeng dikit knapa???
    begaya gituch… atau emang sengaja gak ditampilin…untuk koleksi pribadi aja?? btw, mahal gak biaya hidup disana?? aq pingin bgt maen kesana….kapan ya??? sukses aja dech….
    (Smile + peace) from someone cute…he..he..he..
    usul nich, gmana kalo fotonya dimasukin friendster aja biar lebih enak ngeliatnya……

  13. suandana mengatakan:

    # rey2
    Biaya hidup di sini, mahal banget… T___T
    Makanya, banyak mahasiswa yang harus kerja sambilan. Tapi, lumayan untuk belajar hidup lho. Coba deh, kesini…🙂

    from someone cute…he..he..he..

    tanpa foto, semua adalah hoax😈

    Usulan untuk upload ke Friendster sudah pernah dicoba, tapi ternyata tidak asik. Karena itu, ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s