Nikmati!

Posted: 16 Juli 2007 in cerita, renungan

Saat kita melakukan sesuatu yang lain daripada yang biasa kita lakukan, maka ada kemungkinan kita akan mendapati sesuatu yang penting, yang biasanya tersembunyi. Karena itu, banyak orang yang menyediakan waktu untuk berlibur ke tempat-tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya. Juga ada banyak orang yang melakukan pencarian jati diri dengan jalan masuk hutan, naik gunung, spelunking, base jumping, dan paragliding. Semua itu bertujuan untuk melakukan sesuatu yang berbeda, untuk menemukan sesuatu yang penting, yang tersembunyi…

Sabtu kemarin, saya mengalaminya. Dengan melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan, saya menemukan sesuatu yang penting. Yang sangat bermakna. Saya menghadiri resepsi pernikahan seorang sahabat, salah satu yang terbaik yang pernah saya miliki. Lokasinya di Menes, Pandeglang.

Pagi sekali, sekitar jam 05.20, saya sudah mandi. Dan dalam dinginnya Bandung di pagi hari (14 derajat tuh), jam 06.00 saya sudah mejeng di Gerbang Ganesha, menunggu seorang teman (cowok, bujang juga) yang juga ingin menghadiri pernikahan sahabat saya itu. Jam 09.00, bus yang kami naiki baru meninggalkan terminal Leuwipanjang menuju Serang. Jam 11.15, sampai di Serang dan kemudian ganti bus yang menuju Menes.

Ada kejadian yang tidak mengenakkan juga, sih… Kami ditinggalkan oleh teman-teman yang berjanji akan menunggu di Serang! Alasannya sih, karena mereka takut tidak keburu ketemu dengan pasangan manten karena perjalanan ke Menes masih jauh.

Kami berdua tiba di tempat resepsi sekitar 13.45 WIB. Sudah sepi. Teman-teman yang meninggalkan kami di Serang itu, langsung menyambut kami…

“Sori, lho ya… Tadi takut terlambat nih. Soalnya aku juga baru sekarang ini ke tempat ini… Jadi sama-sama gak tahu” sambut Gatut dengan gugup.

“Wei… Yo opo kabare, Rek? Apik wae to?” kata Ayis riang.

“Eh, Dit… Ayo, langsung mangan ae!” sapa Arif, yang pernah berbagi kamar kost.

“Loh, sido teko toh?” tanya kakak ipar kami semua, Irawan, sok lugu.

Setelah berbasa-basi, saya langsung menuju podium. Menuju sahabat saya yang dari tadi terus tersenyum itu, melupakan prinsip wajah rambo hati romeo-nya. Pinter juga dia milih pasangan hidup… Imut, manis, dan sepertinya lebih ‘gaul’ daripada sahabat saya itu🙂 . Kemudian foto-foto bersama manten. Sampai beberapa session, lho… Maklum, yang datang kan selebritis:mrgreen: .

Kemudian saya bergabung dengan teman-teman yang membentuk kelompok sendiri sambil bernostalgia. Saling menanyakan tempat kerja sekarang… Saling menanyakan kapan akan menyusul menggenapkan agama… Saling bertukar informasi tentang kawan-kawan satu angkatan… Yah, hal-hal yang standar itu lah… Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada teman yang telah sekian tahun tidak bertemu. Bahkan sampai pada pembahasan rencana untuk mengadakan reuni tahun depan.

Saya jadi tahu kabar sobat yang dekat karena kopi itu… Dia menikah minggu kemarin T_T… Saya juga mendapatkan info bahwa ada teman yang sekarang berada di Korea… Ada info tentang seorang teman lain yang menikah 2 minggu yang lalu. Jadi, dalam 3 minggu berturut-turut, setiap hari Sabtu, ada seorang teman yang mengakhiri masa lajang. Hebat kan…😀

Selain berbagai informasi itu, kami juga mengomentari penampilan masing-masing yang -secara mengejutkan- tidak banyak berubah. Hanya Arif yang kelihatan bener kalau melakukan perawatan wajah. Jadi cowok metrosexual. Maklum, ada info yang menyebutkan bahwa dia punya banyak pacar:mrgreen: .

