mengukur dunia…

Posted: 1 Oktober 2007 in cerita

*minggu ini, kok saya jadi rajin nulis ya?*

Habis baca buku Measuring the World, saya jadi sedikit kepikiran…

Sebelum masuk ke pikiran yang muncul dan mengganggu saya sejak pagi tadi, saya bakal cerita sedikit tentang bukunya.

Buku itu bercerita tentang dua orang terkenal di masa silam. Pak Gauss, yang disebut sebagai ilmuwan terhebat setelah Newton dan Om Alexander von Humboldt (pakai Om, karena beliau tidak menikah) yang disebut sebagai penemu kedua Kuba dan ditahbiskan sebagai salah satu petualang terhebat sepanjang masa…

Pak Gauss, adalah seorang yang dilahirkan sebagai jagoan matematika. Dalam buku itu, diceritakan bagaimana beliau telah memahami banyak hal jauh sebelum diterbitkan oleh penemu yang menuliskannya. Kalau di wikipedia, disebutkan bahwa jika Pak Gauss itu mempublikasikan segala yang dipahaminya, maka dunia matematika akan maju 50 tahun… Hebat banget ya, Pak Gauss itu…

Namun, Pak Gauss itu kurang beruntung dalam kehidupan berkeluarga. Dua kali ditinggal istrinya (semua meninggal duluan), bentrok dengan anak-anaknya (yang cowok) karena mereka tidak memenuhi harapan beliau (tidak ada yang mewarisi kemampuan matematisnya yang mengagumkan), sampai-sampai anak-anak itu pergi meninggalkan rumah (satu orang minggat ke Amerika). Dan, pada akhir masa hidupnya, Pak Gauss ini dirawat oleh salah satu anak gadisnya yang jadi perawan tua (baru menikah setelah Pak Gauss meninggal).

Kalau Om Humboldt, memutuskan untuk menjelajah dunia, memetakan wilayah-wilayah yang masih menjadi misteri, mendaki gunung yang waktu itu dianggap tertinggi di dunia (Himalaya masih belum didaki), menemukan kanal yang menghubungkan Orinoko dengan Amazonia, dan membuktikan bahwa aliran Neptunisme (pendapat yang menyatakan bahwa semua itu berasal dari laut, dan inti Bumi itu padat, bukan cairan pijar) itu salah besar.

Menariknya, semua itu dilakukan karena beliau tidak ingin bentrok dengan kakaknya, yang (pada waktu kecil) begitu cemerlang dalam segala hal (kakaknya ini nanti jadi salah satu menteri di Prussia dan seorang linguist yang terkenal). Jadi, Om Humboldt itu tidak ingin hidup dalam bayangan kebesaran kakaknya. Dalam buku itu disebutkan bahwa dua bersaudara tersebut saling merindukan namun juga tidak dapat bersama. Pokoknya, gak bisa akur, tapi saling menyayangi. Walaupun pernah ada insiden dimana Om Humboldt menemukan serbuk putih (racun tikus) dalam makanannya, yang kemungkinan besar merupakan ulah kakaknya… Om Humboldt mengabdikan sisa umurnya sebagai Penasihat Raja Prussia, dan tidak pernah menikah (sampai ada rumor yang menyatakan bahwa beliau itu memiliki orientasi seksual yang dianggap menyimpang)…

Kemudian, kedua orang ilmuwan besar dan terkenal yang sama-sama nyentrik dan aneh itu bertemu pada saat mereka sudah tua dan kemudian bersahabat. Bahkan, Om Humboldt itu diceritakan ikut membantu proses kepergian Eugen (salah satu anaknya Pak Gauss) ke Amerika (diasingkan, karena terlibat dalam pergerakan melawan penjajahan Prancis). Di akhir masa hidup mereka, keduanya digambarkan masih penuh energi, penuh semangat, dan masih terus berusaha berkarya. Di sana, diceritakan bahwa Pak Gauss meneliti magnetisme sementara Om Humboldt mengadakan ekspedisi terakhir ke Rusia dalam rangka membuktikan hasil pemikiran Pak Gauss.

Dan, mereka berhasil membuktikannya (sepertinya sih…). Lucunya, mereka itu sama-sama mengasihani satu sama lain. Jadi, Pak Gauss mengasihani Om Humboldt karena temannya itu harus berkeliling ke berbagai tempat terpencil, mengucurkan keringat, darah, dan air mata, hanya untuk membuktikan sesuatu yang sudah jelas. Sementara Om Humboldt mengasihani Pak Gauss karena temannya itu tidak pernah melihat dunia…

Nah, begitulah isi buku itu… Menarik? Bagi saya, iya!

Terus, apa yang membuat saya kepikiran itu? Nggak terlalu istimewa, kok… Hanya sebuah pertanyaan. Apa yang sudah saya lakukan? Yang layak untuk dicantumkan dalam sejarah. Dapatkah saya membuat sebuah karya monumental sekelas Disquisitiones Arithmeticae? Dapatkah saya memetakan arus laut yang begitu krusial seperti Arus Humboldt?

Beberapa hari yang lalu, saya membaca salah satu poster yang dipajang oleh anak-anak Gamais ITB. Isinya, “Manusia tidak dilahirkan untuk membaca sejarah orang lain, namun ia tercipta untuk menuliskan sejarahnya sendiri”

Makanya, tambah kepikiran deh…

ps:

Anyway, ini hanyalah sebuah pikiran yang muncul mendadak. Tidak terlalu penting…

Komentar
  1. itikkecil mengatakan:

    Terus, apa yang membuat saya kepikiran itu? Nggak terlalu istimewa, kok… Hanya sebuah pertanyaan. Apa yang sudah saya lakukan? Yang layak untuk dicantumkan dalam sejarah. Dapatkah saya membuat sebuah karya monumental sekelas Disquisitiones Arithmeticae? Dapatkah saya memetakan arus laut yang begitu krusial seperti Arus Humboldt?

    kita gak pernah tahu lo…. sesuatu yang sederhana menurut kita belum tentu sederhana menurut orang lain.
    Sesuatu yang biasa-biasa saja menurut kita, bisa jadi adalah a great history untuk orang lain:mrgreen:

  2. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Betul juga, Mbak… Pak Gauss dan Om Humboldt juga menganggap pencapaian-pencapaian mereka itu adalah sesuatu yang biasa saja, dan kemudian mereka terus melakukan hal lain…

    Jadi semangat, nih… Makasih, Mbak…😀

  3. ninoy mengatakan:

    ditunggu deh bukunya -glek-

  4. suandana mengatakan:

    # ninoy
    Eh? -glek juga- Mau pinjam nih? Ongkos sewa per jam … ya…:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s