how can I …

Posted: 5 September 2007 in Uncategorized

Kemarin, jalan-jalan ke Gramedia (mumpung awal bulan ^_^)… Dan, jatah buku bulanan (untuk genre novel, fiksi, humaniora) saya pun dihabiskan untuk membeli sebuah buku bercover hitam dengan judul 5 cm. Begitu nyampe di kos, makan dulu (sate kambing asli madura, obat kangen…:mrgreen: ), kemudian mulai baca. Jam sebelas kurang dikit, tamat lah buku itu… Dan sekarang, gara-gara buku itu, saya jadi ingat pada pengalaman sendiri saat melakukan perjalanan ke Semeru.

Kumpul tengah malem di markasnya Siklus, naik taksi ke Bungurasih, sholat Subuh di Arjosari, sarapan di Tumpang, kemudian menuju Ranu Pane naik jip-nya Pak Yono, berdiri berdesakan bersama sodara-sodara senasib, dan bengong memandangi kompleks Bromo yang berada di seberang Lautan Pasir…

Menatap air Ranu Pane yang coklat kemerahan, makan siang di warung kecil dekat pos Jagawana, nyewa sleeping bag di toko kecil yang namanya sudah lupa itu, berdoa bersama membentuk lingkaran sebelum mulai melangkahkan kaki memasuki jalur pendakian, menyusuri jalan setapak yang memutari 3 bukit itu, istirahat sambil makan roti plus selai strawberry di jembatan merah yang menghubungkan bukit kedua dengan bukit ketiga, break di puncak bukit ketiga sambil menatap Mahameru yang menyemburkan materialnya setiap 15 menit, dan termangu menatap keindahan Ranu Kumbolo dalam keheningan senja…

Wajah Ira yang ketakutan setelah bertemu gerombolan lutung, wajah Cicis yang dibasahi keringat, wajah tenang Mas Lilik yang jadi sweeper, dan rasa sakit yang saya rasakan saat kram datang menyerang… I don’t think that I will be able to forget them

Dinginnya udara Ranu Kumbolo yang legendaris, lautan bintang di malam tanpa bulan, berdesakan di dalam tenda kecil yang cukup untuk empat orang, api unggun darurat yang hanya mampu bertahan 5 menit, mie rebus campur sosis, kopi dicampur irisan jahe, coklat cair yang hangat, dan tawa yang lepas… How can I say that it was not a precious moment..?

Sejuknya air Kumbolo yang menembus tulang, suara jengkel Ira yang protes karena sulit tidur gara-gara saya ngorok dengan suara aneh yang belum pernah didengar sebelumnya sehingga bikin merinding ketakutan, Cicis yang going at her own pace di pinggiran Ranu, Mas Lilik yang nyebur ke dalam air dengan busana lengkap minus sepatu… How can I say that it was just an ordinary experience..?

Rasa lelah yang membekap saat melewati Tanjakan Cinta, rasa takjub yang menguasai jiwa saat melintasi Oro-oro Ombo, rasa payah yang membuat kami harus break setiap 100 meter saat menembus hutan yang membentang dari Cemara Jajar sampai Jambangan, Ira yang pengen cepat-cepat keluar hutan sehingga berjalan jauh di depan, ekspresi Cicis yang lucu saat mencicipi buah berry liar yang belum masak, Mas Lilik yang makan banyak banget saat break makan siang (padahal orangnya kurus lho…), dan perasaan lega yang dirasakan saat akhirnya keluar dari wilayah bukit-bukit penyesalan itu… How can I say that I didn’t enjoy it..?

Indahnya bunga edelweis yang tumbuh di atas lapisan pasir vulkanik, shelter tua yang berdiri payah di antara pepohonan, hujan debu yang mengotori rambut kami, perkasanya Mahameru yang menjulang tinggi di hadapan kami, dan jurang dalam yang memisahkan taman bunga dengan rapatnya pepohonan di Kalimati… It’s something you didn’t see everyday

Bangun jam 1 pagi berbalut jaket dan kain sarung untuk menutupi kepala, menyusuri jalan setapak terjal yang diapit jurang dalam dengan dipandu senter kecil, berhenti sejenak di Arcopodo untuk membangunkan sodara-sodara dari Palembang yang buat tenda di situ, mengingatkan diri sendiri akan tipisnya batas yang memisahkan antara hidup dengan mati di hadapan nisan bertuliskan Soe Hok Gie, menyeberang menuju Kelik dengan berpegangan pada rantai yang dingin, dan gundukan pasir yang ada di hadapan kami…How can I say that it was just a small unnecessary thing in the world..?

Bercumbu dengan pasir, bercanda dengan bebatuan yang longsor, dan menyapa fajar yang datang menemani saat kami break di Cemoro Tunggal, berdiri di atas awan, memandang sosok-sosok gelap Arjuno, Penanggungan, dan kawan-kawannya di kejauhan, menatap langit yang sudah begitu dekat… How can I forget that moment..?

