Perjalanan…

Posted: 15 Juni 2007 in hobby

Untuk mencapai Situbondo, seseorang yang berdomisili di Bandung harus pergi ke Surabaya terlebih dahulu. Karena uangnya kurang beberapa alasan, saya memilih menggunakan kereta api kelas ekonomi bisnis, Mutiara Selatan.

Seperti fasilitas umum lain yang ada di Indonesia, kereta yang membawa saya itu memiliki kondisi yang lumayan (parahnya). Sudah jalannya lambat, kenyamanan penumpang tidak diperhatikan pula… Kecoak berseliweran, bukan hanya di toilet tapi sudah merambah ke kabin penumpang… Dan baunya itu lho, gak nguati!!! Sudah begitu, per kursi juga sedikit rusak… Dan, banyak penumpang yang tidak duduk sesuai nomor pada tiketnya…! Bahkan salah satu di antara mereka menyerobot tempat duduk saya!!!Untung saja saya sedang berpantang masalah, jadi terpaksa membiarkan orang tersebut duduk tenang di kursi terbaik di gerbong nomor 5 itu… **tapi, awas kalau ketemu lagi**

Untungnya, perjalanan dilakukan malam hari sehingga kedongkolan ini dihapuskan oleh kantuk yang menyerang…

Pagi, jam 8.15 (telat satu jam), kereta tiba di stasiun Wonokromo, Surabaya, dan saya pun turun. Melihat kembali pojokan pasar Wonokromo yang dulu pernah akrab dengan saya, jadi membuat kenangan masa lalu yang sudah dikubur ‘itu’ bangkit dan mengharu biru emosi. Jadi ingat waktu malam-malam kelayapan mencari makan di sudut pasar ini bersama teman-teman sesama penghuni kampus dan ‘teman’ yang ‘itu’… Ah, saya ini juga manusia yang punya kenangan ‘masa lalu’, lho. Oke lah, cukup dengan masalah ‘itu’.

Dari pojokan Wonokromo, naik bus kota yang full musik (baca: banyak pengamen), menyusuri jalan A.Yani yang kebetulan tidak macet, dan saya pun sampai di Bungurasih. Terminal ini masih seperti dulu… Kumuh, semrawut, penuh calo, banyak copet berkeliaran, dan kejam, tapi indah serta menarik. Dinamika di terminal itu begitu cepat dan… saya kesulitan menemukan kalimat yang tepat untuk mengungkapkannya, nih. Masalah ini dibahas dalam postingan lain saja…

Bus yang membawa saya melaju cepat, dan perjalanan berlangsung lancar. Kecuali saat melintasi lokasi semburan lumpur panas Lapindo di daerah Porong. Menyedihkan sekali melihat lokasi itu… Mata-mata yang kehilangan cahaya harapan mendominasi pemandangan. Berbaur dengan mata yang memancarkan sinar kekhawatiran, dan mata yang menyorotkan kekaguman. Yang membuat semangat sedikit naik adalah saat melihat anak-anak dengan sorot mata riang yang berlarian di sana… Masih ada harapan dan kebahagaan untuk mereka.

Singkat kata, saya akhirnya menjejakkan kaki di tanah Situbondo yang gersang berdebu. Tidak banyak yang berubah dari kota ini (*woi, kamu baru pergi 2 semester!!!*). Tapi, memang tidak banyak yang berubah di pojok Bumi yang ini. Sejak SMU dulu, terminal induk ya seperti itu bentuk dan lengangnya. Tidak ada perubahan, kecuali semakin sepi saja… Adek menjemput dan kemudian membawa saya menyusuri jalan desa yang memotong persawahan yang luas tempat saya biasa bermain dulu. Saya seolah memasuki sebuah lorong waktu yang melontarkan saya ke masa silam. Pohon-pohon itu, masih menaungi jalan dengan kerimbunan daunnya… Sungai itu, masih mengalir dengan setia… (dan baunya masih tetap khas, bau limbah PG!!!😦 )

Akhirnya, Adek menghentikan motor di depan rumah tempat kami dibesarkan… Tetap bercahaya, walaupun wajah tuanya mulai nampak di beberapa bagian. Taman depan rumah dipenuhi bunga mekar yang menyambut saya (*halah… terlalu, nih*). Sayang pohon mangga itu belum berbuah (sebentar lagi musimnya mulai…). Hanya pohon jambu di pojok halaman yang setia memberikan buahnya sepanjang musim. Bunda pun menyambut dengan bahagia… Aku pulang!!!

Komentar
  1. destiutami mengatakan:

    Bunda pun menyambut dengan bahagia… Aku pulang!!!

    Iya, nak!:mrgreen:

    Jadi ceritanya sdh di kampung halaman nih? Atau malah sdh balik lagi ke Bandung? Bentar amat?*tampang-iri-banget-krn-blm-bs-mudik*

    ps. Kodoknya sehat sentosa, tiada kurang satu apapun🙂

  2. suandana mengatakan:

    Mbak Desti
    Ini masih di kampung… Menyempatkan diri mampir ke sekolah, dan karena ada akses internet gratis jadi menyempatkan diri nge-blog sebentar…

    *tampang-iri-banget-krn-blm-bs-mudik*

    Yah… dijalani saja lah. Takkan lari kampung halaman itu…

    it’s in your heart…

    Itu katanya sogeking a.k.a Usopp dari One Piece🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s