Tentang Kedewasaan

Posted: 6 Juni 2007 in narsis, renungan

“Hah, kamu masih suka yang ‘begini’?” kata rekan saya sambil menunjuk sederetan koleksi komik (baru) di kamar.
“Kok bisa, sih? Kayak anak kecil aja…” kata rekan sekantor yang pernah mampir di hati saya itu.
“Iya, nggak dewasa banget sih…” kata rekan yang lain lagi.
Dan, seabreg tuduhan lain pun dihujankan kepada saya. Intinya, semua punya pendapat sama. Saya nggak dewasa. Karena saya seorang penikmat anime, manga, game (belum tingkat maniak, tapi hampir), dan karena saya suka mengekspresikan perasaan saya secara ‘lugas’. Tapi, orang pertama yang menghuni pojokan hati saya pernah mengatakan bahwa saya ini dewasa banget. Jadi heran, mana yang benar???
Oke, mungkin dia memiliki tendensi khusus dengan mengatakannya. Tapi itu adalah fakta, bahwa ada orang yang menganggap saya DEWASA.
Intinya, pertanyaan saya cuma satu. Kenapa orang yang suka baca manga, nonton anime, mengekspresikan perasaan dan having fun itu, sering dianggap nggak dewasa? Bagi saya sih, kalau orang dewasa tidak boleh melakukan itu semua, mending saya memilih untuk tidak menjadi dewasa saja, ah.
Setelah membaca beberapa buku, tulisan, blog, dan hasil wawancara dengan beberapa maestro nyeleneh, saya memilih satu dari banyak definisi tentang kedewasaan. Teori kedewasaan yang saya pilih ini adalah “ORANG DEWASA ADALAH ORANG YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS SEGALA TINDAKAN & PILIHAN YANG DIA BUAT”.
Itu saja. Jadi, jika saya dapat dan bersedia menanggung segala akibat yang muncul dari berbagai tindakan saya, maka saya adalah orang dewasa. Jika belum dapat dan belum mau, maka saya belum dewasa.
Tindakan konkritnya, saya harus menerima jika ada yang tidak setuju dengan teori kedewasaan ini dan juga menerima jika ada yang menertawakan, menghina, memarahi, dan me- me- yang lain. Bukti bahwa saya dewasa….

Komentar
  1. TebakSiapa? mengatakan:

    ORANG DEWASA ADALAH ORANG YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS SEGALA TINDAKAN & PILIHAN YANG DIA BUAT

    Setuju!

  2. suandana mengatakan:

    @ mbak desti
    Akhirnya, kesasar nyari kodok sampai ke pojok sepi ini ya… Ya, welcome deh…

  3. jejakpena mengatakan:

    Aah… kalau penikmat anime, manga dan sejenisnya langsung dicap masih kekanakan atau tidak dewasa, itu sudah terlanjur jadi anggapan umum di kalangan masyarakat kita.

    Saya sih tidak mau berberat pikir dengan anggapan-anggapan yang terkadang tidak jelas dasarnya, toh tema dan ide cerita disana bukan konsumsi anak-anak, bahkan terkadang topik berat…

    Eh… banyak pula orang yang nyatanya sudah dewasa, tapi tidak suka baca komik dan bersikap kekanakan, emosi labil, tidak suka berpikir rumit dan sebagainya (nge-list apa ini)…

    Setuju juga dgn salah satu definisi dewasa-nya itu Mas…
    ^_^

  4. Rifu mengatakan:

    hm, coba kasih mereka Akira, Ghost in The Shell atau Vagabond.. dan tanya apakah itu konsumsi anak kecil..

  5. chiwimudz (ga login) mengatakan:

    “ORANG DEWASA ADALAH ORANG YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS SEGALA TINDAKAN & PILIHAN YANG DIA BUAT”.

    bethul…bethul…

    *ungkapan hati mahasiswi yang doyan ngunsume Kung Fu Komang, gamau mikir banget yak?*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s