Sedih nih…

Posted: 16 Juni 2007 in pendidikan

Ugh… Saya sedih😦

Tadi, saya berkunjung ke sekolah tempat saya mengajar selama beberapa tahun terakhir… Dan saya mendapati kenyataan yang menyedihkan dan mengecewakan.

Stasiun Produksi Lokal TV Edukasi yang dibangun dengan susah payah dan mengorbankan banyak waktu serta tenaga ternyata sekarang hanya menjadi satu item dalam daftar proyek mangkrak. Studio mini dikunci sepanjang hari. Otomatis, tim produksi yang terdiri dari para siswa pun jadi bubrah karena tidak ada tempat untuk aktualisasi diri. Pengaturan jadual piket untuk menjaga studio juga buyar dengan sendirinya. Studio pun diserbu rayap yang mengancam menghancurkan stage. Salah satu dari dua komputer editing multimedia yang dimiliki stasiun lokal mengalami gangguan sistem sehingga harus di-opname-kan di bengkel.😦

Wajar ‘kan kalau saya sedih… Karena stasiun produksi lokal ini dulu berada dalam tanggung jawab saya. Karena semua yang telah saya bangun bersama anak-anak dan beberapa rekan dengan pengorbanan waktu, uang, tenaga, dan pemikiran, hilang dan harus dibangun dari awal lagi hanya dalam waktu 2 semester…

Semua itu berawal dari ketidakpercayaan sekolah pada siswanya sendiri. Karena alat-alat yang ada di stasiun produksi lokal TV Edukasi memang memiliki bandrol yang ‘sedikit’ lebih tinggi daripada perlengkapan yang ada di fasilitas sekolah lainnya. Dan, ada ketakutan bahwa siswa akan merusak alat-alat itu…

Tapi, bukankah alat-alat itu dibeli untuk digunakan oleh siswa, sebagai sarana pengembangan potensi diri mereka? Bukankah sekolah itu adalah tempat menyenangkan dimana siswa belajar tentang indahnya hidup, tentang berharganya hubungan antar-manusia yang berlandaskan kepercayaan?

Lalu, bagaimana jika sekolah mengkhianati hakikat dirinya sendiri dengan mengkekang kebebasan siswanya, memasung kreatifitas mereka, menempatkan mereka dalam penjara berupa bangunan boring dengan sipir berlabel guru?

Asli, saya jadi teringat pada Izza dan perasaannya yang tertuang dalam ‘Dunia Tanpa Sekolah’ itu… Sistem pendidikan di Indonesia ini memang salah jalan. Sudah begitu, sopir yang mengendalikan juga tidak memiliki panduan tetap yang bisa dijadikan acuan agar tidak kesasar.

Sebenarnya, sistem sudah bagus. Pelaksana sistem lah yang error… Ah, jadi emosi nih… Ini harus diubah!!! Dimulai dari reformasi mindset para guru serta masyarakat Indonesia dan kemudian dilanjutkan dengan reformasi sistem pendidikan. Sistem yang percaya pada siswa… Sistem yang percaya bahwa setiap manusia itu berbeda dan memiliki potensi masing-masing… Sistem yang akan meng-akomodir semua pihak…

Kalau mindset dan sistem sudah diperbaiki, maka anak-anak saya akan bisa bebas berekspresi. Rencana membuat f*** dok******r tentang pahlawan lokal Situbondo pun bisa direalisasikan… Dan anak-anak itu pun akan dapat belajar tentang banyak hal yang baik dalam kehidupan ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s