bingung euy…

Posted: 14 November 2007 in pendidikan

Beberapa hari ini, di radio, banyak banget diskusi dan pemberitaan yang membahas tentang UN (UNTUS, kalau yang di tingkat SD)*. Itupun terkait dengan berita tentang demo menentang UN yang dilakukan oleh para siswa (saya kurang tahu, siswa mana yang demo, karena baru ikut mendengarkan saat acara sudah berlangsung setengah perioda).

Sedikit info, mata pelajaran yang di-UN-kan, ditambah kuantitasnya. Kalau di SMA jadi 6 (penambahannya tergantung jurusan, IPA atau IPS), di SMP jadi 4 (ketambahan IPA), di SD ada 3 mata pelajaran. Info lebih jelas, bisa dibaca di sini.

Oke, saya ndak akan mbahas panjang lebar tentang itu, karena sudah banyak yang mendiskusikannya di berbagai forum dan media (termasuk blog, tentu saja). Yang ingin saya bahas di sini adalah pernyataan yang disampaikan oleh Pak Nasution, dalam topik diskusi di PRO 3 RRI, hari Senin, jam 21-an (soalnya, dengerinnya di warung, pas waktu beli makan).

Beliau termasuk dalam barisan penentang UN. Menurut beliau, pendidikan kita tidak punya tujuan. “Anak-anak itu, mau dijadikan apa, sih?” begitu pertanyaan yang beliau ulang-ulang…

“… selalu ada orang Indonesia untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan 3D (dirty, dangerous, d… *lupa, maaf*) work…” juga beliau sampaikan dengan nada jengkel, saat membahas tentang masa depan anak-anak Indonesia, jika sistem pendidikannya tetap plin-plan seperti sekarang.

Saya sendiri cenderung menolak UN. Karena itu, saya banyak setuju dengan pendapat Pak Nasution. Apalagi, saya mengajar di SMK. Coba bayangkan… Anak-anak saya itu, selama 2 tahun 1 semester, belajar berbagai keterampilan agar dapat langsung bekerja setelah lulus. Tiga hari dalam seminggu, mereka mendapatkan materi produktif (keahlian & keterampilan). Tiga hari sisanya, dibagi untuk berbagai mata pelajaran yang lain (bukan hanya matematika dan bahasa).

Tapi kemudian, 1 semester terakhir, mata pelajaran produktif harus mengalah agar anak-anak dapat lebih terfokus pada mata pelajaran yang di-UN-kan… Saya sering bertanya, “Apa sempat? Apakah itu efektif? Lalu, apa gunanya mereka belajar materi produktif, kalau lulus tidaknya mereka itu ditentukan oleh 3 mata pelajaran yang asing bagi mereka?

Oke… Selain UN, anak-anak (SMK) juga harus lulus ujian produktif, dengan penguji adalah orang-orang/lembaga yang berkecimpung dalam dunia profesional. Teorinya, ujian produktif ini lebih memegang peranan dalam menentukan kelulusan. Namun, pada prakteknya, fokus anak-anak akan terpecah dengan adanya UN. Akibatnya, banyak anak-anak yang tidak optimal dalam ujian produktif.

Jadi bingung😕 …

ket: * UNTUS = Ujian Nasional Terintegrasi Ujian Sekolah

Komentar
  1. itikkecil mengatakan:

    Yang saya sayangkan itu standar yang membabi buta itu. Harusnya dibedakanlah, mana yang cocok untuk sekolah umum, mana yang cocok untuk sekolah kejuruan.

  2. caplang™ mengatakan:

    mestinya ga ada ujian akhir…

  3. takochan mengatakan:

    Seperti sebelumnya, serasa jadi kelinci percobaan..
    Memang sih, harus ada evaluasi akhir, apalagi untuk pendidikan..
    Memang sih, gak ada yang sempurna dari suatu sistem..
    Memang sih, setuju gak setuju terpaksa harus diikutin..
    Memang sih, walau banyak penyimpangan, the show must go on*ngaco*

    Memang sih…. *tambah bikin binun:mrgreen:

  4. afiy mengatakan:

    Yay! Sekarang ada pelajaran sosio di UN,
    berarti saya jadi bercita2 jadi guru sosio:mrgreen:

    Back to topic,
    ya2, setuju juga atas ketidaksetujuan terhadap UN (halah bahasanya kacrut amat)
    Apalagi buat sekolah menengah atas,
    org dah ada SPMB ko’..

    dan untuk SMK..
    eh, saya punya temen SMK yg masuk UI jurusan ANTROP
    *OOT lagi*

  5. eMina mengatakan:

    kelima dulu:mrgreen:
    *belum baca*

  6. Bachtiar mengatakan:

    huh . .. . saya juga sebel ma menteri pendidikanyang ngotot itu .

    tolak UN!

