aku rindu matahari…

Posted: 21 Juli 2007 in Uncategorized

Aku rindu matahari pagi yang dengan gagah mengusir kegelapan malam dan menghadirkan cahaya ke dunia…

Aku rindu matahari siang yang dengan perkasa memberikan semangat kepada segenap mahluk untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keajaiban ini…

Aku rindu matahari senja yang begitu tegar mewarnai dunia dengan semburan darahnya…

Aku rindu matahari yang dengan setia dan penuh keikhlasan membantu bulan mengarungi malam-malam yang gelap…

Aku rindu matahari yang merelakan dirinya tertutup awan mendung, agar hujan dapat menyiram bunga-bunga yang disukainya…

Aku rindu matahari yang tidak pernah kehilangan semangat untuk menjalani hidup, walaupun usianya sudah semakin tua…

Aku rindu matahari yang tidak pernah kesepian, walaupun terpisah dengan bulan, pasangan sejatinya…

Aku rindu matahari yang tidak menjadi sombong, biarpun laksaan mahluk menggantungkan hidup pada keberadaannya…

Aku rindu matahari…

Dapatkah aku menjadi matahari?

 

Komentar
  1. koecing mengatakan:

    mang dimana aja? koq sebegitu kangennya ma matahari?😛 btw ini ingetin sesuatu.. puisi romantis.. hehehe..

  2. suandana mengatakan:

    Sekarang lagi di suatu tempat yang ‘agak’ jauh dari matahari😀

    btw ini ingetin sesuatu.. puisi romantis.. hehehe..

    Eh? Benarkah? Horeee…. Ternyata saya bisa bikin sesuatu yang romantis! YESSS!!!:mrgreen:

    Sebenarnya gak niat bikin yang romantis kok, cuma pengen aja😆

  3. cakmoki mengatakan:

    *curiga Mode On* jangan-jangan matahari ini hanya perumpamaan terhadap “seseorang” … *halah*
    Bisa pakai skrinsyut ?

  4. uwie mengatakan:

    Ass.

    Wah..wah menjadi matahari? Panas dong mas! Ngga ding cuma guyon!🙂
    Kayaknya mas Adit lagi merindukan seseorang ya?he..he bercanda ya…:)

    Setiap orang bisa menjadi apa saja kok, termasuk *matahari*(tapi bukan dalam arti yang sesungguhnya lho).
    Klo *matahari*nya seperti yang mas tulis dalam postingan di atas, it’s so…. gimana gtu…

    Satu lagi..puisinya romantis juga (klo boleh disebut sebagai puisi)

  5. chiw imudz mengatakan:

    Aku rindu matahari yang tidak pernah kesepian, walaupun terpisah dengan bulan, pasangan sejatinya…

    kaet kapan bulan dadi pasangan matahari?
    Lha wong bulan nginthil buni terus kok…
    :mrgreen:

  6. chiw imudz mengatakan:

    bumi maksute…

  7. Takodok! mengatakan:

    Gak usah jadi matahari, cukup jadi mas Adit aja🙂

  8. Nayz mengatakan:

    keren yakin.

  9. rinnie mengatakan:

    postingannya bikin merinding euy..
    *two thumbs up*

  10. suandana mengatakan:

    # Cak Moki

    jangan-jangan matahari ini hanya perumpamaan terhadap “seseorang”

    Errr… *mikir, kira-kira kalau dijelasin bakal membuka aib nggak ya?*:mrgreen:

    Bisa pakai skrinsyut ?

    Skrinsyut yang bagaimana, Cak?

