stop racism!

Posted: 14 September 2007 in cerita

Dalam sebuah obrolan, saya teringat pada sebuah kejadian yang pernah saya alami dulu. Duluuu… when I was young… waktu masih memegang KIPEM Surabaya.

Waktu itu, pada suatu sore yang cerah, saya dan beberapa orang teman berangkat naik lin O menuju Kayoon. Mau main air di sana:mrgreen: … Akan ada lomba perahu naga, dan kami ingin mencoba ikut. Karena itu, harus banyak latihan.

Di daerah Dharmawangsa, ada seorang bapak tua naik. Dia duduk di bangku ekstra yang ada dekat pintu, sehingga berpotensi mengganggu penumpang yang akan naik/turun. Pak sopir pun menegur, sekalian menanyakan tujuan bapak tua itu. Soalnya, lin O itu trayeknya agak membingungkan, bagi orang yang belum paham benar.

Bapak tua itu menjawab dengan nada sengit. “Wis ta lah… Aku ngerti kok tempat tujuanku. Aku wong Suroboyo asli, Rek… bukan orang Madura…”

Dierrrr! Saya kaget bukan kepalang. Teman-teman saya, yang dua-duanya berasal dari Probolinggo (notabene seorang MA, madura asli) juga sama kagetnya sampai terdiam tak dapat berkata apa-apa. Namun, setelah beberapa saat, entah bagaimana, kami sama-sama mencapai kesepakatan untuk membiarkan saja bapak tua itu. Mungkin dia lagi suntuk nan stress…

“Apa gara-gara aku item dan jelek, terus disangka aku ini orang Madura toh?” tiba-tiba bapak tua itu nyeletuk lagi… (Sebagai informasi, memang banyak orang Madura yang warna kulitnya agak gelap karena mereka itu banyak melakukan pekerjaan kasar dan berat di bawah terik matahari. Tapi, ndak semuanya item. Dan, juga banyak orang Madura yang terbilang tampan, saya salah satunya😎 )

Mendengar celetukan bapak tua itu, salah satu teman saya tidak dapat menahan diri lagi. Dia langsung buka suara, ngobrol dengan suara keras, menggunakan bahasa Madura… Langsung deh, Bapak itu terdiam seribu bahasa. Dan, tak lama kemudian, turun.

Nah, begitulah… Ternyata bangsa kita masih rasis banget ya?

Saya ndak dapat menyalahkan bapak tua itu yang merasa bahwa dirinya dianggep orang Madura karena menyadari bahwa kulitnya berwarna gelap dan jelek. Mungkin bapak itu sering sekali diperlakukan demikian oleh orang-orang di sekitarnya, sehingga secara tidak sadar beliau melakukan ‘itu’.

Saya juga tidak dapat menyalahkan teman-teman saya yang secara tidak langsung telah meneror bapak tua itu dengan mendemonstrasikan secara gamblang bahwa mereka adalah orang-orang Madura. Saya sendiri pada saat itu juga merasa ada sedikit ‘clekit‘ di hati ini. Yah, walaupun saya memilih untuk diam saja pada saat itu…

Tidak hanya sekali saya menemui hal semacam ini. Sering sekali saya mendengar ada orang yang berkata, “Orang Sunda itu …gini-gini…”. Di lain kesempatan, ada yang wanti-wanti, “Orang Osing itu …begitu dan begini…”. Banyak juga yang, mungkin karena tidak mengetahui asal-usul saya nggrundel di hadapan saya, “Orang Madura itu …&%#$@*…

Sering saya berpikir… Kenapa sih, bangsa ini? Tak bisakah kita menghargai perbedaan masing-masing? Bukankah setiap suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki kelebihan dan kekurangan yang nantinya membentuk sebuah budaya khas yang tidak ada duanya di dunia ini? Bukankah kita ini sama-sama orang Indonesia? Dan di atas itu semua, bukankah kita ini sama-sama manusia anak keturunan Adam?

AYO, STOP RASISME!!!

SEMANGAT!!!