  7. almascatie mengatakan:

    anak indonesia itu enak jadi bahan percobaan
    jarang protes sih😆

  8. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Itu dia, Mbak… Harusnya beda… Lha wong lulusan SMK itu disiapkan untuk kerja (3D work itu T_T), sementara lulusan SMA disiapkan untuk melanjutkan ke PT, kok disamakan…👿

    # caplang™
    Mestinya begitu… Ngabisin duit aja!👿

    # hobgoblin takochan

    Seperti sebelumnya, serasa jadi kelinci percobaan..

    bukannya… kodok percobaan? *siapin tameng*

    Memang sih, harus ada evaluasi akhir, apalagi untuk pendidikan..

    Iya, tapi bukan begitu caranya…👿

    Memang sih, gak ada yang sempurna dari suatu sistem..

    Dari dulu, alasan ini sering banget dipakai ya…😕

    Memang sih, setuju gak setuju terpaksa harus diikutin..

    Itulah dak enaknya jadi PNS😦

    Memang sih, walau banyak penyimpangan, the show must go on*ngaco*

    Iyah… Untung saya masih jadi mahasiswa, jadi tidak perlu terlibat dalam proses itu *HIDUP MAHASISWA (tapi, saya tidak mau menunda kelulusan lho *lirik beberapa orang)*

    Memang sih…. *tambah bikin binun:mrgreen:

    Iya…😕

    # afiy
    Wah, mau bergabung dalam korps guru toh? SEMANGAT ya! *saya dukung deh*

    saya punya temen SMK yg masuk UI jurusan ANTROP

    Hidup itu kan pilihan…😎

    # eMina
    Wah, Bu Mina terjangkit virus ‘lonmen’ (loncat ke komen) nih… *nyiapin antivirus*

    # Bachtiar
    Jangan sebel sama orangnya, tapi sebel-lah pada kebijakannya😎😀

    # almascatie
    Eh? Bung Almas pernah jadi bahan percobaan ya? Percobaan apa, kapan, dan dimana tuh? *bergaya ala detektif*😆

  9. Swiwi™ mengatakan:

    MAs Mas, numpang tanya…

    ehem…

    sampeyan ini guru ya?
    :mrgreen:

  10. rudyhilkya mengatakan:

    ikut meramaikan komentar ….

    hasilan ping back …😛

  11. suandana mengatakan:

    # Swiwi™
    Sepertinya, belum pantes, Wi… Belum bisa di-gugu lan di-tiru…😀

    # rudyhilkya
    Terima kasih, Pak… sudah ikut meramaikan komentar… Dapat nomor 10, lho…😀

  12. takochan mengatakan:

    *OOT
    He? Enak aje bilang hobgoblin😕 Hobgoblin itu fisiknya kayak anak kecil. Lha saya, anak kecil beneran!😆

    Iyah… Untung saya masih jadi mahasiswa, jadi tidak perlu terlibat dalam proses itu *HIDUP MAHASISWA (tapi, saya tidak mau menunda kelulusan lho *lirik beberapa orang)*

    Gak ngelirik saya pastinya😎

    *suruh hobgoblin nangkep mas adit*

  13. suandana mengatakan:

    # takochan😆 Lha… bedanya antara yang ‘kayak’ dengan yang ‘beneran’ itu apa sih?😆

    Gak ngelirik saya pastinya😎

    Sayang sekali, ukhti termasuk dalam daftar lirikan (doa nih… ayo, cepat lulus!!:mrgreen: )

    *suruh hobgoblin nangkep mas adit*

    Bukannya… hobgoblin itu hanya menangkap anak kecil? Saya kan bukan anak kecil lagi… T_T

    Yess!!! Aman!!!:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s