hari yang sama, setahun yang lalu…

Posted: 11 November 2007 in cerita

capek

Hari ini, setahun yang lalu, kami tidur kecapekan. Selain itu, juga karena materi yang disampaikan begitu membosankan sih… Sebenarnya sih, menarik dan lumayan penting buat bekal dalam menempuh karir sebagai PNS nanti. Tapi, entah kenapa kok kami jadi ngantuk. Apa karena widyaiswara-nya ya? Yang kurang ahli dalam menyampaikan materi? Kalau ditanya seperti itu, kami dak bisa jawab, karena yang jelas, kami ngantuk!😈

Foto di atas🙄 diambil setahun yang lalu, saat saya menempuh LPJ sebagai salah satu persayaratan agar dapat diangkat sebagai PNS full. Jadi, dak ada embel-embel C di depannya.

Buat yang belum tahu *ada nggak, ya?* , kalau mau ‘mengabdi’ sebagai PNS, maka ada beberapa tahapan yang harus ditempuh. Salah satunya adalah LPJ, singkatan dari Latihan Pra-Jabatan. Jadi, bukan hanya sekedar lulus tes, lalu langsung menjadi PNS yang digaji sesuai dengan aturan (nomor undang-undangnya lupa😛 ).

Setelah lulus tes, maka sebutannya adalah CPNS, yang menerima gaji sebesar 80% dari gaji sebenarnya (misal, kalau seharusnya digaji 1 juta, maka saat CPNS hanya menerima 800 ribu). Para CPNS ini wajib mengikuti LPJ dalam masa dua tahun sejak menerima SK pengangkatan, yang kemudian diikuti dengan tes kesehatan. Jika lulus dalam kedua tahap ini, maka akan menerima SK PNS full, yang otomatis diikuti dengan menerima gaji penuh.

Biasanya, tahapan-tahapan itu, berlangsung selama setahun. Jadi, selama setahun itu, sebelum menerima SK, para PNS baru akan menerima 80% hak namun tetap harus melaksanakan 100% kewajibannya… *adil, gak ya?*🙄

Dak terasa, setahun sudah berlalu dan saya juga sudah menerima SK PNS full *dak ada makan-makan!😈 * , namun banyak hal yang masih saya ingat dari saat menjalani LPJ itu. Salah satu yang paling jelas, ya, momen yang terekam dalam foto di atas itu. Tentu saja, itu BUKAN saya! :mrgreen: 

Anehnya, yang diingat itu kok malah social events-nya ya? Materi yang disampaikan dalam LPJ kok malah banyak yang dilupakan? Mungkinkah karena materi yang disampaikan itu tidak cocok bagi saya untuk diterapkan dalam bidang kerja saya? Seingat saya sih, materi yang disampaikan lebih cocok untuk diterapkan dalam lingkungan kerja struktural, dan bukan oleh tenaga fungsional macam saya (guru)… Karena itu, dalam obrolan santai di kamar asrama, setahun yang lalu, kami sampai pada kesimpulan bahwa manfaat yang dapat kami ambil dari LPJ itu adalah… “banyak dapat teman baru, dan pengalaman baru”. Dari kesimpulan itu, nggak ada yang terkait dengan materi kan? Padahal yang terlibat dalam obrolan itu ada banyak lho…

Secara pribadi, saya cenderung setuju kalau LPJ itu mengalami penyesuaian materi atau ditiadakan sekalian. Bukan karena apa, tapi karena melihat hasilnya yang ‘hanya’ mendapatkan teman baru serta pengalaman baru. Bimbingan untuk meniti karir sebagai PNS justru lebih banyak kami saya dapatkan dari para senior di sekolah…😦

Jadi, begitulah… Posting ini dibuat dalam rangka mengenang proses yang saya alami bersama teman-teman setahun yang lalu, di Badan Diklat Surabaya yang berlokasi di Balongsari Tama, Tandes. Sekalian in memoriam salah satu teman dari Pulau Madura, yang dikabarkan telah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. BUKAN yang ada di foto itu lho ya… Saya ndak akan menyebut nama, karena kabar ini belum terkonfirmasi kebenarannya  m(_ _)m

ps:

foto sengaja di-hitam putih-kan, agar terkesan nostalgic 😀

Komentar
  1. caplang™ mengatakan:

    yah kok ga ada makan-makannya…

    *ngeloyor pergi*

  2. itikkecil mengatakan:

