tentang sebuah kesempatan…

Posted: 25 Juni 2007 in Uncategorized

Kenapa aku ndak ngomong ke dia?” ratap sang tokoh wanita di sela-sela isak tangis. “Jelas-jelas aku berharap dia yang memainkan saxophone… Jelas-jelas keinginan kedua adalah selalu bersama dia… Tapi kenapa ndak ngomong begitu ke dia? Sekarang… Apalah gunanya itu semua? Tuhan, kalau boleh… Beri aku waktu satu hari saja untuk menyampaikan hal itu kepada dia… Bisakah?

Tulisan itu adalah terjemahan bebas dari satu adegan dalam film ‘Fly Me to Polaris’. Sebuah film lama yang menjadi koleksi pertama dalam perpustakaan film saya bersama dengan ‘A Knight’s Tale’. Kemarin, karena nganggur, jadinya saya manfaatkan untuk melakukan maintenance koleksi VCD dan DVD (baca: nonton film dari pagi sampai malam😀 ).

Saya jadi teringat pada alasan untuk memasukkan film ini ke dalam koleksi. Bukan karena aktor atau aktrisnya, tapi karena ceritanya yang mengisahkan dua orang yang sama-sama gak sadar kalau saling mencintai. Kemudian si cowok meninggal, tapi diberi kesempatan untuk kembali ke dunia. Dia (si cowok) memilih kembali ke dunia agar dapat mengungkapkan isi hatinya kepada si cewek. Di saat yang sama, si cewek baru sadar kalau ternyata dia itu mencintai si cowok yang selama ini dekat dengannya (witte trisno jalaran soko ngglibet). Dan dia itu juga menyesal karena tidak sempat mengutarakan perasaannya. Tuh, contoh ratapannya… ada di awal posting.

Alasan kedua kenapa saya suka film ini adalah karena adanya kemiripan dengan pengalaman pribadi. Yup, saya pernah mengalami hal yang mirip. Belum sempat mengungkapkan perasaan kepada orang itu… Eh, ternyata sudah waktunya untuk lulus. Dan, sampai sekarang belum ketemu lagi dengan orang itu. Kalau saja waktu itu saya mengungkapkan bahwa saya ‘suka’ dia, mungkin sekarang saya ndak akan mengarungi hidup ini sendirian. Mungkin sekarang sudah akan ada yang memanggil saya ‘abah’ atau ‘bapak’ atau ‘ayah’ atau ‘babe’🙂 … dan mungkin juga saya ndak akan pernah merasa lonely in the crowd lagi.

Tapi kemudian, biasanya, muncul pemikiran lain. Mungkin saja kehidupan saya ndak seperti sekarang. Mungkin saja saya ndak akan kenal yang namanya blog. Mungkin saja saya ndak akan berkesempatan kuliah di ITB. Mungkin saja saya ndak akan lulus dari ITS. Mungkin saja kami justru jadi musuh karena hubungan kandas di tengah jalan. Ada begitu banyak kemungkinan ‘kan?

Kalau sudah begitu, tidak ada lagi yang namanya penyesalan. Oke, saya memang tidak sempat mengungkapkan perasaan sehingga kehilangan kesempatan untuk merasakan ‘sesuatu’ yang ‘katanya’ indah. Tapi karena itu, saya menemukan begitu banyak hal indah lainnya, yang mungkin ndak akan saya temukan kalau saya memilih ‘jalan’ itu.

Bukan berarti saya menyerah lho ya… Kalau ada kesempatan, mungkin saya akan mengungkapkan perasaan saya kepada orang itu. Tapi, lihat situasi dulu. Kalau ternyata dia atau saya sudah menemukan pendamping hidup sebelum bertemu, kenapa harus menyiksa diri? Kata orang, kunci kebahagiaan dan kesuksesan itu adalah bagaimana menikmati semua yang diberikan dan menjalani semua yang ditetapkan dengan ikhlas. Iya, ndak?

Walau begitu, saya sok memahami dan setuju dengan yang berikut ini…

the last time

if i knew it was going to be the last time…
i would see you fall asleep,

i would tuck you in more tightly
and pray the lord your soul to keep.

if i knew it was going to be the last time…
i’d see you walk out the door,

i’d hug you and i’d kiss you and
ask you back for more.

if i knew it was going to be the last time…
i would be here to share your day,

i would be there every moment
and not let it slip away.

for surely there’s tomorrow
to make up for the past,

we always get a second chance
and everything will last.

but just in case i might be wrong,
and today is all i get,

i’d like to say, “i love you”
and i hope you don’t forget.

if tomorrow never comes you’ll surely regret the day
you let the hours pass with something left to say.

so hold your love ones close today
and whisper in their ear,

tell them how you love them
and that you hold them dear.

take time to say,
i’m sorry, thank you, it’s okay.

and if tomorrow never comes,
you’ll have no regrets about today.

don’t let the sun set without letting
your loved ones know how you feel.

Komentar
  1. jejakpena mengatakan:

    Hmm… gitu ya Mas? ^^;

    Ada yang bilang terkadang mengungkapkan hal `penting` itu akan sulit banget buat mereka yang menganut `aliran kebatinan` *diamuk massa*
    Paling maksimal jadinya simpati (simpan dalam hati-red)😛

    Btw, liat lirik bawah itu teringat If tomorrow never comes-nya Ronan Keating🙂

    Pesan moral : kalau ada `kesempatan` lagi, perjuangkan dengan `baik` Mas, jangan sampai berulang😉

    *tiba-tiba sadar*

    Mas, maaf, kayanya yg dari tadi ngomong di atas itu bukan saya:mrgreen:

  2. suandana mengatakan:

    kalau ada `kesempatan` lagi, perjuangkan dengan `baik` Mas, jangan sampai berulang 😉

    Iya Bu… Saya nggak akan mengulanginya lagi, kok…

    *tiba-tiba sadar*
    Mas, maaf, kayanya yg dari tadi ngomong di atas itu bukan saya:mrgreen:

    Baca Ayat Kursi 7 x buat ngeliat siapa yang sebenarnya ngomong:mrgreen:

  3. jejakpena mengatakan:

    Iya Bu… Saya nggak akan mengulanginya lagi, kok…

    Glekk!!😯
    “Bu” ?!! Waah… boleh juga tuh….
    Anak baik… gud boy! *langsung nyamar jadi ibu-ibu*:mrgreen:

    Baca Ayat Kursi 7 x buat ngeliat siapa yang sebenarnya ngomong:mrgreen:

    Mhh… mhuahaha… trus? Sekarang udah keliatan belum itu omongan siapa?😆

    -maafmaafsayaOOT-

  4. suandana mengatakan:

    langsung nyamar jadi ibu-ibu

    Loh, dak usah nyamar-pun kan sudah calonibu-ibu?:mrgreen:

    Mhh… mhuahaha… trus? Sekarang udah keliatan belum itu omongan siapa?

    Belum nih… Bisa kasih petunjuk?😀

    maafmaafsayaOOT

    Dimaafkan kok… Tenang aja… Mumpung weekend😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s