bagian 7: what lies beyond memories…[1]

Posted: 8 Desember 2007 in cerita

sunset

Aku melemparkan sepotong kayu ke dalam api. Beberapa saat, bara api beterbangan, bagaikan kunang-kunang. Untunglah tanah di sekitar api unggun itu sudah dibersihkan dari daun-daun dan rumput kering…

“Belum tidur?” sebuah suara memanggilku dari mulut tenda.

“Sebentar lagi…” jawabku.

“Dak capek tah?” tanyanya lagi.

“Lha… Kamu sendiri, kenapa kok bangun lagi?”

Dia keluar dari tenda, kemudian menuju api unggun dan duduk di sisiku. “Dari tadi, aku belum tidur kok…”

“Haah..?” aku menatapnya. “Ngapain aja?”

“Memandangimu…” katanya dengan nada lucu.

Aku tergelak mendengarnya. “Kenapa?”

“Hei… Tak bolehkah seorang istri mengkhawatirkan suaminya? Dari tadi kulihat Mas termangu dan sesekali menghela nafas panjang. Padahal Mas sendiri yang bilang kalau di tempat ini kita tidak boleh berpikiran kosong…”

Aku tertawa mendengar ucapannya. “Iya… iya… maaf… aku lupa… terima kasih…” Dan dia pun tersenyum.

“Mas…”

“Apa…”

“Mas sedang mengingat dia ya?”

Aku menatapnya. “Iya… Maafkan aku…”

“Tak apa… Aku yang mengajak Mas ke tempat ini. Tempat yang pernah kalian kunjungi bersama… Aku sadar, kenangan itu pasti akan muncul…”

“Terima kasih… Tempat ini memang penuh kenangan. Setiap pohon, setiap batu, dan setiap lekuk tanah menyimpan kenangan itu. Kamu kecewa?”

Dia menggelengkan kepala. “… Kenapa harus kecewa?”

“Karena aku masih menyimpan kenangan bersamanya…”

“Setiap kenangan adalah harta yang tak ternilai…” [2] Dia terdiam. “…Aku justru ingin berterima kasih pada dia. Karena dia telah membentuk Mas jadi seperti yang sekarang. Kalau Mas tidak pernah bertemu dengan dia… mungkin kita tidak akan pernah berada di sini…” Dia menatapku. “…benar kan, Mas?”

“Mungkin…”

Kemudian kami sama-sama diam untuk beberapa lama. Mendengarkan suara angin yang membelai dedaunan, suara kecipak air, suara serangga malam yang bersahut-sahutan, dan gemeretak suara api yang melahap kayu kering yang menjadi bahan bakarnya.

“Dik…” aku memanggilnya.

“Ada apa…” dia menatapku. Cahaya api terpantul di matanya…

“Lihatlah ke atas…”

Dia mendongak menatap langit yang dipenuhi bintang. “Wah, bintangnya banyak ya…”

“… pilih satu!”

“Heh? Buat apa?”

“Sebagai simbol dari tujuan hidupmu… Ingin jadi apa kamu? Bintang Senja yang menjadi pioneer, pembuka jalan? Bintang Selatan yang menunjukkan jalan dalam mencapai tujuan? Atau Bintang Pagi yang bersinar terang sendirian di saat bintang lain telah menghilang?”

Dia manggut-manggut. “Kalau Mas, milih yang mana?”

“Bintangku masih belum muncul… Nanti lah, kalau kita masih belum tidur, kutunjukkan bintang yang kupilih… Sekarang, pilih satu!”

“Hmmm…” Dia mencari-cari… Memandang ke selatan, ke utara, ke timur, dan ke barat, sebelum akhirnya… “Itu bintang apa namanya?”

“Yang mana?”

“Itu lho, yang berdekatan dengan dua bintang lain yang sama terangnya…”

“Yang seperti membentuk garis lurus itu?”

“He-eh…”

“Itu gugusan bintang Orion, namanya… Kemunculannya memberi tahu para petani akan datangnya hujan di tengah musim kemarau… Sehingga dia dijadikan petunjuk untuk mulai menanam di musim kemarau… Kenapa memangnya?”

“Jadi, dia itu simbol harapan dong…” katanya lagi.

Aku mengangguk. “Bisa dikatakan begitu…”

“Kalau begitu, aku memilihnya sebagai bintangku…” katanya sambil tersenyum. Manis.

It isn’t a coincidence that the two of us have met

It was a destiny decided long ago… [3]

TAMAT.

[1]. Salah satu baris password untuk mengaktifkan Exile, dari anime Last Exile…

[2]. Lupa… Pernah baca di mana… Gomen… ^_^;

[3]. Bagian dari final ending theme Fate Stay Night – Moon Project…

catatan akhir:

Akhirnya, selesai juga… fiuhh… Sebenarnya, ada beberapa bagian lain yang sudah selesai, namun entah kenapa saya merasa kalau bagian-bagian itu kurang pas. Jadinya ya, tidak ditampilkan πŸ˜›

Iklan
Komentar
  1. suandana berkata:

    Alhamdulillah… Selesai. Sekarang bisa mengalihkan perhatian ke topik lain… πŸ™‚

  2. Hanster berkata:

    YUpZzz….
    Yuukkk qta alihkan ke Topik lain..

  3. Sawali Tuhusetya berkata:

    β€œSetiap kenangan adalah harta yang tak ternilai…”

    Walah, saya setuju banget dengan pernyataan ini, Pak Adit, tapi kalau kenangan membuntuti hidup kita *halah sok tahu* bisa2 hidup kita akan mengalami set-back. Ini pendapat pribadi lho, pak. Banyak orang yang terbelenggu pada masa lalu hingga akhirnya tak berani menatap masa depan, hehehe πŸ˜† Maaf nih kalau OOT.

