mimpi buruk bagian 1 : prolog

Posted: 14 Desember 2007 in cerita bersambung

Lelaki itu duduk sendiri di dangau kecil yang dibangun secara sederhana di pinggir kolam ikan. Matanya terus memandangi pelampung yang mengapung di atas permukaan air. Angin berhembus pelan, meniup rambut serta janggutnya yang kelabu. Kebijaksanaan, kewibawaan, ketampanan, kekuatan, dan semangat hidup yang menyala membayang dengan jelas dalam sosoknya. Di wajahnya, terbayang sebentuk senyum. Lelaki itu sedang bahagia. Ada kabar bahwa anak pertamanya akan datang berkunjung, membawa serta cucu yang selalu dibanggakannya. Karena itu, walaupun belum ada ikan yang menyentuh kailnya, lelaki itu tetap berada dalam mood yang baik.

“Pak, berhenti dulu… Sudah waktunya makan, nih…”

Seorang wanita, sebaya dengan lelaki itu, datang membawa sebuah kotak besar yang di bagian penutupnya terpampang gambar matahari.

“Sebentar lagi Bu, tanggung…”

“…” sang wanita tersenyum melihat lelaki yang telah mendampingi hidupnya selama 20 tahun lebih itu. “…Nanti kalau maag [1]-nya kambuh, dak bisa main-main sama si kecil lho…”

Sang lelaki menoleh menatap istrinya yang mulai mengeluarkan berbagai jenis makanan dari dalam kotak besar. “Tapi…”

“Apalagi kalau komplikasi… Ditambah masuk angin [2]…” kata sang istri tanpa menoleh kepada suaminya. Dia tahu kalau lelaki itu tidak bakal mau melewatkan kesempatan untuk bermain-main dengan cucu mereka. Ibarat kata, gunung api sekalipun pasti akan dilewati demi menghabiskan hari bersama anak kecil itu. Apalagi sekedar memancing. Pasti bakal segera ditinggalkan.

Lelaki itu segera beranjak meninggalkan joran pancingnya. Dia menuju sebuah pancuran kecil yang terletak tak jauh dari dangau. Mencuci muka, tangan, dan kaki. Setelah dirasa cukup, dia kembali ke dangau dan duduk menghadapi makanan yang dihidangkan oleh istrinya itu. Tak lama kemudian, mereka pun mulai menyantap makanan sambil berbincang santai.

“Kapan mereka sampai, katanya…” tanya lelaki itu.

“Agak sore sedikit…” jawab istrinya. “…speeder [3] sudah disiapkan di pangkalan… sudahlah… tenang saja… sabar…”

Lelaki itu manggut-manggut. “Hmm… Begitu ya?” Untuk sesaat mereka sama-sama terdiam. Sibuk mengunyah nasi campur jagung dengan urap-urap dan lauk ikan mas yang digoreng kering, plus dadar jagung. “Eh, Bu… Kira-kira… Ada perlu apa ya, kok si Sulung itu mendadak mau datang?”

“Yah, Bapak ini gimana sih? Paling juga ada hubungannya dengan masalah itu…”

Si lelaki tercenung sebentar. “Iya sih… Kemungkinan besar memang karena masalah itu…”

“Ngomong-ngomong, si Bungsu kok ndak ikut datang ya?”

“Alah… Kok jadi kayak yang ndak memahami sifat anak-anakmu itu sih? Si Sulung itu pun… Kalau saja tidak ada si Kecil, mungkin dia juga hanya bakal nelpon, bilang kalau mau berangkat, habis itu mak prul ilang gitu aja…”

“Hehehe… Ah, Bapak ini… Anak mau berangkat perang kok disamakan dengan waktu mau berangkat ngelamar anaknya orang…”

“Lah… Aku ini bapak mereka… Kamu itu ibu mereka… Sifat mereka ya ndak bakal jauh-jauh dari kita lah… Masak sudah lupa waktu kita masih muda dulu…” Lelaki itu tersenyum sambil memandang istrinya dengan tatapan menggoda.