    LPJ itu kalo gak salah untuk semua PNS kan…. mungkin itu sebabnya materinya diseragamkan. Mungkin harusnya dibedakan untuk staff struktural dan staff fungsional. CMIIW

  3. eMina mengatakan:

    Hoh, udah jadi PNS tho? Alhamdulillah, hebat dong ya😀
    Gak ada makan –makannya !!!😈
    Curhat lagi nih:mrgreen:

  4. suandana mengatakan:

    # caplang™
    maaf, sudah mengecewakan… karena status saya sekarang itu ‘anak kos’… makanya tidak pakai makan-makan😀

    # Mbak Ira
    Memang wajib, Mbak… Dan, mungkin akan lebih baik kalau dipisahkan antara staf fungsional dengan struktural… Kami dulu juga mencapai kesimpulan seperti itu, dalam obrolan singkat yang saya singgung di atas, selain kesimpulan yang disebutkan di sana🙄

    # eMina
    Alhamdulillah… Dan juga innalillahi wa inna ilaihi roji’un… Amanahnya itu lho…😐

    Soal makan-makan, alasannya sama dengan komentar untuk mas caplang™ …😀

    Curhat lagi nih:mrgreen:

    Heh?😯 Yang begini ini juga termasuk curhat ya? Padahal saya dah niat dak mau bikin yang model curhat tuh… Apa daya, kecelakaan…:mrgreen:

  5. takochan mengatakan:

    Yang difoto tau gak fotonya dipake? Harus minta royalti itu!:mrgreen:

  6. fiy mengatakan:

    Seingat saya sih, materi yang disampaikan lebih cocok untuk diterapkan dalam lingkungan kerja struktural, dan bukan oleh tenaga fungsional

    He? baru tau saya kalo struktural sama fungsional bisa jadi hal yg berbeza dan bertolak belakang🙄

    Bukannya kalo dalam struktur selalu terkait fungsi dari masing2 bagian??

    *mabok SoRga*

  7. Swiwi™ mengatakan:

    berarti setaon lagi juga bakal tidur kecapekan?

    kasiyaaan…
    aku aja tiap hari bisa tidur kecapekan kok…
    ini nunggu sehatun…

    :mrgreen:

  8. suandana mengatakan:

    # takochan
    hohohoho.. soal itu mah, sudah minta ijin terlebih dahulu pada orangnya… takut terjerat UU HaKI😕

    # afiy
    ah, itu mah hanya sebutan aja… kalau mau disederhanakan, tenaga struktural itu ngurusi administrasi (kalau di sekolah, diwakili oleh para pegawai TU), sementara tenaga fungsional itu tenaga lapangan (guru, misalnya)… istilah saja kok… aneh kan, pembagiannya😀

    # Swiwi™
    nggak kok, nggak nunggu sehatun (ini apaan sih? istilah baru ya?🙄 ), tahun depan majangnya poto yang laen, yang lebih seru…😉

  9. eMina mengatakan:

    gak usah bilang klo habis makan coklaat
    sebeeel😈

  10. suandana mengatakan:

    # eMina😆 😆 😆
    lalu disuruh apa? disuruh kirim gitu?😆

  11. gies mengatakan:

    hmm..itu temen yang kecelakaan gmana kbrnya? beneran sudah tiada kah?

  12. suandana mengatakan:

    # gies
    Sepertinya bener… T_T
    Padahal, beliaunya itu jadi maskot kelas… Sering menghibur saat kebosanan mulai melanda… Yah, yang namanya umur memang tidak bisa diterka kapan berakhirnya…

  13. gies mengatakan:

    hum..ikut berduka cita kalo bgitu, smoga amal baiknya dtrima Allah SWT..

    hmm..umur memang menipu,,angkanya mmg bertambah..padahal justru arti sesungguhnya berkurang

  14. suandana mengatakan:

    # gies
    Yah, begitu lah… Beliau itu dokter juga lho… Dokter hewan… profesi menakjubkan, kata beliau waktu ditanya kenapa memilih profesi tersebut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s