jalan masih panjang…

Posted: 26 Juni 2007 in Uncategorized

Satu demi satu, anak-anak panah itu melesat meninggalkan busur… Menuju langit biru yang luas tanpa batas, memenuhi takdir yang telah digariskan untuk mereka. Tugasku selesai. Dan kini, aku meraih anak panah lain dan memasangnya di busur.

Ada pertemuan, maka pasti ada perpisahan. Ada awal, maka ada akhir. Hari ini, SMKN 1 Panji menyelenggarakan acara pelepasan anak panah. Ada 400-an anak panah yang dilepas. Dan saya ikut membentuk 45 buah di antaranya secara khusus. Hhh… Dua tahun saya membentuk mereka, dua tahun saya belajar dari mereka, dua tahun kami belajar bersama. Dan sekarang kami harus berpisah.

Oke, terkadang mereka itu memang menyebalkan, bikin susah, makan ati, ngerepotin, dan kadang membikin saya speechless. Tidak jarang emosi saya meledak (baca: marah) karena mereka. Tapi sering juga saya terpaksa tertawa gara-gara mereka. Adel yang sok anggun, Budi yang selalu merendah, Dian Ika yang centil, Dibyo yang berusaha serius tapi sering gagal (meniru gurunya, nih ^_^), Inul yang emosional, Mega yang melankolis, Imam yang sok nakal, Amin yang sok males, Indra yang sok rajin, dan lain semuanya dengan kepribadian masing-masing yang tak kalah menarik.

Satu tahap dalam perjalanan sudah dilewati, namun jalan yang harus kalian tempuh masih sangat panjang. Sekarang, hidup kalian sepenuhnya menjadi tanggung jawab kalian sendiri. Apa yang akan kalian lakukan, apa yang kalian pilih, akan menjadi apa kalian, semuanya menjadi tanggung jawab kalian sendiri. Live up to your fullest… Apapun yang kalian pilih, maka jalanilah dengan penuh kebanggaan dan kesadaran diri. Karena kalian itu hebat. Kalian pasti mampu menjalani. Jangan takut mengecewakan orang lain, tapi jangan sampai kalian mengecewakan diri sendiri.

Momen seperti ini (perpisahan), sesuai tradisi, biasanya diawali dengan tawa dan suka ria. Ada banyak nyanyian, tarian, puisi, pesan dan kesan… Kemudian diakhiri dengan tangis. Entah kenapa, tapi itu selalu terjadi dari tahun ke tahun. Saya dak habis pikir, nih. Soalnya jadi lucu… Bayangkan, ada seorang rekan yang terkenal killer, dengan wajah sangar bin garang dilengkapi kumis tebal melintang (pokoknya serem deh, kalau sudah marah…), harus tampil dengan wajah merah padam (menahan tangis) dan air mata mengambang di pelupuk mata. Yah, selain terkenal killer, beliau itu adalah salah satu rekan yang terkenal paling dekat dengan anak-anak (aneh ‘kan? tapi itu nyata…).

Yah, selamat jalan deh… Semoga kalian meraih apa yang kalian inginkan dan cita-citakan. April, Wahyu, Indra, dan Sapta, jadilah mahasiswa yang baik… Wira, Rina, Reni, Devi, kerja yang semangat ya… Ali, kamu sudah merasakan satu sisi hidup yang mungkin agak berat. Jangan diulangi ya… Yudi dan Lely, bangunlah keluarga yang baik dengan penuh tanggung jawab ya tapi jangan cepat-cepat punya anak ya, saya belum mau dipanggil mbah nih🙂 … Yuli dan Yoyok, dapat beasiswa itu enak banget lho… Yang lain, apapun pilihan kalian, kerjakan dengan SEMANGAT. Oke? Ingat 3 PA (PAtennang, PApe-de, PAnarema)… Saya lepas kalian dengan senyum🙂

Komentar
  1. btyop mengatakan:

    perpisahan kelas ya?
    jadi inget masa2 masih sekolah…(kesannya udah tua ^_^ padahal)…

  2. superkecil mengatakan:

    sampe ketemu lageeeeeeeeeee………………….

  3. mina mengatakan:

    perpisahan? iya, sedih jjuga nih. KEmarin baru ngadain acara prepisahan kelas 6 di sekul.

    Jadi ingat potongan lirik lagu nasyid dari Brothers ini:

    ‘Doa Perpisahan’

    Pertemuan kita di suatu hari, menitik kan ukhuwah yang sejati
    bersyukur ku ke hadirat Ilahi, di atas jalinan yang suci
    namun kini, perpisahan yang terjadi, cobaan yang menimpa diri ini
    bersabarlah di atas suratan, ku tetap pergi jua
    Kan ku utuskan salam di ingatanku
    dalam doa kudus ku sepanjang sepanjang waktu
    Ya Allah, ampunilah hamba-Mu……
    ……….

  4. suandana mengatakan:

    # btyop
    Iya nih, anak-anak itu sudah waktunya dilepas ke dunia😦

    # mbak superkecil
    Iya, baek-baek jadi manusia ya… *maksudnya apa, nih?*

    # mbak mina😦

  5. 9racehime mengatakan:

    ohhhh…~
    mengharukan suara hati seorang pak guru….~
    hikz…jadi inget guru saya jaman sma!

  6. jejakpena mengatakan:

    Iya nih, teringat perpisahan SMU jadinya ^^;
    Guru-guru juga ngerasa hal yang sama harunya dengan murid-murid… *menerawang* (halaah)

    katanya memang gak ada perpisahan yang enggak sakit, atau paling ga ya yang bikin kita ga merasa kehilangan…😉

  7. suandana mengatakan:

    # Mbak Hime
    Waktu perpisahan dulu, apakah gurunya Mbak Hime ini juga menangis (seperti rekan saya itu?)

    # Mbak Jejak
    Guru… Juga Manusia…!!! *sesuai dengan lagu aslinya*

    Iya lho Mbak, namanya perpisahan itu mesti bikin kita merasa kehilangan… Berpisah dengan musuh sekalipun akan membuat dunia ini jadi berbeda lho (pengalaman pribadi)

  8. 9racehime mengatakan:

    @@ suandana :

    Waktu perpisahan dulu, apakah gurunya Mbak Hime ini juga menangis (seperti rekan saya itu?)

    ga tuh…mereka malah hepi saya dh lulus dr sma saya…
    soalnya saya biang telat bgt sihhh…:mrgreen:

  9. suandana mengatakan:

    # Mbak Hime
    Heeh…? Begitukah? Wah, ternyata… Dak nyangka…
    *geleng-geleng kepala*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s