Tak Sengaja Menjadi Guru

Posted: 29 Mei 2007 in narsis, renungan

Judul itu terinspirasi dari sebuah buku dengan judul yang sama. Isinya (buku itu), adalah kumpulan pengalaman mengajar yang paling berkesan (guru-guru Amerika). Anehnya, sebagian besar berpendapat bahwa pengalaman mengajar mereka yang paling berkesan adalah pada tahun pertama menjadi guru.

Awalnya, saya merasa heran. Karena, sebenarnya, tidak pernah terlintas dalam mimpi saya untuk menjadi seorang guru. Cita-cita saya dulu adalah menjadi seorang penjelajah hutan, peneliti bioteknologi, pilot pesawat tempur (saya rasa, hampir semua anak cowok pernah punya cita-cita ini), dan seorang usahawan sukses.

Keheranan itu terjawab saat saya menerima tawaran untuk mengajar. Pengalaman itu benar-benar… sulit untuk diungkap dengan kata-kata. Melihat senyum anak-anak saya (saat ini ada 1200 orang) dan tatapan mata mereka yang penuh semangat serta harapan, membuat saya jatuh cinta pada profesi ini.

“Ya itu, Le… Yang membuat Bapak dan Ibu memilih menjadi guru…” kata Bunda, ketika saya menyampaikan hal itu kepada beliau.

Jadi, ya, begitulah. Saya tidak sengaja menjadi seorang guru. Saat inipun, saya masih sedang dalam proses belajar untuk menjadi guru. Cita-cita saya sekarang, adalah… Menjadi GT (Great Teacher) Aditya!!! (kalau ini, terinspirasi dari manga GTO)

Komentar
  1. Teguh Bayu mengatakan:

    semoga cita2 anda tercapai..

    tapi postingan ini sudah lama sekali ya pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s