Tentu saja kami juga mengomentari pasangan manten yang terus senyum *apa nggak capek ya?* sambil melihat kami yang sesekali tertawa lepas tanpa bisa ditahan. Pertanyaan yang paling tidak bisa dijawab adalah.. “Kenapa teman yang paling tidak ‘gaul’, gak bisa ngomong dengan cewek, dan paling kejam kepada para praktikan itu bisa menikah lebih dulu daripada Arif yang punya banyak pilihan, yang menjadi favorit adik-adik angkatan, yang dapat membuat gadis segarang Mbak Anita (senior paling sangar sekaligus paling manis) jadi tersipu malu…”

“Yah, itu sudah jalan yang ditentukan atas diri kami…” Itulah kesimpulan yang bisa kami tarik dari perbincangan singkat namun seru itu. Kalau bukan begitu, apalagi yang menjadi penyebabnya? Manusia berencana, Tuhan berkuasa…

Topik terakhir yang kami bincangkan adalah kenangan. Masa-masa saat kami belajar bersama, saat tertawa bersama, saat misuh-misuh bareng waktu praktikum fisis… Malam-malam yang hangat di lab, makan sego pe wonokromo bareng-bareng, saat wisuda… Yah, topik-topik macam begitu itu lah…

Melihat ekspresi teman-teman itu, saya jadi tersadar. Every moment is the precious ones. Jadi, nikmatilah setiap perioda waktu yang kita jalani. Yang sedang mengerjakan TA/skripsi, nikmati! Yang baru menjadi mahasiswa, nikmati! Yang sedang kasmaran, nikmati! Dan terakhir, yang sedang nge-blog, NIKMATI! Karena kita pasti akan merindukan masa-masa yang telah lewat itu… Heh, jadi ingat lagunya SO7 nih, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Maaf, dak bisa ngasih liriknya, karena ndak hapal😀

Yah, begitu saja. Sudah kepanjangan nih… Ingat lho, NIKMATI!!! SEMANGAT!!!

Komentar
  1. uwie mengatakan:

    Ass.

    “every moment is the precious ones”, setuju banget.. setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita sadar ga sadar, suka ga suka, senang atau sedih merupakan bagian hidup yang harus dilalui, dan membuat kita bertambah dewasa (menurut pengalaman aku lho..yang kadang baru disadari setelah kita melaluinya), dan semua moment tersebut (bahagia, sedih, senang, kecewa dll) berperan banget membentuk diri kita untuk saat ini…

    Setelah membaca “NIKMATI !”, aku tersadar dan ingat kata-kata yang pernah diberikan seorang teman “Life is too short to worry”.

  2. mathematicse mengatakan:

    Ayo nikmatilah… apa-apa yang bisa dinikmati (tapi ingat batasannya).. hehe…😀

  3. mybenjeng mengatakan:

    termasuk menikmati membujang ya, he2…
    ayo, kapan ndang nututi koncone…🙂

  4. Ifa mengatakan:

    Iya..aku juga sedang berusaha nikmatin lembur ngerjain TA.. malem2.. udah jam 3 malem perut laper cuman ditemenin ma aer putih doang😀

  5. suandana mengatakan:

    # Mbak Uwie
    Iya, Mbak… Saya juga baru sadar tuh. Itupun gara-gara obrolan ngawur saat bertemu dengan teman lama😀

    # Mas Al
    Ayo, NIKMATI! SEMANGAT! Sudah mengantongi ijin nih…😀
    Btw, kalau menikmati matematika itu bagaimana rasanya, Mas?

    # mybenjeng
    Iya… Itu juga harus dinikmati. Biar nanti kalau sudah tidak membujang ada kenangan indah yang bisa diingat😀

    ayo, kapan ndang nututi koncone…🙂

    Mohon doanya, Cak… Semoga ada yang mau
    *membungkuk ala orang Jepang*

    # Ifa
    Wah, sedang TA ya? Jadi ingat masa lalu… *menerawang*
    Air putih itu bagus untuk membersihkan racun yang masuk ke dalam tubuh lho… SEMANGAT!!!

  6. mina mina mengatakan:

    iya, nikmati saja ya…pengalaman bagus dan berarti dalam hidup kita😀

  7. suandana mengatakan:

    # Mina
    Iya… NIKMATI! SEMANGAT!!!😀

  8. the70no mengatakan:

    Ikut menyemangati🙂 slam kenal

  9. wedulgembez mengatakan:

    wah nikah?. petualangan baru tuh, kapan ya bisa menikmati…heheh

  10. suandana mengatakan:

    # wedulgembez
    Dari hasil teropong ‘gaib’, sepertinya masnya ini sudah pernah menikmati tapi mencoba menghindari kenyataan ya?
    *ngawur ON*:mrgreen:

  11. wedulgembez mengatakan:

    eh belum. emang teropong ajaib, lubangnya cuman seupil..kekekek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s