  4. bangbadi berkata:

    waaah romantisnya, hehe. Salam kenal.

  5. suandana berkata:

    # Hanster
    Ya… SEMANGAT!!!

    Tapi… πŸ™„ topiknya apa ya, enaknya?

    # Pak Sawali
    OOT-lah selagi OOT belum dilarang… πŸ˜†

    Banyak orang yang terbelenggu pada masa lalu hingga akhirnya tak berani menatap masa depan

    Iya, Pak… Makanya tokoh ‘Aku’ dalam cerita itu saya buat menikah dengan orang lain. Maksudnya, okelah… kenangan itu tetap ada… tapi hidup harus terus jalan. Bukan begitu, Pak? πŸ˜€

    # bangbadi

    waaah romantisnya

    Aah… Jadi malu… 😳

    Salam kenal

    Salam kenal jugaa… πŸ™‚

  6. itikkecil berkata:

    jadi ini toh ending nya….
    sama langit atau laut?

    *ditimpuk*

  7. eMina berkata:

    sepertinya salah tempat
    *lagi malas baca romantis2 an*

  8. suandana berkata:

    # Mbak Ira

    sama langit atau laut?

    Belum ketahuan, Mbak… Yang jelas, bukan dengan Langit, sepertinya… :mrgreen:

    *timpuk Mbak Ira pakai bintang*

    # eMina
    Heee? Cerita di atas itu termasuk romantis? Padahal, saya buatnya waktu sedang il-fil lho… πŸ˜€

  9. ordinary berkata:

    aduh.. co cuwiiit

    :mrgreen:

  10. suandana berkata:

    # ordinary

    co cuwiiit

    Eh? Perasaan dak ada yang cuwit-cuwit deh… Kan setting-nya malem, mestinya suara burung hantu dong… *pura-pura salah sangka ON* :mrgreen:

  11. takochan berkata:

    Cieee..yang mau nikah! *disetrap* :mrgreen:
    Sudah baca Stardust belom?

  12. rara berkata:

    sebenarnya saya cuma mau numpang ngintip πŸ˜€
    *lariiiii

  13. suandana berkata:

    # takochan

    Cieee..yang mau nikah!

    Amiiiiiiiinnnnn…. *penuh semangat*

    Sudah baca Stardust belom?

    Eh? Belum, tuh… Bikin review-nya dong…

    # rara
    Wah, ternyata hobi ngintip ya… πŸ˜†

  14. rara berkata:

    biasana kalau jauh cukup diintip saja hahahaha
    *lari lagi πŸ˜€

  15. adeksetiawati berkata:

    lho kok akhirnya malah ada istri yang menemani ?
    waduh…iki sebenarnya true story ne sopo tho mas?
    he..he..he..
    well sulamat..sulamat…akhirnya tamat juga
    mari kita adakan syukuran (wajah berharap dapat traktiran)

    *mode on wajah memelas*

  16. gies berkata:

    romantis bgt siihhh….

    kenangan memang abadi, terabadi malah, dan menjadi satu yang paling berharga,,,,

    hayooo ditunggu cerbung lainnyahh

  17. eMina berkata:

    rekues cerita yang unik
    8)

  18. eMina berkata:

    atas dasar saran dari pak guru, bahwasanya untuk menghilangkan kebosanan adalah membuat keributan di blog orang 8)

  19. eMina berkata:

    dan saya diperbolehkan untuk hetrik, katanya.
    apa boleh buat :mrgreen:

    maka hetriklah saya 8)

    *kabur ke ciamis*

  20. eMina berkata:

    sekali lagi 8)

  21. suandana berkata:

    # rara
    Hoo… Begitu kah? Terus, kenapa lari? Kan sudah dipersilahkan mengintip sepuasnya… πŸ˜€

    #adeksetiawati

    iki sebenarnya true story ne sopo tho mas?

    Kalo yang ini mah, asli ngarang sak pol-polane… :mrgreen:

    mari kita adakan syukuran (wajah berharap dapat traktiran)

    Dak ada makan-makan! 😈

    # gies

    romantis bgt siihhh….

    😯 *baca ulang cerita di atas πŸ™„ *
    Kok banyak yang bilang kalau ceritanya romantis ya? πŸ˜•

    hayooo ditunggu cerbung lainnyahh

    Oke… Enaknya temanya tentang apa ya? πŸ™„
    Detektif, misteri, mistik, cinta, teenlit, legenda, roman, atau… apa ya? Bisa kasih saran ❓

    # eMina
    Hohohoho… Balas dendam nih, rupanya… Jadi bagaimana? Bosannya sudah hilang kan? πŸ˜€

    rekues cerita yang unik

    *catat di agenda*
    Uniknya seperti apa ya? Bisa lebih jelas? *nyamar jadi penulis terkenal*

    *kabur ke ciamis*

    Ooo… Pulang kampung toh… Jangan lupa oleh-olehnya ya… :mrgreen:

  22. bedh berkata:

    ah mau baca dari pertama ah
    ngak seru tiba2 dah abis aja.
    ntar balik lagi …… huhuhuhu

  23. suandana berkata:

    # bedh
    Ya… Selamat baca… πŸ™‚

  24. adeksetiawati berkata:

    oooooooo..ngarang sak pol-polane tho??
    alah…ga percaya ah, iki ora ngarang, pasti pengalaman pribadine someone atau sampean sendiri, hayooo..ngaku..
    (lho kok mekso??? peace mas…he..he..he..)

  25. suandana berkata:

    # adeksetiawati
    Lah… kok malah mekso… Lha wong saya belum nikah gitu lho… T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s