satu hari saja…

Posted: 19 Agustus 2007 in cerita, narsis, renungan

Kemarin, adalah hari yang agak aneh. Saya bersenang-senang (I can’t deny it), namun pontang-panting ngatur waktu, kelelahan berjalan jauh (more than 10.000 steps), dan kebanjiran informasi tentang banyak hal.

Sebelum bercerita tentang kemarin, saya harus menceritakan even-even yang terjadi sebelumnya.

Kamis pagi, sobat yang saya hadiri pernikahannya itu menelepon. “Dit, golekno kamar, nang Dago ae, ben gampang nek arep metu… Aku kate ne mrono ambek ojob…” begitu katanya. Nah, karena telepon itu, jadilah sepanjang siang sampai sore itu saya menyusuri Dago bersama seorang kawan. Hasilnya, tidak ada kamar yang kosong pada hari Jumat. Namun pada hari Sabtu, ada satu hotel yang memiliki kamar kosong. Dipesan lah kamar itu setelah meng-konfirmasi pada yang akan menempati. Sabtu, saya dapat kerja tambahan. Menemani dia dan istrinya jalan-jalan. Bolehlah, pikir saya waktu itu.

Hari Jumat malam, sobat saya yang satu itu, menelepon. “Dit, aku sesuk maen nang Bandung… Tapi jemputen aku nang Leuwi… opo kuwi? Leuwipanjang, yo! Terus kancanono aku mlaku-mlaku. Saiki aku wis nang Jababeka“. Heh?😯

Setelah pulih dari keterkejutan, saya jadi bingung. Langsung lah saya sampaikan bahwa besok teman kami yang sudah menikah itu juga akan datang. Bahkan, sempat saya tawarkan solusi dengan jalan-jalan bareng berempat. “Nggak ah… Aku males ketemu de’e… Mengko nek ketemu lak dadi suwi. Iso kebengen aku balik nang Jababeka…“, begitu jawabnya. Heh?😯 lagi deh saya… Ada apa dengan mereka ya? Perasaan hubungan mereka itu baik-baik saja, maksudnya ndak ada konflik yang parah…

Wah, besok bakal repot nih… Pikir saya sebelum tidur malam itu…

Sabtu pagi, jam 9, saya sampai di Leuwipanjang. Setelah kelimpungan mencari-cari, saya menemukan sobat saya yang itu sedang duduk manis di pintu masuk terminal, bersandar pada tembok bercat putih yang ada di sana, di sebelah warung makan. Wajar, kalau saya sampai kebingungan mencari-cari dia. Lha wong dia sudah jauh berubah sih…

Pakai busana kasual, rambut panjang, plus beberapa aksesori. Tambah kurus, agak sedikit ‘terang’😀 , dan rambutnya itu lho… Ndak lagi kriwul seperti yang dulu. Pokoknya, dia bener-bener jadi cewek! Melihat penampilannya, saya jadi heran. Apakah cowok-cowok Palembang dan Lampung (tempat dia merantau saat ini) itu nggak biasa lihat cewek cakep ya? Kok bisa-bisanya lho, dia masih melajang sampai sekarang (mohon maaf buat cowok-cowok Palembang dan Lampung… saya tidak berniat untuk menjelek-jelekkan, hanya ingin menggambarkan betapa menariknya sobat saya itu):mrgreen:

Walau penampilan fisiknya banyak berubah, namun dalamnya tidak banyak berubah. Hanya saja, yang membuat saya agak kaget adalah pernyataan bahwa dia sekarang berusaha menjadi seorang yang realistis, dan dia tidak lagi percaya pada power of dream… Yah, itu adalah pilihannya. Saya nggak bisa mengatur pilihan dia… Siapa sih, saya ini? Hanya seorang sahabat dari masa lalu…

Singkat kata, saya mengantar sobat saya itu ke Cihampelas. Menyusuri jalan yang sedang ramai itu dari ujung satu ke ujung lainnya lagi. Masuk ke berbagai FO yang ada di sana, mampir ke Ciwalk, dan kemudian beli oleh-oleh buat Mbaknya yang ada di Jababeka sana. Capek namun menyenangkan… I can’t tell where the fun is, but it’s fun!

