bagian 6 : jadilah sayap…

Posted: 7 Desember 2007 in cerita

lanjutan dari bagian 5 : memburu pelangi 

disclaimer : tulisan ini  inspired by true story, jadi bukan true story sepenuhnya… ********************************************************* Cinta itu adalah sayap, yang akan membuat mereka yang bercinta terbang tinggi melebihi awan, menuju bintang-bintang. Cinta itu adalah seperangkat peralatan yang dapat digunakan oleh mereka yang merasakannya untuk mengatasi berbagai permasalahan. Cinta itu adalah landasan hukum yang menjadi dasar keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh mereka yang sedang mabuk kepayang… Namun cinta juga adalah belenggu yang akan membatasi kebebasan mereka yang bercinta. Cinta adalah tembok tinggi yang menghalangi jalan yang ditapaki oleh mereka yang merasakannya. Dan, cinta adalah penyakit yang pengidapnya sering dikelompokkan dengan orang-orang yang sakit jiwa.

Telingaku sudah panas, namun cewek aneh itu masih belum mau mengakhiri panggilan teleponnya. Dia masih terus bicara. Dan, topiknya selama 15 menit terakhir ini masih sama. Tentang keputusanku untuk berhenti kerja karena ingin menjadi guru di kampung halamanku…

“…kamu nggak guyon, kan?” tanyanya lagi. Entah untuk yang keberapa kali…

“Aku serius..!” jawabku. Untuk yang kesekian kali…

“Tapi… Kok kamu sampai ngambil keputusan seheboh itu?!”

“Nggak terlalu heboh, kok… Buktinya, langit tidak runtuh, bumi tidak terbelah, samudera tidak mengering… angin juga masih berhembus…”

“Apanya yang gak heboh? Orang lain mati-matian pengen kerja di perusahaan itu, eh… Kamu malah dengan enaknya berhenti…”

“Mau bagaimana lagi? Aku sudah bosan kerja di situ…”

“Oke… Tapi, kenapa kamu memilih jadi guru?”

“Memangnya, kenapa dengan guru?”

“Jadi guru itu nggak enak, tahu! Aku sudah pernah menjalaninya…” suaranya jadi agak naik. “…gajinya kecil, kerjaannya berat, gak dihargai, diremehin, makan hati… Pokoknya gak enak!!!”

“Aku tahu itu… Dan, aku siap menerima semua konsekuensinya…”

Untuk sesaat dia terdiam. “…Memangnya apa sih, yang membuatmu ingin jadi guru?”

“Aku baru menyadari… Kerja itu tidak hanya untuk uang. Kerja itu adalah sarana aktualisasi diri…” dia masih diam. “…Aku bosan menjalani rutinitas. Aku sudah muak menghabiskan hari ngobrol dengan mesin… Aku bukan mesin…”

“Tapi, kenapa guru?”

“Aku ngelihat kalau jadi guru itu fun…”

Fun? Apanya yang fun dari guru?”

“Elho… Bercanda sepanjang hari dengan anak-anak yang lucu-lucu… Ngobrol santai dengan teman-teman kerja di waktu jeda… Ikut membentuk generasi penerus bangsa… Itu kan seru, keren, dan fun… Masak kamu lupa pada itu semua? Kan, dulu kamu yang cerita dengan penuh semangat tentang serunya jadi guru…”

“…Tapi…”

“…Aku memilih jadi bintang… Penunjuk jalan… Itu panggilan hidupku…” Dia diam saja. “Please, jadilah sayap bagiku… biarkan cinta kita jadi tool untuk kugunakan memecahkan berbagai masalah yang kuhadapi… OK?”

Dia tidak juga menjawab…

bersambung ke bagian 7…

Komentar
  1. gies mengatakan:

    love is sumthing great, sumthing beautifull, and yet stupid….:P

  2. suandana mengatakan:

    # gies
    Yup… yup… setuju!
    Berdasarkan pengalaman pribadi kah?😀

  3. caplang™ mengatakan:

    jadi pengajar emang enak😀

  4. suandana mengatakan:

    # caplang™

    jadi pengajar emang enak😀

    Hohoho… Iya, bener… Gimana? Mau jadi pengajar juga?😀

  5. saRe' mengatakan:

    wah, udah sampe ke 6!!😯

    hmm, sara pernah kepikiran mau jadi pengajar…. tapi kayaknya perlu kesabaran tinggi,
    dan saya orangnya cepat marah,.😛 hehe

  6. almascatie mengatakan:

    jadi guru kadang bagi sebagian orang adalah mimpi buruk hehheheh tapi indah kok jadi guru itu…

  7. suandana mengatakan:

    # Sara
    Saya juga cepat marah, kok…😛😀
    Tapi dengan jadi guru, saya belajar untuk mengendalikan emosi… Termasuk terapi tuh…🙂

    # almascatie

    jadi guru kadang bagi sebagian orang adalah mimpi buruk hehheheh

    Sayangnya, iya…😕

    tapi indah kok jadi guru itu…

    Pernah merasakan jadi guru ya?😀

  8. suandana mengatakan:

    # almascatie
    Hoo… begitu rupanya…
    *toss*

    Pernah atau masih? *kok, jadi kayak interogasi gini ya?*

  9. eMina mengatakan:

    bingung😕

  10. itikkecil mengatakan:

    Kerja itu sarana aktualisasi diri

    sepakat.
    Saya dulu pernah mengalami hal yang sama ketika saya menolak tawaran pekerjaan yang lebih mapan demi pekerjaan yang dianggap orang sia-sia.
    Untunglah, keputusan ini didukung oleh semua orang yang mencintai saya.

  11. suandana mengatakan:

    # eMina
    Kalo bingung… tanya, dong…:mrgreen:
    Bingung dimananya…

    # Mbak Ira
    *toss sama Mbak Ira*
    Hidup kerja!!!
    SEMANGAT!!!

  12. adeksetiawati mengatakan:

    “Cinta itu adalah landasan hukum yang menjadi dasar keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh mereka yang sedang mabuk kepayang”
    jadi ingat ama Hakim kalo mo bikin berita acara persidangan nih ha..ha..ha..ha..

  13. suandana mengatakan:

    # adeksetiawati

    jadi ingat ama Hakim kalo mo bikin berita acara persidangan nih

    😆 Iya, ya… Baru sadar saya…😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s