Kelelahan, kedinginan, kekurangan oksigen, dan kurang kuatnya tekad yang memaksa saya untuk turun sendirian pada saat puncak tinggal 50 meter lagi… How can I not regret that..?

Perjalanan kembali ke tenda sendirian, menikmati kesunyian mencekam yang menyelimuti hutan di atas Kalimati, perasaan begitu kecil dan tidak berdaya yang mendera, perasaan selalu diawasi…How can I not believe in the Greater Power..?

Perjalanan kembali ke Ranu Kumbolo, hujan bintang yang sesekali menghiasi langit malam, kekaguman yang tergambar di wajah Cicis saat menatap lautan bintang di atas sana, ketenangan Mas Lilik yang asik membaca dengan diterangi cahaya temaram lilin, ekspresi Ira yang menemani saat saya asik mengagumi kabut tipis yang melayang-layang di permukaan Kumbolo… How can I not believe in love..?

Jam tangan Cicis yang ditemukan oleh seorang sodara yang namanya pun tidak kami ketahui, hangatnya sapaan sepasang bule yang berpapasan dengan kami, dan senyum ramah penduduk Ranu Pane yang menyambut kami… How can I not believe in friendship..?

Seruan kaget dan nada cemas yang terdengar jelas dalam suara Bunda di telepon saat saya memberi tahu bahwa baru saja turun dari Atapnya Pulau Jawa (walaupun nggak sampai ke puncak T_T)… How can I deny the strength of the bond of a family..?

Singkatnya, perjalanan itu (walaupun ndak sampai puncak T_T), telah memberikan banyak arti dalam hidup dan ikut membentuk saya menjadi seperti yang sekarang ini… Ada janji, untuk kembali ke Ranu Kumbolo. Camping sehari, buat mancing. Ikannya besar-besar lho…:mrgreen:

SEMANGAT!!!

Komentar
  1. 'K, mengatakan:

    blom pernah ke sana
    jadi pengen
    smangat!!!
    pertamaxx kah??

  2. suandana mengatakan:

    ke sana aja… mumpung dianya lagi tenang, gak batuk-batuk…

    pertamaxx kah??

    Setelah di-cek, IYA!!! Selamat!!! *salaman* setor dulu 100 rebu, nanti hadiahnya dikirim ke alamat terkonfirmasi…:mrgreen:

    SEMANGAT!!!

  3. itikkecil mengatakan:

    Jadi pengen ke Bromo…. Ira ini… apakah ini yang selama ini diceritakan? *jadi suspisiyus*

  4. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Ayo… Ke Bromo, habis itu langsung ke Semeru…

    Ira ini… apakah ini yang selama ini diceritakan?

    😳
    Sebegitu jelasnya kah?

  5. itikkecil mengatakan:

    it was so obvious….. padahal cuma tebakan gak jelas aja sih…. tapi kalo di mention terus-terusan… ada yang patut dicurigai di sana:mrgreen:
    padahal sayah sempet ge er loo… tapi nyadar, saya kan tidak pernah ke Bromo…

  6. gies mengatakan:

    juga pengen ke semeru
    juga pengen baca 5cm
    juga kerrong sate embhi’
    juga….

  7. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Selamat… Tebakannya benar… *salaman*
    Jadi, apa nih, yang dicurigai?:mrgreen:

    # Gies
    Nyara… ka Semeru…
    Eatore… Maca 5 cm…
    Katoran… Sate embhi’ epon…
    SEMANGAT, gi…:mrgreen:

  8. Takodok! mengatakan:

    Minta ikannya… *bletak*:mrgreen:

  9. suandana mengatakan:

    # Desti
    Mau yang dibakar apa yang digoreng?

    Tapi… ambil ke sini (Bandung) ya… Saya belum sempat jalan-jalan, soalnya…😀

  10. itikkecil mengatakan:

    Jadi, apa nih, yang dicurigai?

    kalo tidak ada apa-apanya… ngapain disebut-sebut terus….

  11. ninoy mengatakan:

    mancing mas!! nanti ikannya saya goreng kering deh… ya ya ya

  12. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Yah… Itu kan… Euh… Mmm…:mrgreen:

    # Ninoy
    Mancing ya… Kegiatan yang lama dak dilakukan tuh…
    Di sini, dimana tempat mancing yang asik ya?

  13. A-isy mengatakan:

    jalan jalan ke gunung emang menyenangkan.
    tapi saya ga pernah ikut klo ada acara Pencinta Alam waktu di SMA… T_T

  14. suandana mengatakan:

    # Mina
    Sekarang kan masih bisa… Bareng anak-anaknya… Kan asik tuh, rame-rame…

  15. syifa mengatakan:

    mas mau tanya donk, masih ada no. telp. Pak Yono (yang punya Jip), soalnya bulan April besok rencananya saya mau ke Bromo lewat ranupane.

    Trims,
    syifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s