Ada yang ingat lagu ini, nggak?
Satu Pagi Di Hari Raya
Aku Sujud Memuji Mu
Satu Pagi Di Hari Raya
Aku Sujud Membesarkan Mu
Ku Melafazkan Takbir
Penuh Rasa Kehambaan
Ku Melafazkan Tahmid
Penuh Rasa Kesyukuran
Gema Takbir Di Pagi Raya
Ku Teringat Kampung Halaman
Aku Di Perantauan
Tak Berdaya Menahan Sebak
Gema Takbir Di Pagi Raya
Ku Rindukan Ibu Di Sana
Keluarga Sanak Saudara
Hanya Doa Kukirim
Marilah Di Hari Raya
Kita Semua Bermaafan
Lupakan Persengketaan
Eratkan Persaudaraan
Harmoni Di Hari Raya
Hari ini, tanggal 30 September 2008, adalah kali pertama saya mengalami hal yang sama dengan cerita dalam lagu tersebut. Lebaran di tanah orang, jauh dari kampung halaman T__T
Dan, rasanya, benar-benar… Tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Yang pasti, yang namanya air mata ini banyak sekali keluarnya. Sampai malu kepada orang-orang :oops:
Oke. Tak [...]
Arsip untuk September, 2008
satu pagi di hari raya..
Diposkan dalam Uncategorized pada September 30, 2008 | 8 Komentar »
Trier…
Diposkan dalam Uncategorized pada September 26, 2008 | 4 Komentar »
Ternyata, di Jerman sini, dak bisa nyantai-nyantai. Akibatnya, jadi jarang nulis (blog dan e-mail). Yah, maklum lah. La wong di sini kan, saya dihitung kerja (tetep dibayar ). Yah, sabar aja deh…
Walau begitu, tetep aja bisa nyari jeda untuk jalan-jalan (keahliannya orang Indonesia nih, meluangkan waktu ). Buktinya, kemarin bisa jalan-jalan [...]
Saarbruecken…
Diposkan dalam Uncategorized pada September 5, 2008 | 15 Komentar »
Saarbruecken (terpaksa nulis seperti itu, soalnya saya belum tahu gimana caranya untuk memunculkan umlaud ) adalah sebuah kota berukuran menengah (buktinya, plat nomor mobilnya terdiri dari 2 huruf, S dan B). Small but beautiful. Dikelilingi bukit2 yang dipenuhi hutan, indah banget deh. Plus, kota ini terletak dekat perbatasan Jerman-Prancis, sehingga kalau mau ke [...]
Resurrection…
Diposkan dalam Uncategorized pada September 1, 2008 | 9 Komentar »
Akhirnya, hari ini tiba juga… Hari dimana blog saya kembali aktif. Alhamdulillah. Insya Allah, akan sering di-update. Amin.
Pertama, saya ingin menjelaskan alasan kenapa kemarin memilih ‘mati’. Sederhana saja, kok. Karena saya ingin ada jeda antara 2 episoda dalam hidup saya ini. Awalnya, saya benar-benar berniat menutup blog ini, dan kemudian membuat blog baru, yang berisi [...]