“Iya… Iya… Masih ingat kok… ” dan wanita itu pun tertawa kecil, yang tak lama kemudian diikuti oleh suaminya…

bersambung…

[1] dan [2]. Mohon maaf kepada Cak Moki. Memang, seharusnya saya memakai istilah yang resmi. Tapi, demi penerimaan cerita, terpaksa pakai istilah ini…

[3]. Istilah ini saya kenal pertama kali dalam game Warhammer 40.000 : Dark Crusade

Komentar
  1. suandana mengatakan:

    Sebenarnya pengen buat tulisan tentang beberapa hal serius, tapi kok malah jadi cerita model beginian…😦

    Yah, dinikmati saja… OK?😉

  2. eMina mengatakan:

    cerita apa ini😕

  3. eMina mengatakan:

    lagi pingin cerita yang super pendek (ato puisi deh),
    tokoh laki2nya mesti yang cool dan agak cuek, yang unik
    pokoknya gak biasa 8)

  4. eMina mengatakan:

    hidup ini tidak mudah ya..
    *merenung*

    *pulang dengan lesu*

  5. eMina mengatakan:

    *lagi stres*

  6. suandana mengatakan:

    # eMina
    Maksudnya cerita seperti ini ya…

    Mina berdiri lesu menunggu angkot di pinggir jalan. Dia sedang kurang semangat karena kurang tidur. Tiba-tiba… “BRAAAKKK!!!” sebuah suara keras mengagetkannya. Sontak dia mengangkat kepala mencari asal suara…
    Di sana, tak jauh dari tempatnya berdiri menunggu angkot… Seorang lelaki terkapar. Sebuah motor besar teronggok di dekatnya.
    Agak ragu, Mina mendekati lelaki yang terkapar itu. Kepalanya tertutup helm, sehingga terlindung dari benturan langsung dengan aspal. Namun anggota tubuhnya yang lain penuh luka goresan dan memar. Sepertinya bekas terseret saat jatuh tadi.
    “Uhh…” Mina mendengar suara keluhan dari dalam helm. Masih hidup, pikir gadis itu. Agak gemetar, Mina mencoba membuka helm yang menutupi kepala lelaki itu agar dia mendapatkan udara yang lebih segar…
    Saat helm dibuka…

    Cerita seperti itu kah yang dimau❓
    Kalau iya, monggo, silahkan dilanjutkan ke bagian berikutnya…😀

  7. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    Kayaknya bakal seru nih ceritanya, Pak Adit. Settingnya “back to nature”. Yang daerah urban kan dah dimonopoli sinetron yang tidak membumi itu, hehehehe😆 kepingin baca cerita yang settingnya bernuansa pedesaan.😀

  8. gies mengatakan:

    trus mimpi buruknya mana?hmm…pasti ikan2 di kolam yg lagi mimpi buruk…XD ditunggu kelanjutannya….

  9. suandana mengatakan:

    # Pak Sawali
    Waah… Saya sendiri belum tahu, ceritanya nanti bakal bagaimana, Pak… Baru sebatas ide corat-coret di buku catatan saja. Dan, memang sengaja pakai seting seperti itu…😀

    # gies
    Mimpi buruknya? Ditunggu saja ya… *tertawa misterius*

  10. eMina mengatakan:

    -pak adith-

    nyah ?😕

    *baca cerita pendek di komentar*
    lha…lalu lanjutannya bagaimana? *penasaran*
    perlu saya buat lanjutannya? ‘>_<
    buat doooong *seneng*

    iya boleh deh:mrgreen:
    dimana lanjutannya?😕

  11. suandana mengatakan:

    # eMina

    perlu saya buat lanjutannya? ‘>_<

    Iya lah…
    Tulis sendiri ya…:mrgreen:

  12. eMina mengatakan:

    –pa adith–
    lagi ga bisa mikir😕

  13. adeksetiawati mengatakan:

    belum bisa kukatakan ini “mimpi buruk”
    habis bersambung lagi sih…….
    ayo cepat diposting lanjutannya !!!
    eh tapi jangan sampe gara2 bikin cerbung lupa ma kuliah ya, katanya mo tamat tahun depan???🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s