Selagi jalan-jalan itu, sobat saya yang datang bersama istrinya itu, bolak-balik sms dan telepon. Minta petunjuk angkutan yang harus dinaiki agar dapat mencapai hotel yang sudah dipesan itu, ngajak ketemuan di Ciwalk atau BIP, pokoknya banyak hal deh… (mohon maaf kepada Afta… bukan maksudku untuk berbohong, tapi, terpaksa nih…)

Malam hari, setelah makan di sebuah warung yang biasanya bersuasana romantis namun saat itu jadi rame gara-gara ada sekumpulan anak SMA yang bertingkah kayak anak kecil (bayangkan; di sebuah restoran yang penuh orang, mereka itu dengan seenaknya teriak-teriak dan kejar-kejaran), saya mengantarkan sobat itu ke Leuwipanjang. Untung masih ada bus terakhir ke Cikarang. Yah, walaupun kelas ekonomi, yang penting bisa balik ke Jababeka kan?

Dari Leuwipanjang, saya langsung menuju BIP, menemui sobat yang datang bersama istrinya itu. Ngobrol ngalor-ngidul tentang masa lalu, masa sekarang, dan masa akan datang. Dia juga bercerita tentang proses ‘mengambil setengah langkah’ yang telah dia lakukan (baca: menikah). Desember kenalan, Januari jadian, April tunangan, Juli nikah. Cepat ya? Bisa nggak ya, saya seperti itu?🙄

Kami ngobrol di food court atas itu sampai waktunya tutup. Dari sana kemudian naik taksi ke hotel tempat sobat saya itu menginap. Masih jam 10, jadi mereka mengajak untuk singgah, yang dengan sangat terpaksa harus ditolak karena saya ingat tugas mempelajari sebuah game yang tinggal sedikit lagi selesai (ini enaknya kuliah di program studi game technology… tugasnya adalah mempelajari banyak game untuk diserap hal-hal bagusnya agar nanti dapat membuat game yang lebih baik… asik kan?)

Dalam perjalanan pulang menuju kamar kos yang berada jauh di dasar lembah (hiperbola… jangan dipercaya), saya memandangi langit yang dipenuhi bintang. Indah banget, namun setelah agak lama entah kenapa saya jadi merasa agak kesepian. Benar banget kata seorang teman itu… sendiri itu perlu, namun rame-rame itu menyenangkan. Kalau versi saya sekarang, bukan rame-rame itu menyenangkan. Tapi rame-rame yang tidak rame itu menyenangkan (baca: kumpul dengan orang yang dicintai)

Entah kapan saya bisa menyusul sobat saya yang itu… T_T

ps: sobat saya yang kembali ke Jababeka itu baru sampai di tujuan jam 23.45 WIB… tetap kebengen (kemalaman):mrgreen:

Komentar
  1. itikkecil mengatakan:

    Apakah cowok-cowok Palembang dan Lampung (tempat dia merantau saat ini) itu nggak biasa lihat cewek cakep ya?

    gak tau juga ya, mungkin belum tertangkap radar saja…..
    eh tapi itu bukan sayah kan? *katanya namanya ira…*

    *ge er mode on*

  2. Ifa mengatakan:

    Sama..
    Kmaren aku reuni kecil2an ma Temen2 SMA.. bersepuluh jalan2 ke kebun Stroberry.. It was Fun !! Menyenangkan kalau udah kumpul ma orang2 yg dikangenin
    Ada yg udah bawa anak umur 2 taon.. ndak terasa udah jadi tante huehuehue

  3. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira😆
    Kalau membandingkan dengan foto yang pernah dipajang di tempatnya Mbak Ira, agak mirip sih… Makanya saya pernah curiga kalau Mbak itu adalah dia yang sedang nyamar:mrgreen:

    # Ifa
    Yup! Kumpul bareng teman itu memang menyenangkan…

  4. itikkecil mengatakan:

    @suandana
    tapi… tapi….. perasaan sayah kemaren gak ke bandung deh….
    binun sendiri…..

  5. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira😆
    Iya… Jadi bingung ya, Mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s