mudik…

Posted: 7 Oktober 2007 in cerita

Alhamdulillah saya sampai di rumah dengan selamat, tidak kurang suatu apa. Langsung bantu-bantu di rumah kerabat yang punya hajat. Lumayan capek sih, tapi mau bagaimana lagi? Namanya keluarga besar ya begitu itu.

Perjalanan mudik kemarin sangat berkesan bagi kami (saya dan seorang kawan). Terutama perjalanan dengan kereta Gajayana dari Jakarta ke Malang.

Jam 10.30, kami berangkat dari Bandung naik kereta Argo Gede (di gerbong nomor 1 kursi nomor 7A_7B) menuju Jakarta. Turun di Gambir jam 13.30 (telat sedikit), kemudian kami langsung menuju Istiqlal. Ngaso dulu di sana sekalian sholat. Sampai di sini, tidak ada keluhan yang berarti. Keretanya nyaman, perjalanannya lancar, semuanya oke…

Jam 17.30, kereta Gajayana belum datang, padahal jadual yang tercantum di tiket menyatakan bahwa jam keberangkatan dari Stasiun Gambir adalah jam 17.15. Kereta itu baru datang pada jam 17.40-an. Langsung deh, para penumpang berebut masuk (padahal nomor gerbong dan kursi sudah tertera di karcis).

Saya dan kawan itu sempat kebingungan mencari gerbong nomor 7, tempat yang dinyatakan dalam tiket yang kami beli. Ini karen, tidak ada nomor gerbong yang tercantum di bodi gerbong. Dari 8 rangkaian gerbong, hanya ada satu yang ditempeli angka 1, yaitu gerbong nomor 8. Jadilah kami mondar-mandir…

Begitu ketemu gerbong nomor 7, langsung masuk dan dengan percaya dirinya, kami menuju deretan kursi terdepan. Kursi kami adalah nomor 1C_1D…

Sampai di barisan kursi terdepan, kami bingung lagi karena di depan hanya ada kursi 1A_1B. Nomor C & D-nya gak ada!!!
Gimana ini, PT KA? teriak saya. Sempat panik sebentar, sampai akhirnya seorang petugas datang dan membawa kami ke bagian belakang dan memberi kami tempat di bagian paling belakang, dekat pintu.

Oke, begitu duduk, langsung terasa kalau ada yang aneh. Di gerbong itu tidak ada TV! AC-nya juga tidak dingin! Belum lagi, muncullah beberapa tamu yang tidak diundang tapi tetap nekat datang. K***a, namanya. Item, gepeng, agak bulat, dan biasanya berkeliaran di kamar mandi yang tidak terawat.

Ini gerbong eksekutif apa EX-ecutive sih? Pikir saya.  Setelah nge-cek lagi, ternyata pintu keluar gerbong tidak dapat ditutup rapat. Walhasil, terciumlah aroma semerbak yang berasal dari toilet.

Penderitaan kami tambah lengkap saat kereta mulai berjalan. Goyangannya itu lho, mengingatkan saya pada kereta kelas kambing  yang dulu melayani trayek Situbondo-Jember.  Mana suara yang datang dari pintu itu begitu nyaring dan menakutkan… Membuat kami tidak dapat segera menjalankan rencana awal. Tidur selama di kereta:mrgreen:

Wadoh! Saya jadi berpikir. Apakah ini gara-gara kami membolos, dan ini (naik kereta yang penuh error) adalah hukuman?

Kami nggak tahu. Yang jelas, kami kecewa banget pada manajemen kereta Gajayana . Bagian mananya dari gerbong yang kami naiki itu yang dapat disebut sebagai ciri executive class?

Teman saya menyarankan untuk protes kepada manajemen PT Kereta Api. Saya bilang, nanti saja, kalau sudahsampai tujuan. Daripada kami berdua diturunkan di middle if nowhere… Kami tidak lupa mengambil beberapa foto bukti buat nanti.

Di Malang, saya sambung bus ekonomi jurusan Situbondo, dan sampai rumah sekitar jam 14.45 pada esok harinya (Sabtu).

Jadi, saya tetap heran… Padahal mudik itu begitu berat dan sering bikin jengkel, namun kenapa orang-orang tetap melakukan ritual ini setiap tahunnya?

ps:

foto-foto menyusul… SEMANGAT!!!

Komentar
  1. ninoy mengatakan:

    Pertamax!!!

    wah asik ya mas udah sampe kampung halaman, kalo saya baru berencana mudik itu H+2 lebaran😀 eits jangan lupa ole-olenya ya…. ih ga kebayang klo saya yang naik itu kereta gayana plus k***a ituh..udah pasti ribut pengen turun tengah rel ajah kekekekeke. kenapa orang masih suka mudik tiap tahun? soalnya itu seninya mas…setaun sekali jengkel naik kereta demi kumpul ama keluarga saat idul fitri mah ga ada apa2nya lah yaa di bandingkan rasa kangen yang terbayarkan saat ketemu sanak sodara😀

  2. itikkecil mengatakan:

    Dit, ketemu sama calon lautan gak😀

    *ditimpuk adit*

    kirim surat protes ke direksi KA sana….

