banjir…

Posted: 9 Februari 2008 in serius

Bukannya saya mau latah atau bagaimana… Yang jelas, hingga saat saya menulis posting ini (Sabtu, 09 Pebruari, jam 17.20 WIB), di beberapa sudut kota Situbondo, kampung halaman saya, masih ada air yang menggenang dan di sudut lainnya ada endapan lumpur tebal yang membuat beberapa kelompok warga terisolir. Warga juga mengalami kesulitan menemukan makanan. Berita ini saya peroleh dari sms dengan keluarga, teman-teman, dan dari detik news.

Kejadiannya hampir sama dengan banjir pada tahun 2002 yang lalu, namun dengan intensitas yang lebih besar, sehingga kerugian diperkirakan juga lebih besar… :(

Yah, walaupun ini merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari, apalagi jika sudah menjadi sebuah siklus… Banjir dengan intensitas yang lebih besar akan datang lagi pada 5-6 tahun yang akan datang…😦

Alasan yang diberikan adalah karena bendungan Sampeyan Baru tidak dapat menampung air dari 200 anak sungai yang mengalir di sekitarnya… Oke, mungkin saja waduk itu telah mengalami pendangkalan, tapi pada tahun 90-an, semuanya oke tuh… Mungkin justru karena anak sungai – anak sungai itu yang mengalami peningkatan debit sehingga volumenya menjadi tidak tertampung lagi. Dan, peningkatan debit itu diakibatkan oleh gundulnya bukit-bukit yang ada di sekitar anak sungai – anak sungai tersebut.

Kenapa gundul? Lha wong masyarakatnya dengan seenaknya membabat habis hutan tersebut dan menggantinya dengan tanaman jagung… Lha wong beberapa kontraktor membangun banyak perumahan di lereng-lereng bukit itu (untung saja perumahan itu tidak longsor👿 )… Lha wong masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dengan seenaknya membuang sampah ke sungai sehingga badan sungai jadi menyusut dan mengalami pendangkalan yang parah…

Apakah tidak ada usaha reboisasi selama 5 tahun ini? Ada kok… Ilustrasinya seperti ini. Dana yang tersedia dapat digunakan untuk menanami 15 bukit, tapi hanya digunakan untuk menghijaukan 1 bukit, di sebuah tempat di dekat muara, yang sudah tidak terlalu signifikan dalam usaha mengurangi volume air yang mengalir ke sungai jika terjadi hujan, namun dipilih karena dapat dikunjungi oleh pejabat Pemkab pada saat seremoni pencanangan gerakan penghijauan.👿

Apakah tidak ada usaha membangun sarana pertahanan terhadap banjir? Ada… Sebuah pintu air baru telah selesai dibangun pada tahun 2003-2004, namun sudah cacat pada tahun 2005-2006. Entah apakah sekarang jebol lagi atau ndak…👿

Aaarghh… Mau marah tapi ndak bisa…

Mending ketawa aja deh… :lol:  :lol:  :lol:

😥

ps:

Sungguh sebuah ironi… Saat ini kan saya sedang berusaha menyelesaikan game untuk mengajarkan mahalnya kerugian yang diakibatkan oleh banjir, eh… banjirnya keburu datang…😥

Komentar
  1. suandana mengatakan:

    Aaagh… Ketawa pun dak bisa…!!!😆👿

  2. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    bagaimana bisa tertawa pak adit. ndsak hanya di situbondo pak. kampung tinggalku juga kena banjir. seharian ndak bisa keluar rumah. ya, terus gimana lagi. untung saja ndak sampai parah. moga2 saudara2 kita di situbondo diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah banjir itu. pemerintah juga perlu hati2 dan waspada. jangan sampai alam dieksploitasi tanpa perhitungan yang berdampak pada rusaknya alam.
    *mengguguk tanpa bisa berkata-kata*

  3. aRya mengatakan:

    ksni ja byar gak banjir
    tp kyk na dsni juga srink banjir
    hiks…………

  4. itikkecil mengatakan:

    banjir melulu ya sekarang. kasihan liat orang-orang di sana.

  5. resi bismo mengatakan:

    ketidakadilan terhadap alam akan berakibat kerugian thd ekosistem.
    udah bingung orang indonesia mau diapain lagi, dibilangin susah.
    usul konkrit adalah pembenahan pendidikan! investasi pendidikan, seperti cina dan india, malaysia. pada gak malu apa sama mereka.

  6. suandana mengatakan:

    # Pak Sawali
    *Masih nangis*

    # aRya😥

    # Mbak Ira
    Itu lah, Mbak…😥

    # Resi Bismo
    Memang, waktunya agak lama, tapi sistem pendidikan harus diperbarui agar menghasilkan manusia yang sadar lingkungan…😥

  7. stey mengatakan:

    banjir..melodi yang sama sepanjang akhir dan awal tahun di negeri ini..

  8. amel mengatakan:

    miris dan sedih. pilihannya ada dua:
    jika menganggap ini ujian berarti harus sabar. kalo bisa melihat ada secercah hikmah dari musibah ini berarti harus bersyukur.
    tinggal kita mau ambil yang mana….

  9. ninoy mengatakan:

    cup cup cup jangan sedih mas…..berjuang aja dari diri sendiri biar gak banjir lagih…makanya janga buang sampah sembarangan donk mas -piss-

  10. suandana mengatakan:

    # stey
    Iyah… sayangnya, melodinya tidak terdengar merdu di telinga…😦

    # amel
    Hikmah selalu ada… Hanya saja, sampai saat ini, saya belum menyadari apa hikmah di balik peristiwa banjir ini…

    # ninoy
    Iyah… Tapi, kalau di sebuah lingkungan itu, yang membuang sampah ke sungai itu ada 9 dari 10 orang, ya lumayan berat juga tuh…😕

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s