bagian 3 : suatu malam di atas Pottre Koneng

Posted: 30 November 2007 in cerita

lanjutan dari bagian 2 : 5 liter itu…

Sebelum masuk ke cerita, saya harus menyampaikan hal berikut terlebih dahulu: cerita ini bersifat inspired by true story! Artinya, cerita ini bukan true story yang terjadi di masa silam… Oke. Beres. Masuk ke cerita…

*****************

Aku dan dia duduk bersandar pada carrier masing-masing di bagian depan kapal. Sudah malam, saat Pottre Koneng [1] memulai pelayaran singkat menyeberangi laut yang gelap menuju Surabaya. Waktunya kembali ke kehidupan normal. Waktunya bagiku untuk kembali berkutat dengan berbagai eksperimen dan dokumentasi tugas akhir. Mengejar target wisuda bulan Maret…

“Mau coklat?” tanyanya sambil menyodorkan sebatang, sisa logistik. Di tangannya yang lain, kulihat ada sebatang coklat yang tinggal separuh.

“Terima kasih…” kuterima dan kumakan. Manis. Lumayan, buat nambah energi supaya tidak tidur sebelum sampai di pondokan.

Aku menghela nafas berat… Yang ternyata tidak luput dari perhatiannya.

“Kenapa kamu?” tanyanya.

“Dak kenapa-kenapa… Cuma merasa agak beraaat aja untuk balik ke kampus…”

“Belum cukup nih, seminggu di pulau terpencil kayak Sepudi [2] ?”

“Ya belum cukup lah… Kamu sih enak, dak perlu mikir TA lagi…”

Dia tersenyum dan menghabiskan coklatnya. “Kerjaanku itu juga berat ya… Dak segampang yang dipikirkan orang-orang…”

“Berat apanya? Kan tinggal masuk kelas, kemudian menjelaskan materi hari itu? Kemudian, masuk sesi tanya-jawab… Sudah. Apanya yang berat?”

“Yang kamu jelaskan barusan itu, kerjaan dosen. Mahasiswa yang wajib berusaha sekeras mungkin untuk memahami… Kalau di SD, lain cerita. Aku juga harus memperhatikan kondisi anak-anakku. Bener-bener paham, pura-pura paham, atau nggak paham sama sekali… Sebelum masuk kelas, malamnya aku harus menyiapkan skenario dulu. Kemudian mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menyampaikan materi. Ada peragaan apa ndak? Sering sekali aku baru tidur jam 10 malam gara-gara nyiapin hal-hal remeh tapi penting itu…”

“Jam 10? Masih sore tuh…”

“Iya, bagi kamu yang sudah hampir sama dengan kalong… Tapi, bagiku sudah malem banget. Soalnya aku harus bangun jam 3 pagi…”

“Jam 3? Ngapain? Kamu kan dak sholat malem?”

“Jam 3 itu kugunakan untuk mengerjakan urusan rumah tangga… Masak, nyuci, nyeterika… Semuanya harus selesai jam 5. Karena jam 6, aku sudah harus berangkat biar ndak telat…”

“Wah, sudah latihan untuk menjadi calon ibu yang baik nih…”

“Ya iya lah… Kudu siap dari sekarang… Kalau nggak, bisa kedandapan nanti…”

“Eh? Jangan-jangan, sudah ada rencana untuk menikah nih… Kapan? Hayo… ”

“Bulan Desember…” jawabnya dengan tenang.

“Wah, selamat… Selamat ya… Dapat orang mana? Kok diem-dieman aja sih…” aku mengulurkan tangan, hendak menyalaminya.

“…tapi belum tahu kapan tahunnya dan siapa pasangannya…” [3] katanya, masih dengan ketenangan yang sama, membuat gerakan tanganku terhenti di tengah jalan. Dia menyambut tanganku dan tersenyum. Semakin lama semakin lebar, dan akhirnya meledak dalam tawa sampai matanya ilang. “Hahahahahaha…”

Pottre Koneng terus melaju membelah air yang gelap. Menuju kota yang dipenuhi cahaya di seberang sana. Jalesveva Jayamahe [4] berdiri tegak di bawah bulan sabit yang menggantung di langit.

bersambung ke bagian selanjutnya…

******************

[1]. Salah satu feri yang melayani penyeberangan Surabaya – Madura. Namanya diambil dari nama seorang putri dari Sumenep.
[2]. Sebuah pulau di bagian timur Madura. Menurut cerita, pulau ini merupakan tempat Adipoday (ayah dari Joko Tole) menempa diri.
[3]. Yang buat joke ini pertama kali siapa sih? Saya mengetahuinya dari sobat saya yang sekarang ada di Lampung itu…
[4]. Sebuah patung berbentuk perwira angkatan laut yang sedang berdiri. Ada di daerah Tanjung Perak…

Komentar
  1. takochan mengatakan:

    Tunggu, tunggu,.. dari bagian 1-3 saya nangkepnya ini dua tokoh-nya HTS-an ya? tsk..tsk.. menzebalkan😕

  2. suandana mengatakan:

    # takochan
    HTS? Hubungan Tanpa Status, maksudnya? Jangan keburu berburuk sangka seperti itu lah… Ikuti saja ceritanya… Sudah selesai sampai bagian ke-7 tuh… Tapi, di-posting-nya ntar aja… :mrgreen:

    Btw, kenapa menzebalkan? Bukankah HTS itu sering sekali terjadi dalam tatanan sosial masyarakat kita yang unik ini? Jangan-jangan… pernah mengalami HTS ya? *menatap curiga*

  3. takochan mengatakan:

    Curigaaaa.. aje!😛
    Bukan hts, tapi ceman apa ceman😆
    Kok jadi ngebahas saya sih😕

    Oke, nunggu sampe bagian ke-7

  4. suandana mengatakan:

    # takochan

    Bukan hts, tapi ceman apa ceman😆

    Lah… Bedanya itu, apa?😕

    Kok jadi ngebahas saya sih😕

    Kan, membahas orang lain itu lebih seru…😆

    Oke, nunggu sampe bagian ke-7

    Oke…😎 *nyamar jadi penulis terkenal*

    *mikir, enaknya ditutup di bagian berapa ya?*

  5. takochan mengatakan:

    Beda dong, hts itu ceman bukan, cem2an apalagi😆 *ngasal*

    Kan, membahas orang lain itu lebih seru..

    Dasar!😈

    *mikir, enaknya ditutup di bagian berapa ya?*

    Tokoh utamanya ditewaskan, biar gak dilanjutin orang lain! Kayak tante Agatha Christie dgn Poirot-nya itu *emang crita misteri*:mrgreen:

  6. suandana mengatakan:

    # takochan
    Lah, terus apa dong…😕

    Tokoh utamanya ditewaskan, biar gak dilanjutin orang lain!

    Wah, ide menarik tuh…😈

    Tapi… Nanti saya diprotes banyak orang… Sekarang aja sudah diprotes…😕

  7. eMina mengatakan:

    as always.
    no komen dulu:mrgreen:

  8. suandana mengatakan:

    # eMina
    Ara… Jadi penasaran nih…

  9. adeksetiawati mengatakan:

    yaah…masih bersambung…
    ayo cepat diposting !!! :mrgreen:

  10. suandana mengatakan:

    # adeksetiawati
    sabar… sabar… orang sabar disayang Tuhan…😎

  11. […] 1, 2007 oleh suandana lanjutan  dari bagian 3 : suatu malam di atas Pottre Konengdisclaimer : tulisan ini  inspired by true story, jadi bukan true story […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s