perempuan dan daun…

Posted: 8 Februari 2008 in buku

Itu adalah sebuah judul buku. Hasil karya Kirana Kejora. Berupa sebuah kumpulan cerpen dan puisi yang ditunjang dengan banyak foto. Makanya harganya lumayan tinggi. Lima puluh rebu (di Gramedia)…😐

Sesuai dengan judulnya, buku ini bercerita tentang perempuan yang sedang menghadapi masalah. Utamanya, yang terkait dengan urusan perasaan. Ya, masalah itu… Poligami, cinta yang terlambat, cinta yang hilang, cinta yang kacau, cinta yang harus berakhir karena perbedaan SARA, dan banyak lagi…

Yang membuat saya tertarik untuk meng-akuisisinya adalah waktu membaca komentar Darwis Triadi di bagian belakang buku…

Perempuan dan Daun adalah sebuah buku yang penuh pergolakan sepi, senyap, kecewa, dan amarah yang jujur dari  realisasi hati yang sesungguhnya…

Well, you see, saya kan sedang berusaha untuk memahami perempuan. Biar dapat segera keluar dari perkumpulan Jojoba… :mrgreen:  Makanya saya juga pengen tahu aspek yang ini (kesedihan, pergolakan batin, pemikiran) dari perempuan.

Dan, setelah membaca buku ini, saya malah jadi tambah bingung… x_x

Bagaimana tidak mau bingung? Membaca tentang seorang perempuan yang berubah pikiran tentang istri kedua suaminya, yang kemudian pergi meninggalkan lelaki itu sementara perempuan pertama (istri pertama laki-laki itu) tidak bersedia kembali pada si lelaki. Atau cerita tentang seorang perempuan yang kehilangan orang yang dicintainya karena cintanya pada idealisme yang dimiliki. Atau cerita tentang seorang perempuan yang terus mencari sesosok lelaki ideal yang diciptakannya sendiri, sehingga belum juga menemukan pasangan yang pas sampai usia tiga …. Dan, banyak lagi kisah lainnya.

Oke… Selain kasus pertama, hal yang sama juga dapat terjadi pada lelaki. Maksudnya, ada juga lelaki yang menciptakan sebuah sosok ideal dan kemudian berusaha mencarinya dalam dunia nyata. Banyak lelaki yang kehilangan orang yang dicintainya karena lebih mementingkan idealisme. Makanya saya jadi bingung… Lah, kebingungan yang timbul akibat masalah-masalah itu, juga dialami oleh lelaki. Solusi yang ditempuh untuk menyelesaikannya juga mirip lah… Lalu, apa yang membedakan lelaki dan perempuan? Faktor apa yang dapat membuat dua mahluk itu dapat hidup bersama? Faktor apa yang mendasari terjadinya cinta?

Terus terang, saya belum memahami hal itu. Apa sih, yang menumbuhkan cinta?😳

Pertanyaan bodoh ya?😀

*toss sama Mbak Ira yang juga pernah melakukan hal yang sama, berusaha memahami cinta*:mrgreen:

Anyway… buku ini lumayan lah buat dimiliki…

Komentar
  1. suandana mengatakan:

    Ah iya, ada yang terlupa…
    Dalam buku ini, perempuan dilambangkan sebagai daun, sementara lelaki sebagai angin. Makanya, judulnya adalah Perempuan dan Daun…😀

  2. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    jujur saja, saya belum baca buku ini, pak adit, hehehehe😆 untung pak adit “meresensinya”. saya juustru tertarik pada “keresahan” pak adit setelah membaca buku itu.

    Lalu, apa yang membedakan lelaki dan perempuan? Faktor apa yang dapat membuat dua mahluk itu dapat hidup bersama? Faktor apa yang mendasari terjadinya cinta?

    Loh, pak, jawabannya kan sudah ada pada simbol perempuan itu seperti daun, sedangkan lelaki itu seperti angin, hiks. itu artinya, lelaki itu yang harus menggoyangkan daun. tanpa angin, biasanya daun tuh ndak akan bergoyang kan, pak? hehehehehe😆 bahkan, ada angin pun, seringkali daun itu ndak bergoyang jugak kalo bersembunyi di balik batang. *lagi sense kali?*
    *Halah, komen asal* hanya ikut berdoa, moga2 pak adit bisa menggoyang daun yang pas di hati. wakakakakaka …. selamat menggoyang, pak! moga2 sukses abis.

  3. edy mengatakan:

    kebanyakan sumber malah bikin pusying
    mending jalanin aja langsung

  4. realylife mengatakan:

    waduh agak ngga setuju nich , masa perempuan disamakan dengan daun.
    tapi mungkin punya alasan tersendiri
    coba relevansinya dengan tulisan ini
    makasih
    http://realylife.wordpress.com/2008/02/04/menjadi-perempuan-yang-baik/

  5. suandana mengatakan:

    # Pak Sawali
    Waa… Yang begituan kok disebut resensi sih, Pak? Itu kan hanya ajang unjuk narsisme diri saja…:mrgreen:

    selamat menggoyang, pak! moga2 sukses abis.

    Masalahnya, belum nemu daun yang bisa digoyang, Pak…😦
    Hanyut diterpa banjir…😈

    # bro edy
    Itu lah, bro… Ane cari yang mau diajak jalan kok ya ndak nemu-nemu… Nemunya malah teori terus…😥

    # realylife
    Wah, kalau mau protes jangan ke saya… tapi ke Mbak Kirana aja…😀
    *berkunjung ke TKP*

  6. itikkecil mengatakan:

    sampe sekarang saya masih gagal memahami soal cinta itu😀

  7. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Sepertinya, sudah waktunya untuk berhenti berusaha memahami si cinta itu, Mbak… Jalani aja…😀

  8. stey mengatakan:

    saya malah ga pernah tau cinta itu gimana bentuknya..hahaha..

  9. suandana mengatakan:

    # stey😆
    Sama kalau begitu… *toss dulu*😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s