the pursuit of happiness: the movie

Posted: 28 November 2007 in cerita, mimpi

Belum beli bukunya, tapi dah nonton filmnya…

  • tokoh utama : Will Smith sebagai Chris Gardner
  • genre : drama

Pertama, film ini terasa terlalu lambat (bagi saya) dalam bertutur. Separuh awal film, saya agak ngantuk, sehingga langsung seret pointer ke bagian tengah, ke bagian konflik:mrgreen:

Ceritanya berkutat seputar kehidupan Chris Gardner…

Awalnya, Chris Gardner ini adalah seorang salesman scanner medis model baru. Penjualannya dak terlalu sukses, sementara tuntutan kehidupan semakin tinggi. Puncaknya adalah saat dimana istrinya meninggalkan apartemen tempat mereka tinggal, kemudian mereka (Chris dan anaknya) diusir dari apartemen. Yup, Chris dan anaknya jadi gelandangan…

Kehidupan Chris mulai berubah saat dia berjalan melewati sebuah bursa saham. Dia melihat seorang lelaki mengendarai mobil ferrari merah mengkilap. Dia bertanya 2 hal pada orang itu… “Apa pekerjaanmu dan bagaimana kamu melakukannya?” Orang itu menjawab… “Aku menjadi pialang saham”…

Chris kemudian melamar menjadi seorang trainee di sebuah perusahaan investasi. Dia diterima, namun selama 6 bulan masa training itu, dia tidak akan menerima gaji sepeserpun! Jadi, selama 6 bulan dia harus berusaha membiayai hidupnya dari penjualan scanner saja… *kebayang kan, susahnya?* Untungnya, pada saat dia diusir dari apartemen, stok scanner-nya sudah habis terjual.

Menariknya dari film ini, selama masa kesusahan itu… Chris tidak mau berpisah dari anaknya. Dan dia selalu berusaha membahagiakan anaknya. Contohnya, saat uang di dompetnya tinggal 200-an dolar, dia mengajak anaknya tidur di hotel untuk semalam. Namun, karena mereka sudah terbiasa tinggal di tempat penampungan, mereka malah tidur di kursi depan tipi…😀

Akhirnya, setelah 6 bulan, Chris diterima kerja di perusahaan itu. Dan, dia menyebut perioda hidup itu sebagai ‘happiness’

Intinya… Bagi mereka yang sedang berjuang memenuhi target, mereka yang sedang dirundung kesusahan, dan mereka yang sedang merajut mimpi, film ini layak ditonton… Kalau perlu, beli bukunya juga… Harganya sekitar 50 ribu-an (lupa angka pastinya)😛

Komentar
  1. takochan mengatakan:

    Bagus.. adegan yg di toilet itu, duh…
    Memang, pilem sama kenyataannya ada yg beda, kayak 6 bulan gak digaji, padahal aslinya dia dpt gaji kok ^^
    Tapi tetep, pesennya nyampe..

    Hebatnya, pilem ini semakin memacu kk kos saya menyelesaikan skripsinya *mulai nyinggung topik nyebelin*:mrgreen:

    Bedewei, kalo gak salah The Pursuit Of Happyness, ejaannya emg slh sih, kalo gak salah itu tulisan di dinding tempat penitipan anaknya om Chris *sok kenal:mrgreen:

  2. koecing mengatakan:

    baru nonton beberapa hari yang lalu.. lumayan bagus menurutku.. dalem..

  3. suandana mengatakan:

    # takochan
    yup… memang sih, tulisan sebenarnya yang pake ‘happyness’ itu… tapi, seperti kata om Chris *ikutan sok kenal* waktu berdebat dengan pak tua tukang sapu itu kan… ejaannya kudu benar…😀

    Hebatnya, pilem ini semakin memacu kk kos saya menyelesaikan skripsinya

    trus, yang ikut nonton bareng kakak kosnya itu gimana?:mrgreen:

    # koecing
    yup… lumayan bagus… apalagi kalau pas sedang jenuh…

  4. caplang™ mengatakan:

    mereka yang sedang berjuang memenuhi target

    hmm…

    *nglirik empunya blog*

  5. itikkecil mengatakan:

    kayaknya bagus nih filmnya.