  3. lily mengatakan:

    loh..loh kereta argo kok begitu sih..pasti karena akumulasi penyusutan dan tidak ada maintenance yang baik yah (he he akuntansinya keluar deh) maklum sekarang saya lebih suka naik bis ajah..
    wah dah mudik yah??
    kapan giliran saya yah?? eh tapi kampung halaman nggak kemana-mana kan??
    btw, salam kenal

  4. suandana mengatakan:

    # ninoy
    Gajayana… Bukan Gayana😀

    Mudik pada H+2? Mudik kemana nih? Katanya gak bakal kemana-mana…

    # Mbak Ira
    Belum, Mbak…😦

    SMS aja belum sempat…😦 … Males, sih, sayanya…:mrgreen:

    # lily
    Kalau hasil diskusi dengan teman seperjalanan itu, didapat kesimpulan bahwa semua itu dikarenakan keretanya masuk angkutan lebaran. Karena itu, kereta tua yang sudah waktunya pensiun pun masih dipakai👿

    Ah, iya… Salam kenaal…

  5. ninoy mengatakan:

    iyah H+2 itu mudik deket koq…cuman ke tasikmalaya…mengunjungi makan alm. bapak🙂 udah kangen soalnya taun kemaren lebaran di makassar jadi belom sempet kesana lagih…begitcyu eiiits jangan lupa ole2 ya😀 dari situbondo kan? nah pasti skr mah bener nyebutnya😀

  6. caplang™ mengatakan:

    ciri-ciri kecanduan internet
    bukannya bantu di rumah tp malah ngeblog😆
    becanda lhoo

    maap lahir batin, mas
    jangan lupa oleh-olehnya

  7. suandana mengatakan:

    # ninoy
    Oooo…. begitu toh, ceritanya… *manggut-manggut*

    Oleh-oleh khas Situbondo? *mikir* Apa ya?🙄

    # caplang™

    bukannya bantu di rumah tp malah ngeblog😆

    Lah… Di rumah juga sudah beres, kok… Makanya nge-blog:mrgreen:
    Sama-sama ya… Maapin segala kesalahan…

  8. 'K, mengatakan:

    syukur deh dah ampe dengan slamat
    kalo saya minta mangga ma tape aja😆

  9. suandana mengatakan:

    # ‘K,
    Mangga sama tape? Tapi, itu kan, bukan khasnya Situbondo… Tape, dibuat di Bondowoso tapi dijual di Situbondo (sepanjang jalur mudik utama) dan ‘dianggap’ sebagai produk khas Situbondo. Mangga, yang terbaik dihasilkan di Situbondo, tapi diklaim sebagai hasil produksi Probolinggo (kaya’ tempe, batik, dan lagu rasa sayange gitu…):mrgreen:

    Sooo…. Apa ya, yang khas Situbondo? *mikir lagi*

  10. danasatriya mengatakan:

    mudik itu wajib.. Kapan lagi makan masakan ibu tercinta kalo ga pas mudik :p

  11. suandana mengatakan:

    # danasatriya
    Tapi, kalo masakan ibu itu dipaketkan lewat pos, kan bisa juga dinikmati, walaupun gak mudik?😀

    Met Mudik yaa!!

  12. Lintang mengatakan:

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H, Mohon maaf lahir dan batin.
    Taqabbalallahu minna wa minkum….🙂

  13. nayz mengatakan:

    ditunggu foto2nya. mohon maaf lahir batin ya🙂

  14. iman brotoseno mengatakan:

    perjuangan mudik dan deritanya membuat lebaran lebih mantep sepertinya…minal aidin wal faidzin

  15. afiy mengatakan:

    Alhamdulillah, saya juga nyampe dengan selamat.
    Tapi duitnya berkurang:mrgreen:

    Met lebaran,
    muun maaf lahir batin m(_ _)m

  16. suandana mengatakan:

    # Lintang
    Taqabbal ya karim… sama-sama ya… Mohon dimaafkan…

    # Nayz
    Tuh, foto-fotonya sudah di-upload… Dikit sih, tapi gak pa-pa kan? Mohon maaf lahir batin juga…

    # Iman Brotoseno
    Minal aidin wal faidzin… Iya nih, Pak… Jadi terasa benar-benar lega waktu sudah sampai di rumah…

    # Afiy
    Sama… Tabungan saya juga berkurang banyak T_T

    Maaf lahir batin juga ya… m(_ _)m *copy paste*:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s