jika saya membuat film indie (lanjutan)…

Posted: 2 Agustus 2007 in cerita, pendidikan

Pada bagian pertama yang lalu, saya baru sempat bercerita tentang pembuatan film indie secara umum. Belum sampai pada langkah-langkah yang saya lakukan jika saya akan membuat sebuah film. Oke, mumpung hari ini bebas (tinggal presentasi akhir tugas besar besok), sekarang saja saya selesaikan cerita ini. Hanya saja, sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu bahwa yang saya sampaikan ini adalah cerita seorang yang masih sedang belajar membuat film… *ini untuk berjaga-jaga, kalau-kalau apa yang saya sampaikan tidak cocok dengan ilmu pembuatan film yang profesional :mrgreen:

 Agar lebih mudah, saya akan menggunakan contoh kasus saja. Ada penulis skenario yang berbaik hati memberikan karyanya kepada saya. Sebuah kisah berjudul Ali dan Aisyah… Ceritanya tentang perbincangan antara Ali (tukang becak) dengan Aisyah dalam perjalanan menuju apotik untuk membeli obat bagi ibu Aisyah yang sedang sakit.

Pertama, saya akan melakukan break down naskah. Mengkaji naskah itu bersama seluruh anggota tim produksi (karena ini indie, maka tim saya berukuran kecil… 5 orang misalnya). Pada proses ini, kami membuat daftar berisi karakter-karakter yang akan muncul dalam film nanti (Ali dan Aisyah), setting lokasi yang akan muncul (di atas becak yang melaju di jalan raya), dan properti (barang) yang dibutuhkan (becak, kostum). Dalam proses break down juga dapat dilakukan penyesuaian naskah. Misalnya, karena tidak dapat memperoleh becak maka karakter Ali diganti menjadi seorang petugas kebersihan di rumah sakit. Setelah diskusi, maka akan dihasilkan skenario yang baru lengkap dengan storyboard-nya.

Tahap kedua, saya akan menata tim produksi. Siapa yang akan menjadi sutradara (dalam hal ini, adalah saya:mrgreen: ), siapa yang akan jadi kamerawan (bertugas mengoperasikan kamera), siapa yang akan jadi penata artistik (bertugas menata cahaya dan suara), siapa yang akan menjadi unit manager (sering dikenal sebagai seksi sibuk 😀 ), dan siapa yang akan menjadi editor (bertugas meng-edit dalam tahap pasca-produksi nanti). Menjadi sutradara, berarti harus memiliki kemampuan leadership yang bagus. Jangan sampai chain of command terputus, walaupun film yang diproduksi bersifat indie. Sutradara adalah orang yang mengendalikan proses pengambilan gambar. Sutradara adalah orang yang wajib hadir dalam setiap tahapan produksi (pra, proses, pasca). Sutradara wajib menemani unit manager mencari lokasi yang pas. Sutradara wajib ada dalam setiap proses pengambilan gambar. Sutradara juga wajib mendampingi editor pada tahap editing. Karenanya, seorang sutradara itu pasti cool.. 😉😀

Berikutnya, saya akan melakukan casting. Mencari orang yang cocok memerankan Ali, dan menentukan pemeran Aisyah. Yah, saya tidak dapat menjelaskan terlalu banyak tentang proses ini karena insting (sense) banyak berperan di dalamnya. Sutradara memiliki hak prerogatif dalam penentuan peran. Apalagi dalam sebuah film indie, dimana produser tidak dapat (teorinya) memaksa sutradara untuk memberikan peran tertentu kepada orang tertentu *bahasanya agak bersayap ya?*

Setelah menyelesaikan casting, saya akan berburu lokasi yang pas bersama unit manager. Tentu saja, selain mempertimbangkan kesesuaian dengan naskah, perburuan ini juga harus memperhitungkan kemampuan finansial, ketersediaan power (peralatan produksi itu rak membutuhkan listrik to?), dan berbagai hal teknis lainnya. Selain hunting lokasi, saya juga harus mengecek properti yang disediakan oleh unit, bisa dipakai atau tidak? Karena dana yang terbatas itu harus dimanfaatkan sebaiknya. Kalau perlu, saya akan menyuruh unit untuk meminjam properti kepada orang-orang yang dikenalnya untuk menghemat. Maklum, ini indie gitu loh…😀

Naskah, storyboard, tim produksi, aktor/aktris, lokasi, dan perlengkapan sudah tersedia, maka dimulailah proses produksi.

Oke semuanya… Kamera siap? Aktor siap? Rolling… Scene 1 Take 1… ACTION!!!….. CUT! CUT! CUT! Woooiiii….! UNIIIIIT!! KAMBING SIAPA ITU??!!! KENAPA BISA ADA DI DALAM LOKASI??!! USIR!!!!!