    # Mbak Uwie
    Waalaikumsalam…

    Klo *matahari*nya seperti yang mas tulis dalam postingan di atas, it’s so…. gimana gtu…

    Begitu ya, Mbak? “Matahari” itu memang seperti itu…😀

    Satu lagi..puisinya romantis juga (klo boleh disebut sebagai puisi)

    Terima kasih, Mbak…

    # Siwi
    Loh… Belum pernah ngerti ceritanya tah?

    Matahari, Bulan, dan Bumi itu sebenarnya sangat dekat. Matahari dan Bulan itu pasangan (bukti; Bulan terlihat bercahaya di malam hari karena memantulkan cahaya Matahari)… Tapi kemudian, Bumi dijadikan tempat tinggal manusia. Nah, Bulan kemudian merelakan diri mendampingi Bumi agar manusia kerasan tinggal di Bumi yang gelap. Matahari tetap berada di jalur petualangannya semula, mengarungi ruang dan waktu. Bumi, yang merasa gak enak karena telah memisahkan Bulan dari Matahari, tidak mau jauh-jauh dari Matahari (maksudnya, supaya Matahari dan Bulan gak terpisah terlalu jauh). Nah, jadi begitulah… Sampai sekarang, Bumi yang didampingi Bulan terus ngintil Matahari…

    Gitu ceritanya…😀 Btw iki ngebales nyampah to?👿

    # Mbak Desti

    Gak usah jadi matahari, cukup jadi mas Adit aja

    Tenang… Walaupun jadi matahari, saya dak akan jahat pada kodok-kodok Mbak Desti, kok😀

    # Nayz
    Terima kasih. Kata teman saya, saya memang keren…:mrgreen:

  11. suandana mengatakan:

    # Rinnie
    Bikin merinding ya… Kok bisa?

  12. itikkecil mengatakan:

    rindu matahari atau pengen jadi matahari?????

  13. suandana mengatakan:

    # Mbak itikkecil
    Rindu matahari, Mbak…😀

  14. Kangguru mengatakan:

    saya justru takut sama matahari hehehhe bikin kulit item hahahhaha

  15. grace grace mengatakan:

    ah, kata sapa matahari ga sombong?
    mas suandana sok tau nihhh…..
    *di timupuk suandana*

  16. Lintang mengatakan:

    Hiks beberapa hari ini saya jg merindukan matahari karena disini tiap hari hujan, mendung…jd cucian saya g bs kering deh hehe…

  17. suandana mengatakan:

    # Kangguru
    Yah, resiko tuh Pak… Resiko yang layak untuk ditempuh😀

    # Mbak Yuffie Hime
    *timpuk Mbak Grace*

    Emangnya, matahari sombong? Coba buktikan…

    # Mbak Lintang
    Wah, ini rindu matahari yang denotatif nih…😀

  18. suandana mengatakan:

    # Siwi
    Eh? Ketularan virus ngitung ki… Ati-ati lo

  19. ninoy mengatakan:

    heuheu saya sependapat tuh ama cak moki, jangan-jangan matahari itu maksudnya buat seseorang…saya mungkin….hihi *di timpuk mas adit*

  20. hime hime mengatakan:

    nya….saya kembali menjadi hime lohh…pensiun mah sbentar aja..*di jitak gr2 OOT*
    eniwey…matahari sombong lohh….soalnya kalo lagi panas,suka panas banget….
    *ngasal dan pergi sambil siyul2*:mrgreen:

  21. suandana mengatakan:

    # Ninoy

    *nimpuk pakai replika matahari*
    Errr… Itu… *mendadak speechless*

    # Mbak Hime

    selamat ya, sudah jadi hime lagi…

    Matahari jadi panas itu kan gara-gara Bulan menjauhi Bumi sejauh 30 cm per tahun… Nah, Matahari merasa ada kesempatan untuk ‘kembali’. Sehingga dia meningkatkan intensitas daya yang dipancarkan agar Bulan bersedia kembali kepadanya…
    *ikut ngasal nih*:mrgreen:

  22. cya mengatakan:

    waaah.. puisinya bagus..
    ternyata pak guru ni puitis jugah ya ^^

  23. zulfanahrielly mengatakan:

    mataharii..
    lho..

    mank ga pernah keluar siang ya..
    hehe.. becanda

  24. ninoy mengatakan:

    hueeeeeeee mas adit ko nimpuknya keras2 sih? sakit tau!!! bilangin matahari lowh biar nimpuk balik mas adit *nyepam ah sambil siyul2*

  25. suandana mengatakan:

    # Mbak Cya
    Puitis? Saya? Terima kasih…
    *terharu*

    # Elly😆 Bukannya gak pernah keluar siang, tapi… Err…

    # Ninoy
    Bilangin ajah sana… Nanti kan saya bisa ketemu sama dia…:mrgreen:

  26. moon mengatakan:

    bicara mengenai matahari, samaa….:(
    aku pun merindukan matahariku……
    namun matahariku sepertinya takkan kembali karena dia berada di tatasurya lain dan sudah menyinari planet yg berada disana. mungkinkah matahari yg sudah lenyap datang kembali??? atau mungkin akan datang matahari lain yg lebih bersinar …..