Komentar
  1. gies mengatakan:

    memang sih, di sby memang tempat yang membuat saya paling ‘merasa’ saya ini reng medhureh walo pun ‘sentilan’ mereka tidak ditujukan pada saya, tp sesama reng medhureh aslih saya juga ikut tersungging tp kala itu saya mash es em pe, masih blm bisa meneriakkan isi hati..
    tapi yang perlu dicatet juga gk semua reng medhureh itu item2 lho..hehe..kalo pun item ya tentunya manis-manis dunk…ehm..misalnya saya inih…hehe *narsis mode on*

  2. itikkecil mengatakan:

    dulu di friendster saya sempat shout out juga “say no to racism” soalnya saya kasihan lihat teman saya yang dibilangin sama ibu pacarnya “saya tidak setuju kamu nikah sama anak saya soalnya kamu bukan orang ***** ” dan akhirnya memang anaknya nikah sama orang dari suku yang sama walaupun sampai saat ini katanya masih ngejar-ngejar teman saya itu.
    soal ini yang bikin saya sebal setengah mati, membedakan orang berdasarkan ras menurut saya adalah kejahatan kemanusiaan.
    *mode curhat on*

  3. Joerig™ mengatakan:

    itu maksudnya SAY NO TO RACISM!*terlalu semangat ngetik*😆

  4. Ifa mengatakan:

    Sampe sekarang.. banyak yg bilang cewek sunda itu matre.. aku jawa tulen lho..juga matre hihihihi.. *coment yg ndak nyambung*

  5. suandana mengatakan:

    # Gies
    Enggi, Mbak… Sekolah memang salah satu tempat yang rawan terjadi rasisme. Ngomong dibuat-buat, meniru logat bicara ‘tertentu’ (tergantung suku asal orang yang menjadi obyek gojlokan itu)…

    Tambah nih, tugas sebagai guru…
    SEMANGAT!!!

    O iya… Kita (reng medhureh) memang cakep-cakep n manis-manis *narsis ikutan ON*:mrgreen:

    # Mbak Ira
    Itu kebangetan, Mbak… Salah satu teman saya juga mengalami hal yang sama. Dia diwanti-wanti, “…pokoknya, kamu gak boleh nikah sama orang ****** …”
    Kan kasian tuh… Dia belum nikah sampai sekarang (entah kenapa, padahal anaknya manis lho).

    Nah, kalau yang anak kecil, mungkin masih bisa dilatih di sekolah untuk menghilangkan sifat rasisnya. Lalu, yang sudah tua seperti ibunya teman saya dan temannya Mbak Ira itu, bagaimana caranya menghilangkan ya? *gaya mikir keras*

    # Teh Joerig
    Memang, persoalan sensitif seperti ini sering bikin kita terlalu bersemangat ya… Sampai ngetiknya kelebihan…😀

    # Ifa
    Wah… Suatu pengakuan yang jujur… *terharu*

    Mungkin usaha menghilangkan rasisme ini bisa diawali dari mengakui bahwa tidak ada hal jelek yang menjadi monopoli suku bangsa tertentu ya… Dengan begitu, orang-orang akan menyadari bahwa hal-hal jelek itu terpulang pada pribadi masing-masing…

    KICK RACISM OUT OF FOOTBALL THE WORLD!!!

  6. Mrs. Neo Forty-Nine mengatakan:

    mohon maaf Mas Adith, Siw lagi sibuk TM…jadi ndak bisa komen
    😎
    :mrgreen:

  7. aRuL mengatakan:

    IYa stop racism, bikin persaudaraan itu tidak indah…🙂

  8. caplang™ mengatakan:

    let’s kick racism out of football!!
    ga cuman di sepak bola yak…

  9. suandana mengatakan:

    # Siwi
    Ooo… gitu toh. Dah sampai mana tuh, TM-nya? Gitu kok ya masih sempat jalan-jalan…😈

    # Arul
    Yup… Demi persaudaraan, mari stop rasisme!

    # caplang™
    Ya, semua dong! Jangan hanya di sepak bola!

    SEMANGAT!!!

  10. 'K, mengatakan:

    say no to racism juga^^

  11. suandana mengatakan:

    # ‘K,
    SEMANGAT!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s