beri kepastian dong…

Posted: 30 November 2007 in Uncategorized

Seorang perempuan (selanjutnya disebut P) berbicara dengan seorang lelaki (selanjutnya disebut L) lewat saluran telepon seluler yang menyediakan layanan free talk. Mereka sudah tidak pernah bertemu untuk beberapa waktu, dan telepon menjadi satu-satunya sarana komunikasi antara mereka…

P : “Bagaimana kabarmu di sana?”

L : “Aku? Baik-baik saja kok…”

P : “Kenapa sms-ku kemarin tidak dibalas?”

L : “Eh? Kamu sms toh?”

P : “Kamu kok jadi gitu sih?”

L : “Gitu gimana? Perasaan… Aku ya seperti ini dari dulu…”

P : “Kamu berubah…”

L : “Oh ya? Wah, jadi lebih baik atau lebih jelek nih?”

P : “…”

L : “Haloo…”

P : “Sebenarnya, perasaanmu padaku itu gimana sih?”

L : “Heh? Perasaanku? Kenapa kamu menanyakan itu?”

P : “Aku butuh kepastian…”

L : “Kepastian tentang apa?”

P : “Tentang… Kita…”

L : “Kita?”

P : “Ya… Jadi, tolong jawab sekarang…”

L : “Haruskah aku menjawab itu sekarang?”

P : “Ya!”

L : “Apa tadi pertanyaannya?”

P : “Kamu masih suka padaku apa nggak?”

L : “Aku nggak tahu…”

P : “Kenapa kamu selalu menggantung orang lain, sih?”

L : “Karena ada beberapa hal yang nggak bisa kujawab langsung…”

P : “Ya sudah! Assalamualaikum!”

L : “Waalaikumsalam…”

Si perempuan menutup telepon…

Komentar
  1. eMina mengatakan:

    pertamax dong, itu yang pasti :B

  2. eMina mengatakan:

    klo menggantung, dimana -mana pun engga enak lah. nanti bisa mati digantung:mrgreen:

    jadi, tergantung sama yang menggantung?😕

    tapi saya suka kisah (dlm bentuk apapun) yang menggantung😕

  3. eMina mengatakan:

    saat membaca tulisan ini, hanya satu yang ingin saya lakukan, yaitu..
    *hajar pak suandana*

    jadi orang itu mesti tegas dong pak!! apalagi seorang laki -laki
    *padahal engga tau masalahnya :mrgreen:*

    klo ga mau, ya bilang engga. klo mau, ya lamarlah dia terus nikahi !!👿

  4. suandana mengatakan:

    # eMina
    Waah… Penuh emosi banget komen ketiganya… Beda dengan komen kesatu dan kedua. Merasa senasib sepenanggungan dengan tokoh P dalam cerita di atas itu ya?

    Tapi, kenapa saya yang mau dihajar? Posisi saya di sini kan tukang cerita… Saya tidak menyebutkan bahwa itu terjadi pada saya kan..?😕

    Namun saya setuju dengan pendapat Bu Mina. Si L itu harus tegas! Nanti saya sampaikan padanya…😀

  5. eMina mengatakan:

    –suandana–
    yah,krn anda yang crita jadi anda yang saya hajar lah:mrgreen:

    enggak ko. saya ga pernah mengalami…
    ato pernah ya😕
    lupa saya

  6. suandana mengatakan:

    # eMina

    krn anda yang crita jadi anda yang saya hajar lah :mrgreen:

    Dan saya pernah dibilang kejam serta tidak berperasaan…😦

    ato pernah ya😕
    lupa saya

    😆
    Oke… diingat-ingat dulu ya…

  7. adeksetiawati mengatakan:

    kirain cerita pribadi,ternyata bukan tho?🙂 jadi malu, kirain mas suandana yg tega menggantung seorang perempuan yang tergantun (halah…ngomong opo iki)

  8. suandana mengatakan:

    # adeksetiawati😯 Kalau ngerti bakal begini, mending tulisan ini tidak usah saya publish… *menyesal*

  9. imcw mengatakan:

    Huehehehe…Kenapa di akhir pembicaraan nggak nyebut, will you marry me?

  10. suandana mengatakan:

    # pak dokter
    Hehehehe… Biarlah itu jadi rahasia si L dan si P…:mrgreen:

  11. takochan mengatakan:

    Cieee…curhat! Bukannya nuduh, tapi postingan akhir2 ini sepertinya… *keburu disumpel kue*:mrgreen:

  12. suandana mengatakan:

    # takochan
    Ah… senengnya nuduh, nih..! Sudah dibilang, kalau posting di atas itu adalah cerita!👿

    *sumpal takochan pake kue talam*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s