  27. suandana mengatakan:

    # Mbak Moon
    *entah kenapa, kok saya yakin kalau yang komen ini seorang Mbak…*

    Sepertinya sedang patah hati nih… SEMANGAT deh, Mbak!!!😉

    mungkinkah matahari yg sudah lenyap datang kembali??? atau mungkin akan datang matahari lain yg lebih bersinar …

    PASTI ADA!!! Tapi, biasanya, begitu sebuah matahari padam, ada matahari lain yang muncul lho…😀

  28. mina mina mengatakan:

    *nangis terharu*

    ………………
    Aku juga rindu pada bunga-bunga yang mekar di setiap musim semi.

    hehe, matahari begitu dirindukan ya, soalnya klo enggak ada matahari kita mungkin enggak akan menikmati hidup seperti sekarang.
    jadi, bersyukurlah kita masih bisa melihat matahari.

    matahari yang lain?
    *mikir*
    *enggak kepikir*

  29. cakmoki mengatakan:

    Errr… *mikir, kira-kira kalau dijelasin bakal membuka aib nggak ya?*

    …mmm, jangan ah, ntar belantara blog ribut …hehehe

    Skrinsyut avatar cantik dong, jejer dengan rembulan gitu lho😀

  30. enggar mengatakan:

    Lagi donk pak puisinya, kali ini tentang bintang ya🙂 atau kunang-kunang deh, kan sama-sama bercahaya tuh🙂

  31. suandana mengatakan:

    # Cak Moki
    Terima kasih atas pengertiannya, Cak… *membungkuk hormat*

    Skrinsyut avatar cantik dong, jejer dengan rembulan gitu lho😀

    Kapan-kapan deh, saya masang skrinsyut. Masalahnya, nunggu matahari jejer dengan rembulan itu masih agak lama… Kalau makai photoshop, nanti dibilang dak orijinal nan hoax:mrgreen:

    # Mbak Enggar
    Terima kasih atas dukungannya agar saya terus membuat puisi. Tapi, sayangnya, saya ini sebenarnya bukan orang yang puitis. Posting kali ini, hanya sebuah kebetulan saja… Peluang terjadinya itu sekali dalam beberapa puluh posting😀 *ngeles*

  32. suandana mengatakan:

    # Mbak Mina
    Maaf, kelewat nih…

    *nangis terharu*

    Jadi ndak enak nih… Maafkan saya, sudah membuat Mbak Mina menangis…

    <pAku juga rindu pada bunga-bunga yang mekar di setiap musim semi.

    Berarti sama, Mbak… Karena bunga bisa ada karena matahari. Iya kan?😉

  33. wedulgembez mengatakan:

    kalo pas hujan gw rindu matahari, kalo pas kemarau gw rindu hujan

  34. chiw imudz mengatakan:

    *manggut manggut*

  35. suandana mengatakan:

    # wedulqembez
    Ah, punya bakat mendua ternyata ya…😀

    # Siwi
    Manggut-manggut thok? Tumben…😀

  36. […] mempunyai banyak waktu untuk menulis atau sekedar blogwalking. Bukan, bukan karena kerinduan saya itu membuat saya frustasi lalu pergi sambil membawa buntalan untuk mencari matahari. Bukan… Namun […]

  37. wedulgembez mengatakan:

    # wedulqembez
    Ah, punya bakat mendua ternyata ya…

    ===========================================
    yah kalau mereka mau diduain sih ga masalah…kekekek

  38. Youelhiea mengatakan:

    Hahay…
    Keren keren…
    Gue jg slalu rindu matahari…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s