:mrgreen:

Setelah semua scene diambil, maka dilakukanlah proses editing. Proses ini dilakukan untuk membuang gambar-gambar yang gagal, menambahkan efek, memberikan musik latar (jika perlu), dan kemudian me-render seluruh gambar itu menjadi satu kesatuan yang utuh. Ada banyak software yang dapat digunakan dalam proses ini, namun secara pribadi saya lebih menyukai menggunakan Adobe Premiere Pro (kalau tidak salah, saat ini yang beredar adalah versi 2.0). Namun jika tidak tersedia (harga Premiere yang original sekitar 25 juta), maka boleh lah menggunakan yang lain. Ulead Video Studio (versi 10) atau yang open source (maaf, lupa namanya… jarang pakai sih ^_^). Saat ini, yang dianggap sebagai standar untuk video editing adalah Adobe Premiere Pro… *katanya sih begitu…*

Jadi deh… Filmnya…

Komentar
  1. itikkecil mengatakan:

    Jadi…. kapan film ini diputar:mrgreen:
    *siap-siap popcorn*
    *halah komentar gak penting😀 *

  2. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    *surprise*
    Padahal, baru berapa menit saya post, sudah langsung dikomentari. Hanya ditinggal keluar sebentar lho… Terima kasih banyak ya, Mbak…

    Soal pemutaran perdana, silahkan ditunggu jadual resminya. Harap bersabar…😀

  3. itikkecil mengatakan:

    :mrgreen:
    soalnya sayah subscribe blog ini……

  4. ifa mengatakan:

    Biasanya brapa lama durasi film indie?

  5. suandana mengatakan:

    # Mbak Ira
    Waah… Sampai segitunya… *terharu*

    # Ifa
    Durasinya itu bervariasi, tergantung pada pembuatnya… Kalau tahap awal sih, 15 menit sepertinya sudah cukup. Mau membuat ya? Saya mendukung penuh nih…
    SEMANGAT!😀

  6. rinnie mengatakan:

    wah wah wah.. mo bikin film indie, hebat euyyy..
    I am gonna watch it first..
    ditunggu…😛

  7. suandana mengatakan:

    # Rinnie
    Terima kasih atas dukungannya… Tapi, mungkin harus bersabar sampai tahun depan. Karena satu dan lain hal…😀

  8. Joerig mengatakan:

    kalo ngedit jangan pake software bajakan, soalnya kalo pilem itu kita kirimin –ke kompetisi atau sejenisnya– pasti ditolak … kecuali kalo buat pribadi…😆

  9. mina mina mengatakan:

    semoga mas suandana bisa membuat pilem yang bagus dan bermanpaat ya….
    semangat untuk membuat pilem ya!!!

  10. Mrs. Neo Forty-Nine mengatakan:

    pokoke aku emoh dadi pemeran utama, apalagi ada adegan pelukan segala macem.
    aku kanc ewek yang setia (setiap tempat ada):mrgreen:

    *sok artis*

  11. mathematicse mengatakan:

    Repot juga ya bikin film itu? Hmmmh pusing kayaknya…?😀

  12. suandana mengatakan:

    # Joerig
    Iya, memang begitu… Makanya saya sarankan pakai yang open source saja. Terima kasih atas peringatannya teh… *membungkuk hormat*

    # Mbak Mina
    Terima kasih… SEMANGAT!!!

    # Siwi
    Lah, kalau masmu itu bersedia jadi pemeran utamanya gimana?:mrgreen:

    # Mas Al
    Enggak juga kok… Sama seperti matematika. Kelihatannya aja sulit n bikin pusing, padahal menyenangkan😀

  13. "Abenx" Nur Rachman mengatakan:

    Boleh…boleh…boleh juga. SUUKSES dech.Kebetulan benx jg lagi bikin film dokumenter 2 hari lagi jadi. SO…saling doain yach !!!!

    benx_light@yahoo.com

  14. suandana mengatakan:

    # Abenx
    Wah… Selamat & Sukses! Kalau sudah selesai proses pengambilan gambar, jangan lupa syukuran. Biar editing-nya lancar. Dan kalau sudah selesai editing, syukuran lagi biar pasca produksinya juga lancar.

    Jangan lupa ngundang ya…😀

  15. yudi mengatakan:

    tolong gimana buat skenario film indie dari awal hingga akhir, terima kasih. sukses selalu

  16. Mukhlis Sabir mengatakan:

    Tolong cantumkan jenis kamera yang standard dipake buat film indie…!!! jangan yang mahal-mahal yach, namax juga film indie, jadi modalx juga indie…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s