    *mikir buat nonton*

  6. eMina mengatakan:

    nah kan? apa saya bilang? (halah), memang bagus😀

    tapi baca postingan ini saya jadi terkompori ! argh, curang👿

  7. suandana mengatakan:

    # caplang™

    *nglirik empunya blog*

    Heh? Kenapa ya?😆

    # Mbak Ira
    Ayo, nonton… nonton… nonton… *provokator mode ON*

    # eMina

    baca postingan ini saya jadi terkompori !

    memang sengaja kok, mau ngompori…😆

    tapi, saya belum bisa beli bukunya…😦

  8. phiy mengatakan:

    Aku dah liat filmnya..
    kata temen rame,
    tapi ko’ menurut aku ga terlalu gimana2 ya buat film (yg seharusnya) mbangkitin motivasi..

  9. suandana mengatakan:

    # afiy
    Mungkin karena terlalu lambat dalam bertutur itu… Saya aja kan sempat ngantuk di bagian awalnya…😀

  10. eMina mengatakan:

    —pak guru—
    ya ga apeu apeu pak guru yang baik🙂

    sekarang saya lagi baca Fulfilling Life karya Parlindungan Marpaung kok ‘><

    dan yang ini.. TEEEEEEEEEE–OOO–PEEEE— bgt !!!
    :mrgreen:

  11. suandana mengatakan:

    # eMina
    Pinjam!
    *nodong*

  12. eMina mengatakan:

    —suandana—
    *tertawa narsis* :clink
    pokoknya buku itu membuat saya terharu, engga kalah sama “Setengah Isi Setengah Kosong” atau chicken soup.

    mau? *ala iklan 3*

    *iming imingi buku*

  13. suandana mengatakan:

    # eMina
    Hohoho… Begitu ya? Mau dikasih stempel pelit ?😈
    *nyiapin stempel*

  14. liezmaya mengatakan:

    iyah, sayah suka Filmnya…mengharukan sekali
    Two thumbs up buat Smith kecil, huabat aktingnya…ke oprah winfrey ajah nyampe hehe

  15. suandana mengatakan:

    # liez
    Eh?😯 Si kecil itu anaknya Will Smith beneran toh? Masak sih?

  16. takochan mengatakan:

    Eh? Si kecil itu anaknya Will Smith beneran toh? Masak sih?

    Ho oh, namanya Jaden kalo gak salah. DUlu sering maen kelereng sama saya lho!😛😆

    trus, yang ikut nonton bareng kakak kosnya itu gimana?

    Masih betah jadi parasit mahasiswa, puwas?😈
    Hoho, sooner or later i’ll face it. Sekarang masih tahap menunggu turunnya putusan, so ngapain buru2? Yang nunggu aja masih sabar kok😛
    *curhat colongan*

  17. suandana mengatakan:

    # takochan

    DUlu sering maen kelereng sama saya lho!😛😆

    😆 😆 😆
    *asli ngakak sampai diliatin temen-temen satu lab*

    Masih betah jadi parasit mahasiswa, puwas?😈

    😆 belum… belum puwas nih…

    Yang nunggu aja masih sabar kok😛

    Kalau begitu, SEMANGAT !!!

  18. adeksetiawati mengatakan:

    filmnya bagus and based on true story, aku sedih ngeliat saat mereka harus ngejar waktu biar dapat tempat untuk tidur di penampungan, sedangkan yang antri aja udah puanjaaang buanget…

  19. suandana mengatakan:

    # adeksetiawati
    Yup… Sampai dibela-belain bertengkar kayak gitu. Jadi bersyukur karena masih punya tempat untuk tidur…

  20. chahya mengatakan:

    males ah nonton………….

  21. suandana mengatakan:

    # chahya
    Eh? Kenapa males? Karena saya nulis kalau bertuturnya terlalu lambat sehingga membuat saya ngantuk di awal itu kah?

  22. dhina mengatakan:

    film ini mmg btul2 bgus…
    aku br nntn bbrpa hr yG lalu d kampus…
    chris yg pekrja kras bget…
    bg or Yg gmpg puts asa coba deh nntn “the purusit of happyness” ne…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s